His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Malam ini


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS


 


___________________


"kalian tidak akan pernah menyesal karena sudah sangat setia kepadaku..." gumam Kim, ia mengurungkan niatnya untuk pulang karena melihat para pegawainya sudah sangat banting tulang mati-matian menyelesaikan semua pekerjaannya agar perusahaan ini tidak bangkrut...


Kim mengambil handphonenya dan menelepon Aom, tut.... tut...


pada dering ketiga akhirnya tersambung...


"Hallo sayang... ada apa?" tanya Aom dari seberang sana


"maafkan aku sepertinya hari ini masih tidak bisa pulang sayang... masih ada banyak sekali pekerjaan yang menumpuk..." sahut Kim


"tidak bisakah pekerjaannya dibawa pilang hmmm?" rengek Aom manja pada Kim


"ini bukan masalah bisa dibawa pulang atau tidak sayang... pegawaiku... mereka semua lembur demi menyelesaikan pekerjaannya... tanpa mendapatkan uang lembur sekalipun... aku sangat menghargai semua jerih payah yang mereka lakukan... maafkan aku... aku tidak bisa pulang sekarang... aku akan pulang besok... jaga Tan dan Art di rumah sayang..." ujar Kim panjang lebar


"baiklah... tapi janji kamu jangan sampai sakit oke?" tanya Aom penuh dengan nada khawatir


"tidak akan... aku tidak akan sakit selama kamu selalu tersenyum padaku..." goda Kim


"iiissss sudahlah... kerja lagi sana..."


tut..tut..tut..


sambungan teleponnya diputuskan sepihak oleh Aom


"aaiiihh... digoda sedikit saja langsung ditutup hahaha..." tawa Kim sambil memasukkan handphonenya kedalam saku jasnya itu


tiiit...


Kim menekan interkomnya, lalu tak berselang lama Zee sudah masuk kedalam ruangannya siap menerima perintah...


"ada apa bos?" tanya Zee langsung mendekati meja kerja Kim


"pesan pizza dan minuman untuk seluruh pegawai yang masih bekerja lembur malam hari ini..." perintah Kim pada Zee


"oke segera aku pesankan setelah menentukan jumlahnya nanti... kau mau pizza apa Kim?" tanya Zee

__ADS_1


"tidak usah... pesankan aku salad buah saja... kau pesanlah apapun yang kau suka..." sahut Kim


"oke siap bos..." sahut Zee lalu dengan cepat melangkah keluar ruangan Kim itu...


Setelah Zee memerintahkan staffnya memeriksa berapa pegawai yang masih bekerja sampai malam ini ia langsung memesan pizza yang cukup untuk mereka semua...


satu jam kemudian pizza itu sudah sampai di kantor diantarkan oleh para kurir toko pizzanya...


"silahkan dinikmati pizza dan minumannya... tuan Kim membelikan semua ini untuk kalian semua... terima kasih atas kerja kerasnya..." ujar staff sekertaris di masing-masing lantai perusahaan kepada seluruh pegawai


"tidak perlu berterima kasih kepada kami semua... ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebaikan tuan Kim kepada kami selama ini... walaupun kami tidak mampu membalasnya, namun kami akan terus membantu tuan Kim Hans sampai kapanpun..." ujar para pegawai dengan setulus hati mereka


"waaahh.... enak sekali... terima kasih banyak tuan Kim Hans..." ujar salah seorang pegawai saat melihat pizza yang menggiurkan itu walaupun Kim tidak akan bisa mendengar ucapan terima kasihnya dari lantai tertinggi gedung ini...


"tuan Kim memang sangat baik... sangat perhatian kepada para pegawainya... uhhhmmmm" ujar pegawai lainnya sambil terus sibuk memakan pizzanya


***


malam sudah semakin larut... jam menunjukkan pukul 23.20 malam...


kantor Hans Group pusat sudah terlihat sepi karena para pegawai sudah pulang setelah mereka menyelesaikan semua pekerjaannya...


semua berkas itu sudah terlihat menumpuk di meja staff sekertaris presdir malam ini...


"sudah tidak apa-apa... biarkan berkasnya untuk saat ini... saya akan mengurusnya dan meminta tanda tangan presdir nanti... kalian pulang dan istirahat yang cukup karena besok akan lebih sibuk daripada hari ini..." ujar Zee memerintahkan staffnya untuk segera pulang dan beristirahat


"tidak apa-apa tuan... sedikit lagi akan selesai... kami akan pulang setelah ini..." sahut mereka semua


"baiklah selesaikan pembukuannya saja, setelah itu pulanglah... saya yang akan meminta tanda tangan tuan Kim nanti... dan jangan membantah... jika kalian sakit itu akan semakin merepotkan..." ujar Zee lalu ia berjalan menuju ruangan presdir untuk membawakan satu tumpukan berkas yang memerlukan persetujuan dari Kim


"bos ini sebagian berkasnya... dan aku akan melaporkan hasil pengamatan yang kau minta tadi..." ujar Zee sambil menaruh tumpukan berkas itu dengan rapi...


"hmmmm" sahut Kim sambil menganggukkan kepalanya sekali mengisyaratkan bahwa ia akan mendengarkan laporannya


"para pegawai yang mengundurkan diri dari perusahaan ini tidak diterima oleh perusahaan manapun sekarang... kecuali Whatcaree Group, mereka menerima sebagian dari para pegawai itu untuk bekerja di perusahaannya... aku rasa Araya melakukannya untuk menunjukkan bahwa dirinya bisa lebih baik dari dirimu di dunia bisnis ini..." papar Zee dengan lengkap dan jelas


"tentu saja tidak akan ada perusahaan bodoh yang mau menerima mereka yang sama sekali tidak memiliki loyalitas terhadap perusahaan tempatnya bekerja... mereka akan menjadi pengangguran selamanya jika tetap ingin menjadi pegawai dari suatu perusahaan... lagi pula tidak lama lagi orang-orang Whatcaree Group juga akan segera bernasib sama..." ujar Kim dengan seringai tipis di wajahnya itu


"ooh iya... pastikan dalam 1 minggu kedepan perusahaan yang menolak untuk membantu kita kemarin bankrut total... sampai semua aset pribadi mereka disita semuanya oleh bank...." ujar Kim lagi... kini terlihat dengan jelas wajah devilnya...


"kenapa kau kejam sekali Kim?" tanya Zee dengan seringaian tajam diwajahnya itu


"hah? aku kejam? ayolah... aku kan belum memenggal kepala mereka semuanya hahaha..." sahut Kim sambil tertawa

__ADS_1


"nah ini baru aku suka hahaha... " ujar Zee tertawa lepas


"jika dipikir-pikir aku benar-benar menjadi orang yang baik sekali akhir-akhir ini... tak ada seorang pun yang babak belur ataupun mati di tanganku hahaha..." ujar Kim dengan tawanya


"bagaimana tidak menjadi anak baik... kerjanya "main" sama Aom terus... kau terlalu tergila-gila pada istri cantikmu itu tau... hahaha..." ejek Zee sengaja menekankan kata Main pada ucapannya


"eheemmm... sepertinya untuk proyek di jepang minggu depan akan aku serahkan pada Alice (istri Zee) aku ingin dia semakin pintar dalam mengatur bisnis skala internasional... ya paling tidak itu akan memakan waktu 3 bulan di jepang..." ujar Kim enteng namun menekankan pada beberapa katanya...


Zee berkeringat dingin mendengarnya... menoleh kebawah kearah selangkangannya sebentar lalu menelan ludahnya berat...


ia berjalan mendekati Kim dan berlutut di kakinya....


"maafkan kelancangan seorang Zee Matthew ini tuan muda Kim Hans..." ujarnya memelas dihadapan Kim


"sayangnya aku sudah memutuskannya... mungkin kau setelah ini bisa merenungkannya selama 3 bulan kedepan..." ujar Kim menahan tawanya


"ampun Kim.... jangan kirim istriku ke Jepang... maafkan aku... "adikku" ini akan kedinginan nanti... tidak ada tempatnya menikmati kehangatan selama 3 bulan..." ujar Zee berusaha terus memohon kepada Kim


"hahaha.... bangunlah... kau ini bisanya mengejek orang saja, padahal dirinya sendiri tak mampu menjauh dari istrinya..." ujar Kim tertawa lepas... ia sangat puas mengerjai sahabatnya ini...


"tidak mau sebelum kau berjanji tidak akan memindah tugaskan istriku..." rengek Zee dibawah kaki Kim


"iya..iya.. aku janji tidak akan melakukan itu..." ujar Kim, lalu dengan cepat Zee berdiri menjabat tangan Kim penuh semangat


"Deal!!!" serunya penuh semangat


"tapi kau yang akan aku tugaskan je Jepang..." ujar Kim lagi


"Kim Hans!!!!" seru Zee frustasi


"berani melawanku?" tanya Kim dengan alisnya yang berkerut


"tidak!" sahut Zee frustasi


"baguslah kalau begitu tidak jadi... hahaha..." ujar Kim akhirnya tawanya pecah memenuhi ruangan, sementara Zee merutuki dirinya yang dengan bodohnya mengejek Kim diawal tadi...


_____________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2