
HAPPY READING GUYS
________________________
Merekapun segera turun dari lantai atas menuju ke lantai satu dan menuju lobby dimana Petjah sudah menunggi di dalam mobilnya, bersiap untuk mengantar bos Kim dan nyonya kesayangan bos Kim nya itu kemanapun mereka mau saat ini...
"silahkan tuan..." ucap Petjah saat ia sudah membukakan pintu untuk Kim dan Aom...
"terima kasih..." sahut Aom dengan ramah
"antarkan aku ke butik L&J" perintah Kim pada Petjah
"baik tuan..." sahutnya dan langsung menutup pintu mobil saat Kim dan Aom sudah masuk kedalam mobil, kemudian ia berputar menunju kursi kemudi dan segera meluncur menuju lokasi tujuan bosnya itu...
"sayang hentikan... kamu ini nakal sekali, berhenti menciumiku!" ucap Aom di tengah perjalanan karena Kim dengan jahilnya terus menggoda dan menciumi istrinya itu
"kenapa? apa kamu malu padanya?" tanya Kim sambil menunjuk Petjah yang fokus menyetir di depan
"tentu saja, kamu tidak boleh sembarang melakukan hal-hal intim di hadapan orang lain... aku kan malu" sahut Aom
"baiklah, kalau dia terganggu karena apa yang aku lakukan aku akan berhenti..." ujar Kim sambil menatap Petjah di kursi kemudi mobil mereka itu...
"dasar curang... mana mungkin ada yang berani bilang padamu hal-hal seperti itu, yang ada kamu akan melenyapkan mereka..." gerutu Aom yang merasa dicurangi... lagi pula siapa yang benar-benar berani melawan Kim atau menentangnya? huh! mustahil... pikirnya...
"tidak... aku benar-benar serius... jika ia terganggu aku akan berhenti..." sahut Kim serius
"tidak tuan... saya sama sekali tidak terganggu... bahkan saya tidak sekalipun melirik ke belakang... sumpah demi tuhan..." ujar Petjah dengan sangat tulus
"tuh kan... sudah dengar sayang? tidak akan ada yang berani memperhatikan kita... kamu saja yang terlalu cemas..." ucap Kim yang terdengar seperti seorang bocah yang sedang kesal karena mainannya direbut darinya....
__ADS_1
"hmmm... tuan maaf, apa mungkin perlu saya carikan motel di dekat sini agar tuan merasa lebih nyaman?" tanya Petjah dengan sangat polosnya namun benar-benar membuat wajah Aom memerah malu...
"tidak! tidak usah... percepat saja sampai ke butiknya itu sudah cukup" sahut Aom dengan cepat
"hahaha... kau membuat istriku malu Petjah..." ujar Kim sambil tertawa lepas
"ah... maafkan saya nona Aom..." sahutnya dengan sopan dan terlihat sedikit panik
"tumben-tumbenan dia tidak marah jika ada anak buahnya yang memanggil namaku... biasanya langsung memasang wajah masamnya..." gumam Aom dalam hatinya
"ah ya... Aom kenalkan dia Petjah... dia baru kembali dari luar kota bersama dengan Ji... dan dia adalah orang yang menolongku dulu saat aku mengalami kecelakaan pesawat 18 tahun lalu..." ujar Kim mengenalkan Petjah pada Aom untuk pertama kalinya...
"ah? benarkah? terima kasih banyak kak Petjah atas bantuannya... maaf aku tidak mengenalimu..." ujar Aom yang langsung maju dan melihat Petjah dari dekat...
"sudah, tidak perlu sampai segitunya! apa kamu mau menciumnya dengan jarak sedekat itu?!" ujar Kim yang terlihat cemburu melihat reaksi Aom yang menurutnya terlalu berlebih-lebihan itu...
"aku sungguh-sungguh berterima kasih kak... jika bukan karena kakak aku tidak tahu bagaimana nasibku dan Art saat itu... terima kasih banyak kak..." ujar Aom lagi... sampai Kim benar-benar menarik dirinya dan mendekapnya dengan erat...
"memangnya kamu adiknya, isi panggil kakak begitu... aku tidak suka mendengarnya..." ujar Kim begitu posesif...
"iya-iya... tidak akan lagi sayang... lepaskan ya..." bujuk Aom
"baiklah, lagi pula kita sudah sampai..." sahut Kim melepaskan pelukannya pada Aom
"dia semakin manja saja... benarkah dia Kim Hans yang sangat dingin saat awal pertemuan kami itu? hahaha" gumam Aom dalam hatinya, ia tertawa bahagia karena benar-benar merasa dicintai dengan amat sangat oleh Kim nya...
"selamat datang tuan Kim, silahkan masuk..." ujar Pemilik butik itu sekaligus desainernya juga yang menyambut Kim secara langsung...
"hallo nona cantik... mau aku pilihkan beberapa gaun yang cantik untukmu?" tanya pria itu dengan gestur khas para desainer fashionnya biasanya... namun belum sempat ia menyentuh bahu Aom tangannya sudah di tepis oleh Kim dengan cepat...
__ADS_1
"jangan coba-coba untuk menyentuh istriku jika kau masih sayang nyawamu!" ucap Kim memperingatkan pria itu
"Hey bro... calm... calm... aku hanya ingin memilihkan gaun yang indah untuk istri cantik temanku ini... apanya yang salah?" sahut pria yang pernah menjadi teman Kim saat ia berada di New York dulu...
"kau masih saja bersikap dingin ya... hanya saja aku terkejut saat tahu kau sudah menikah... akhirnya ada juga wanita yang berhasil menundukkanmu hahaha..." ejeknya pada Kim tanpa peduli siapa sebenarnya Kim dan seberapa mengerikan latar belakangnya...
"jangan banyak bicara kau Maxim... istriku ingin memilihkan beberapa jas untukku... berikan koleksi terbaikmu" perintah Kim kemudian pria yang bernama Maxim itu langsung mengajak Aom melihat koleksi jas-jas terbaik yang telah ia buat selama ini...
"kau pasti bosan kan melihat dia memakai pakaian yang dominan hitam? tanganku juga selalu gatal ingin mengganti selera fashionnya... eh ngomong-ngomong kenalkan namaku Maxim, namamu siapa?" tanya Maxim pada Aom
"namaku Aom, senang mengenalmu max" sahut Aom sambil tersenyum pada Maxim
"ooo nama yang bagus... ngomong-ngomong bagaimana kamu menjinakkan pria dingin itu? bahkan dulu ribuan wanita cantik di New York tidak berhasil mengencaninya sekalipun... aku sempat takut jika ia mengalami disorientasi seksual hahaha..." bisik Maxim pada Aom, ucapan dari Maxim itu membuat Aom benar-benar penasaran, sebenarnya bagaimana Kim dulunya saat masih muda... apa saja yang tidak ia tahu akan diri Kim semakin hari semakin terasa baru...
Kim benar-benar seperti kotak Pandora yang memiliki jutaan rahasia terpendam di dalamnya...
Memang Kim akan menjelaskan apapun yang ingin Aom tahu tentang dirinya, namun itupun jika Aom bertanya... jika tidak seorang Kim Hans tidak akan mungkin menceritakan tentang dirinya pada siapapun...
"1 cm lagi kau mendekati istriku, jangan harap butikmu ini masih bisa berdiri dengan sempurna besok Max" ancam Kim
"Kim... aku akan pilihkan beberapa jas untukmu cobalah dan jangan mengeluh" ujar Aom sambil memilih beberapa jas yang ia pikir akan sangat cocok untuk Kim kenakan...
"aku akan memakai kesempatan ini untuk menggali lebih dalam masa lalu Kim dari teman lamanya ini... hihihi... beruntung sekali aku mau membelikannya jas malah dapat bonus kisah hidupnya saat masih muda..." pikir Aom, ia sangat antusias untuk mengulik bagaimana kehidupan Kim nya dulu saat ia masih muda... yang katanya sempat satu tahun lebih tinggal di New York...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐