His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Bunga Untukmu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


“ Perlahan saja sayang, oh iya... Kamu tenang saja masalah yang tadi itu... Ayahmu, Papa kesayanganmu itu bukannya tidak menyukai Kim sayang, malahan dia sangat-sangat menyukai suamimu itu... Dia sangat ingin Kim menjadi putranya suatu hari nanti, tapi ia juga berada dalam dilemanya sendiri, ayahmu tidak mau kamu berada dalam bahaya jika bersama dengan Kim karena statusnya... ” ujar ibunya lalu tersenyum seakan kenangan masa lalu itu kembali melintas dalam benaknya seakan semua itu nyata...


“ Dulu setiap ia pulang dari latihan bersama dengan Kim, ayahmu tidak pernah berhenti memujinya tentang ini dan itu, akan tetapi idealisme dan keras kepalanya masih saja ia pegang teguh sampai di hari terakhirnya... Satu-satunya alasan yang ibu tahu kenapa ia setuju kalian dijodohkan ketika Jo Hans mertuamu itu datang kemari untuk kedua kalinya dengan tujuan yang sama yaitu membuat kesepakatan perjodohan itu.... Alasannya adalah karena ayahmu tidak mau kalian saling membunuh nantinya... Ayahmu saat itu sangat yakin suatu saat kamu pasti mendapatkan misi rahasia itu, lebih tepatnya ia tidak mau Kim merelakan nyawanya jika kamu ingin mengambilnya atas nama kepentingan negara... ” ujar Ibu Wana yang kini terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu secara mendalam,


“ Jadi satu-satunya cara adalah mengikat kalian dalam sebuah hubungan yang kuat, tapi saat itu ia masih terlihat sangat ragu untuk mengambil keputusan... Apalagi saat itu ia sedang dicurigai telah memihak para mafia karena hubungan masa lalunya yang berteman dengan ayahnya Kim... Jadi ibu tidak tahu pasti apa yang mereka sepakati saat itu hingga membuat wasiat agar kalian berdua menikah... ” ujar ibu Wana lagi,


“ Kenapa setiap kali mengetahui sesuatu... Selalu saja ada sesuatu yang lain yang tersembunyi dan harus aku gali lebih dalam untuk mengetahui kebenarannya? Kenapa dia tidak mau mengungkit masa lalu? Apa itu terlalu menyakitkan? ” gumam Aom pada dirinya sendiri sambil menerawang jauh ke depan,


"Sudah jangan berpikir terlalu banyak... Kamu bisa stress dan itu tidak baik untuk anak kalian, ayo kita pulang dan ibu akan menyiapkan makan malam yang enak dan sehat untuk calon cucuku ini... ” ujar ibu Wana dengan penuh kecerian di wajahnya,


***


Di dalam kamar,


Kim baru saja keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan dirinya, handuk putih menutupi bagian bawah tubuhnya sementara otot-ototnya masih belum terbalut sehelai benang pun saat ini...


Dreeet, Dreeet, Dreeet


Suara ponselnya bergetar di atas meja dekat lemari pakaian itu,


Sebuah panggilan dari Jeab...


Melihat nama yang muncul di layar ponselnya, Kim langsung mengangkat telepon itu, dilihat dari responnya yang cepat... Sepertinya memang ada sesuatu yang sangat penting yang ia perintahkan pada Jeab...


“ Hallo... ” ucap Kim setelah ia menggeser icon hijau di layar ponselnya dan merekapun terhubung satu sama lain,


“ Hallo bos, pria itu sudah sadar, kau yakin ingin menjadikannya bahan eksperimen? ” tanya Jeab to the point


“ Ya... Tapi aku ingin kau melakukannya secara perlahan, selama aku pergi jangan melakukan prosedur terlalu jauh... Aku juga ingin kau dan Zee fokus melindungi Aom, Pim dan juga ibu Wana... ” sahut Kim memberikan perintahnya pada Jeab,

__ADS_1


“ Jadi Zee akan kembali ke Thailand dan kau pergi ke Hongkong Kim? ” tanya Jeab lagi karena saat ini yang ia tahu Zee masih berada di Hongkong membantu Mario dan yang lainnya di sana,


“ Ya, aku menyuruhnya kembali... Paling tidak subuh nanti ia sampai di bandara, dan sebagai gantinya aku akan membawa Nan kembali ke Hongkong untuk menyelesaikan masalah di sana...” sahut Kim lagi,


“Siap bos... ” sahut Jeab dan Kim pun langsung mengakhiri teleponnya,


“ Lihatlah betapa kurusnya aku sekarang hahaha... ” ujar Kim ketika melihat pantulan dirinya sendiri di cermin,


“ Kenapa setiap mengingat pria asing itu perasaanku menjadi tidak nyaman? Ada sesuatu yang begitu aneh dalam dirinya yang membuatku terganggu... Feelingku mengatakan bahwa ada sesuatu yang sangat penting dalam diri pria itu... ” gumam Kim pada dirinya sendiri lagi,


Ia melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur lalu mulai memakai pakaian yang nyaman untuk ia kenakan saat ini,


***


Di dapur,


“ Aom, panggil Kim untuk ikut makan... Sepertinya ia masih ada di kamar ” pintar ibunya ketika mereka sudah hampir selesai memindahkan semua makanan ke meja makan,


“ Ya bu, aku panggil sekarang ” sahut Aom dan dengan begitu ceria ia berjalan menuju kamar yang ada di lantai 2, kelihatannya moodnya sedang sangat baik saat ini...


“ Sayang... Kamu dimana? ” tanya Aom ketika tidak melihat Kim di kamar,


“ Aku di balkon ” sahut Kim yang kemudian muncul dari pintu kaca menuju balkon itu,


“ Ayo kita makan, ibu memasak banyak makanan enak loh... ” ujar Aom yang langsung menarik tangan Kim dan dengan cepat mengajaknya ke bawah untuk makan malam, sementara Kim hanya menatap punggung Aom dengan tatapan datarnya... Entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang,


Makan malam mereka pun berlangsung dengan begitu menyenangkan diselingi canda tawa, benar-benar terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia...


Dreeet, Dreeet, Dreeet


Sebuah pesan masuk ke ponsel Kim yang masih dalam mode senyap itu,


“Aku dan Pim sudah pulang tapi rumah utama terlihat sepi paman, kalian dimana? ” isi pesan teks dari Lee,

__ADS_1


“ Di rumah neneknya Pim, besok pagi baru akan kembali ” balas Kim


“ Tolong jaga Pim ” balas Kim lagi sambil tersenyum tipis,


“ Kalian tidurlah sekarang, Aom perlu banyak istirahat... Jangan biarkan istrimu terlalu banyak berpikir Kim...” ujar ibu Wana pada mereka berdua,


“ Aku mau membantu ibu membereskan semuanya dulu... ” sahut Aom,


“ Tidak usah, nanti pelayan yang akan membersihkan semuanya... Kalian tidurlah... ” sahut ibu Wana lagi,


“ Ayo jangan keras kepala lagi ” ujar Kim sambil mengelus lembut kepala Aom,


“ Aom... ” ujar ibu Wana lagi lalu mengedipkan matanya pada putrinya itu ketika ia menoleh, dan Aom hanya mengangguk sambil tersenyum penuh arti,


“ Tidurlah, aku akan mengirim beberapa berkas dulu...” perintah Kim pada Aom yang sudah duduk di tepian tempat tidur,


Kim duduk dan fokus pada laptopnya, setelah beberapa saat tiba-tiba sebuah bunga muncul di depan wajahnya...


“ Camelia merah... Apa ini untukku? ” tanya Kim sambil mendongakkan kepalanya melihat Aom yang berdiri di belakangnya,


“ Iya tentu saja untukmu sayang... Itu bunga yang cantik kan? ” sahut Aom sambil tersenyum bangga, ia semakin merasa senang ketika Kim tersenyum semakin lebar,


“ Ibu memberikan saran yang bagus... Tapi aku baru tahu Kim suka bunga... ” gumam Aom pada dirinya sendiri,


“ Kemarilah, duduk di pangkuanku... ” pinta Kim sambil tersenyum penuh arti,


“ Kenapa senyum terus sayang? Kamu sangat suka bunga? Aku baru tahu seorang Kim Hans Suppanad yang sangat ditakuti ini ternyata sangat suka bunga... Hihihi” ujar Aom sambil cekikikan saat ia duduk di pangkuan Kim,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2