
Hay Guys... Author dateng lagi nih...
selalu bisa up hanya tengah malem atau subuh, karena lagi banyak banget deadline yang harus diselesaikan dengan baik tanpa terkecuali di dunia nyata ini hehehe....
andaikan author jadi Kim Hans yang kaya banget dan berkuasa pasti enak... wkwkwk...
ah ngayalnya ngelantur aja nih 😂
baiklah tanpa berlama-lama lagi, author persembahkan part selanjutnya....
HAPPY READING GUYS
____________________
"Waduh... ternyata mau dipeluk juga nih anak papa yang ganteng ini? Sini..sini.." ucap Kim yang langsung mengambil Art dari gendongan neneknya itu
"Syukurlah kalian sudah kembali akur... Mama sangat bahagia melihatnya... dari sejak perjodohan itu di rancang ibu sudah yakin kalau kamu adalah pria terbaik yang akan mendampingi putri kesayangan ibu ini Kim..." Ujar mama Aom dan dibalas senyuman manis dari KimAom, keduanya juga merasa sangat bahagia karena perlahan hubungan diantara mereka sudah semakin membaik...
Bulan berganti bulan.... Tahun pun sudah berganti...
1 tahun telah mereka lewati dengan sangat bahagia...
Walaupun terkadang masih ada pertengkaran kecil antara Kim dan Aom tapi itu tak pernah sekalipun bisa mengurangi rasa cinta dan sayang mereka berdua...
Art sudah tumbuh semakin besar dan pintar sekarang ini...
Untuk anak seumurannya, ia termasuk sangat jenius karena di usia 4 tahun ia sudah bisa membaca dan berhitung dasar-dasar matematika, ia sangat semangat belajar namun dengan 1 syarat papanya lah yang harus mengajarinya...
Dan tak lupa pula seni beladiri pun sudah sedikit demi sedikit ia kuasai atas didikan papa kesayangannya ini... walaupun ia masih terlalu kecil untuk berlatih bela diri sebenarnya...
lalu hari ini saat Kim memberikannya mainan yang banyak dan disuruh memilih hanya dua benda diantara semua benda yang ada di depannya itu, ia hanya akan boleh mengambil dua hal yang paling ia sukai...
setelah mengamati semua benda-benda yang ada di hadapannya, Art telah menetapkan pilihannya... ia tersenyum melihat kedua benda yang ingin ia pilih...
Dan ternyata Art memilih sesuatu yang sama persis dengan Kim dulu...
Di depan Art di taruh gitar, buku, tablet, stetoskop, monopoli, samurai dan pistol... Art mengambil samurai dan pistol itu dengan gembira...
__ADS_1
"Aku mau ini ayah.." sahut Art antusias, Kim dan Yang Mao saling tatap lalu Tersenyum lebar...
"Dia sama persis denganmu Kim..." Ujar Yang Mao bangga
"Hahaha tentu saja kak... dia adalah putraku... Lalu bagaimana dengan Chao kak?" Tanya Kim
"Dia memilih pistol dan tablet... Sedikit berbeda denganku memang... Tapi tidak buruk... Itu lebih baik... Hahaha" ujar Yang tertawa
"Harusnya kakak mengajaknya kemari..." Ujar Kim
"Tidak... Nanti saja saat dia sudah lebih besar Kim..." Sahutnya
Sore harinya Yang Mao kembali ke China setelah menyelesaikan semua urusannya di Thailand...
Kim kembali ke rumahnya setelah mengantar kakaknya ke bandara... Ia melihat Art tertidur di sofa sedangkan Aom masih mencuci piring bekas makanan Art di dapur... Kim membawa Art ke dalam kamarnya, dan menyelimutinya agar tidak kedinginan...
Setelah itu ia menghampiri Aom yang telah selesai dengan pekerjaannya itu...
"Kim ...." Ucap Aom lembut setelah merasakan tangan kekar Kim memeluknya dari belakang...
"Apa kamu merindukanku setelah sekian lama aku sangat sibuk bekerja di pelabuhan dan pulang larut malam sayang?" Tanya Kim sambil mencium pipi istrinya ini…
Cuppp....
Aom mencium bibir Kim dan sedikit memainkannya... Tentu saja Kim tidak tinggal diam, ia membalas ciuman Aom dengan penuh semangat...
Setelah cukup lama mereka berciuman, Aom melepaskan ciumannya dan tersenyum manis kepada Kim sebelum semuanya berujung ke ranjang besar mereka di kamar...
"Tentu saja aku sangat merindukanmu sayang... Itu sudah pasti... Tidak perlu kamu tanyakan lagi..." Bisik Aom dengan lembut dan menggoda...
Kim hanya tersenyum dan tanpa basa-basi ataupun aba-aba lagi ia langsung menggendong Aom ala bridal style menuju kamarnya... Ia membawa Aom masuk kedalam kamar mereka dan menjatuhkannya di atas kasur empuk nan lembutnya itu...
"Aku pikir sudah saatnya Art memiliki seorang adik untuk menemaninya bermain..." Ujar Kim dengan tatapan mesum dan menggodanya itu kepada Aom dan itu membuat Aom langsung tersipu malu...
"Sudah siap?" Tanya Kim setelah melepaskan jas dan gespernya
"Siapa takut!" Seru Aom penuh percaya diri, sebenarnya ia juga sangat merindukan sentuhan lembut Kim pada dirinya yang selalu membuatnya merasakan kenikmatan dan
"Jangan salahkan aku jika besok pagi kamu akan sulit berjalan sayang!" Sahut Kim antusias dengan suara tertahan karena nafsunya sudah berada di ubun-ubunnya, sudah benar-benar tak dapat ia tahan lagi sekarang….
Mulai dari setiap sentuhan lembut Kim yang melucuti semua pakaian yang melekat pada diri Aom, begitupun pakaian yang ia kenakan sudah ia tanggalkan secara perlahan sambil menikmati setiap centi tubuh indah istrinya ini…
__ADS_1
mulai dari ciuman lembut berubah menjadi ciuman panas hingga menyelesaikan pergulatan panas mereka berdua malam ini sampai subuh menjelang Kim baru membebaskan Aom dari siksaan kenikmatan yang ia berikan malam ini kepada istrinya…
sungguh pria ini terlalu perkasa untuk dilawan, tidak di kehidupan sehari-hari atau diatas ranjang sekalipun… dia benar-benar kuat dan perkasa....
Aom sudah terkulai lemas dengan nafas memburu… ia tak menyangka kalau keisengannya menggoda Kim akan membuat dirinya kehabisan tenaga, bahkan hanya untuk berdiri saja sekarang sudah sangat susah…
matanya sudah sangat berat ingin segera tidur… namun badannya terlalu lengket karena keringat mereka berdua setelah pertempuran panas itu
“Kim…” panggil Aom kepada suaminya yang memeluknya dari samping sekarang
“Iya sayang?” sahut Kim sambil mencium pipi mulus Aom itu tanpa permisi
“Apa kamu menyesal sekarang karena sudah menantangku? Hahaha” ujar Kim dengan bangganya
“Iya… aku kalah, kau memang hebat…” sahut Aom merona malu, mulutnya ini memang tak bisa dikendalikan kalau sudah menikmati siksaan dari Kimnya ini… ingin rasanya ia bisa melakban mulutnya saja agar tak membuat masalah karena selalu menantang keperkasaan Kim… hahaha…
“Tubuhku lengket sayang…” ucap Aom sambil membelai pipi Kim
“Lalu?” tanya Kim tanpa berdosa
“Huh? Lalu? Kau lihat aku bahkan tak punya tenaga lagi untuk berdiri gara-gara siapa?!” ucap Aom sambil menghentak tangannya di depan dada bidang Kim
“Hahaha oke-oke sekarang istriku minta apa setelah melayani suaminya dengan.. sangat… baik.. ini?” tanya kim sambil menekankan katanya itu dan terkekeh melihatnya
“Gendong…” pinta Aom manja
“Uhuy… ada bonus ronde selanjutnya nih kayaknya…” goda Kim yang langsung dihadiahi jitakan di kepalanya oleh Aom
“Mau membuatku mati kelelahan huh?!” ucap Aom dengan wajah cemberutnya
“Bercanda sayang… jangan cemberut gitu, nanti cantiknya hilang… hehehe” sahut Kim sambil menggendong Aom menuju kamar mandi mereka itu…
merekapun berendam air hangat sebentar walaupun sekarang ini sudah subuh....
____________________
Jangan lupa like, vote dan komentarnya guys...
karena dukungan, kritik dan saran kalian sangat berguna bagi author kedepannya...
Love you guys....
__ADS_1