Hidupku Bersama CEO

Hidupku Bersama CEO
Bekal


__ADS_3

"Hari ini Frances gak usah bawa bekal saja, bibi Matilda. Air putih saja." ujar Francesca saat sarapan pagi di Meja makan.


"Kog begitu?" tanya Diana heran.


"Nanti lapar loh." ujar Diana lagi sambil mengoleskan selai strawberry kacang di lembaran roti tawar.


"Jangan kuatir mommy, dekat-dekat dengan Aaron pasti aman." ujar Aaron dengan sombong sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.


"Aaron juga cuma air putih?" tanya Diana heran.


Bocah tampan itu mengangguk.


Diana hanya tersenyum simpul saja. Dia tetap meminta kepada pengasuh untuk menyediakan bekal, jaga-jaga jika sepulang sekolah mereka merengek kelaparan.


"Kenapa kalian tidak mau membawa bekal?" tanya Andrew sambil mengunyah telur setengah matang.


"Wah daddy... banyak yang bawa in Aaron makan siang. Aaron populer, Frances ikut senangg." celetuk Francesca.


Kali ini Francesca menguncir rambut nya menjadi dua kepangan di kanan dan kiri. Dia sangat senang berganti model rambut yang akan menjadi trend.


"Maksudnya?" tanya Diana heran.


"Kalau waktu istirahat, tinggal dekat-dekat dengam Aaron, wahhhh semua anak perempuan akan membuka bekal nya di dekat Aaron. Banyakkkk makanan enak-enak." cerita Francesca dengan bersemangat.


"Kau sengaja meminta mereka melakukannya, Aaron?" tanya Diana heran.


Aaron menggeleng.


"Aaron cuma bilang ke mereka, kalau Aaron suka cewek kaya mommy, yang suka buatin makanan buat Aaron." ujarnya dengan polos.


Diana terpana dalam senyuman menatap Aaron. Sedangkan Andrew tertawa mendengar kalimat polos Aaron.


"Dasar Play boy!" ujar Conrad.


"Hush!" Diana mengernyitkan keningnya pada Conrad.


"Apa itu play boy?" tanya Conrad dan Francesca.


"Nah kan, jadi panjang." keluh Diana.


"Nanti daddy dan kakak Conrad yang jelaskan di mobil ya. Ayo... ayoo... cepat masuk ke dalam mobil. Beri salam ke baby dulu sebelum berangkat." Diana berdiri sambil meletakan satu tangannya ke pinnggang.

__ADS_1


"Kakak pergi dulu ya, adik-adik sayang. Jangan nakal di perut mommy." ujar Conrad dengan kasih sayang.


"Frances sekolah dulu yaaa. Nanti pulang kita dengarkan mommy baca buku sama-sama yaaa." Francesca mencium perut Diana.


"Play boy berangkat dulu ya." ujar Aaron dengan cool.


"Eh.. eh.. eh... anak mommy gak boleh jadi play boy ya," ujar Diana dengam geli.


Aaron hanya mengangkat bahu nya tidak perduli.


"Ajarin itu sih Aaron, jangan sampai jadi playboy." ujar Diana pada Andrew.


"Ah, biarin saja. Lihat aku sekarang, dengan mengenal banyak wanita, aku akhirnya mengerti wanita yang terbaik itu seperti apa." sahut Andrew tersenyu genit sambil memeluk istrinya.


Pelukan itu hanya sampai sebatas pinggang samping, akibat perut buncit yang menjadi penghalang.


"Idihhh... Asal gak celup sana celup sini saja, kaya kamu dulu." ujar Diana gemas.


"Kan latihan praktek dulu sebelum ujian,"


"ANDREW!!! Mau bilang aku dapat barang bekas?! " Diana melotot kesal mendengarkan jawab Andrew yang asal cuap saja.


"Eh, barang bekas apaan. Layaknya emas semakin di tempa semakin berkilau." ujar Andrew beralasan.


"Iya.iya. Aku paham. Hanya satu wanita pelabuhan terakhir." ujar Andrew lembut sambil mengecup bibir istrinya, memaksa wanita itu membalas usapan bibirnya.


Begitulah drama pagi hari hampir setiap harinya. Andrew berangkat bersama anak-anak sekaligus berangkat ke kantor. Sedangkan seorang supir dan dua pengasuh akan tetap tinggal di sekolah, menunggu hingga kelas Tk selesai.


*


Frances menjadi sedikit populer di kalangan anak wanita di kelasnya. Mereka berteman dengan Frances karena Aaron. Mereka ingin agar Frances menceritakan tentang kebaikan mereka pada Aaron.


Kali ini saat istirahat siang. Siswi tk B segera berhamburan keluar. Francesca yang baru bersekolah selama beberapa hari, tidak mengetahui jika hari ini adalah praktek olah raga anak tk A.


Semua anak-anak wanita tk B berlari ke lapanan olah raga. Mereka rela berpanas-panas ria hanya untuk melihat Aaron berolah raga.


Tampaknya hari ini adalah permainan bola kasti. Aaron tampak sangat lincah memukulkam bola dan berlari ke pos jaga. Saat Aaron memukul bola, semua anak perempuan tk A maupun tk B akan bersorak sambil melompat-lompat.


Francesca bahkan sangat heran kenapa mereka harus sampai seantusias itu. Tidak ada satu pun diantara mereka yang berniat untuk membuka bekal dan makan.


"FRancessss lihat, wow Aaron kerennn. Katakan pada Aaron ya, kalau aku, Carina berteriak paling keras." ujar Carina dengan bersemangat.

__ADS_1


"Eh, Frances bilang sama Aaron, kalau Brenda sampai meloncat-loncat yaaaa."


"Iya... iya... Kalian teriak-teriak dan loncat-loncat begini apa tidak ada yang lapar?" tanya Francesca heran.


Mereka menggeleng.


Francesca meringis. Dia mengusap perutnya yang mulai terasa lapar. Tapi tidak ada satu pun yang membuka bekal. Mereka semua sibuk menonton Aaron.


Franceca mengalihkan pandangan ke arah teman-teman pria nya. Mereka ada yang sedang makan, ada yang bermain. Francesca menelan air liurnya. Dia ingin sekali bergabung dengan mereka yang sedang makan, tapi dirinya terlalu malu.


Francesca ingat, jika mommy Diana membawakan bekal yang dibawa oleh pengasuh. Akhirnya Francesca berlari kecil menuju ke pintu gerbang. Rencananya dia akan meminta pada satpam untuk memanggilkan bibi Matilda.


Tapi sayang, Frances terlambat. Bel sudah berbunyi tanda mereka harus masuk kelas. Frances menghentakan kaki nya dengan kesal. Matanya berkaca-kaca. Sementara itu di balik pagar besi, dimana Aaron dan teman-temannya selesai bermain kasti, tampak sekali jika Aaron sedang duduk sambil menikmati bekal yang dibawa oleh para selir. Dan untuk itu Francesca Kesal sekali.


Dengan jengkel Frances meminum habis air di botol minumnya sambil melirik ke arah Aaron.


Dia masuk kedalam kelas lagi, dengan cemberut. Untung saja tinggal Satu setengah jam sebelum pulang sekolah.


Di dalam kelas Francesca masih harus kesal mendengarkan ocehan teman-temannya yang mengeluk-ngelukan Aaron. Mereka sekarang sedang mengerjakan ketrampilang menggunting dan menempel.


"Kalian dari tadi nonton pertandingan Aaron terus apa gak ada yang lapar?" tanya nya heran.


Mereka serempak menggeleng.


"Kami harus diet, biar tetap langsing." ujar Carmen.


"Iya... supaya Aaron senang duduk dekat kami." kata Brenda dengan senyuman ceria.


"Hanya dengan melihat Aaron saja, kami kenyang." kata Carina.


Francesca melotot. Sebegitu nge Fans nya kah mereka ke Aaron.


"Oh ya Frances, toling berikan bekalku pada Aaron ya. Dia tampak lelah berlari tadi, mungkin dia nanti akan merasa lapar di rumah." ujar Carina.


"Punyaku juga." beberapa orang mulai mengatakan hal yang sama.


"Tentu saja. Urusan Aaron serahkan padaku!" ujar Francesca denga tersenyum lebar.


Ternyata menjadi kakak Aaron banyak hal yang menyenangkan.


Akhirnya siang hari itu Francesca pulang dengan membawa enam tas bekal. Dia menyeringai lebar. Saat Aaron bertanya di mobil, Francesca hanya bilang, "Punyaku!"

__ADS_1


...πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–...


__ADS_2