His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Sesuatu Yang Janggal


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Kim menarik tangan putranya menjauh, napasnya mulai normal kembali dan ia juga mulai dapat berpikir dengan lebih jernih,


"kau harus mulai melakukan konsultasi ke psikiater lagi Kim Han, kondisi mental healthmu sudah berada dalam taraf menghawatirkan... dirimu tidak lagi dapat berpikir secara rasional, banyak keputusan yang sangat salah telah kau ambil... Jangan sampai ini berlangsung lebih lama lagi Kim..." ujar Jeab,


Kim memang sudah lama tidak pernah bertemu dengan psikolog untuk mengatasi masalah kejiwaannya, sudah hampir 20 tahun ia tidak pernah membutuhkannya karena dengan adanya Aom membuat keadaan mental Kim relatif lebih stabil...


"Ya, aku rasa sekarang aku membutuhkan terapi lagi..." sahut Kim


"Kita bisa langsung ke rumah sakit, paling tidak nanti konsultasinya hanya 1-2 jam saja" sahut Jeab lagi sambil memainkan ponselnya untuk membuat jadwal konsultasi Kim saat itu juga,


"Dengan situasi seperti ini apa kami akan tetap pergi hari ini ayah?" tanya Art


"Ya kalian tetap pergi ke Hongkong dan masalah disini ayah yang akan menyelesaikannya... jangan khawatirkan apapun, kalian hanya perlu fokus pada misi kalian berdua, tidak perlu peduli akan hal lain karena semuanya pasti akan beres" sahut Kim yang langsung pergi bersama Jeab dan Zee


"Ayo kak kita perlu mandi lagi hahaha" ujar Tan


"kau benar... Ayo... " sahut Art sambil tersenyum tipis karena mereka memang sudah sangat lusuh lagi padahal seharusnya mereka sudah siap berangkat ke Hongkong tadinya,


***


Di rumah sakit,

__ADS_1


Sembari para perawat menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk mengecek kadar hormon dan zat-zat yang terkandung dalam tubuh Kim, Jeab mengajaknya untuk bertemu dengan pasien yang membuatnya sangat penasaran...


Selain rasa familiar yang aneh, tubuh dari pasien yang merupakan pria muda yang kisaran umurnya kurang lebih seperti Art itu juga cukup abnormal dalam dunia medis karena penyembuhan lukanya hampir lebih cepat 2x lipat dari manusia pada umumnya...


dengan luka yang separah itu, ia sudah bisa kembali sadar hanya dalam hitungan beberapa hari saja... Tulang-tulangnya yang patah juga pulih dengan kecepatan yang menakjubkan hingga Jeab harus selalu menggunakan rontgen berkali-kali untuk mengamati proses penyembuhan pria ini...


"ini ruangannya, pemuda itu ada di dalam sana... " ujar Jeab pada Kim ketika mereka baru saja sampai di depan ruang rawat pasien itu,


"cepat buka dan lihat pria itu agar aku bisa segera pergi dari sini, aku harus cepat agar bisa menyusul istriku ke Phattaya... " sahut Kim dengan malas karena ia sama sekali tidak tertarik akan hal ini, ia mau datang kemari hanya karena Jeab begitu keras kepala dan terus mengoceh yang membuat Kim kesal,


Setelah mereka masuk ke dalam ruangan itu, terlihat jelas ada seorang pemuda yang terbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidur rumah sakit itu... Jika dilihat dari postur tubuhnya, pria itu tampak begitu tinggi dan cukup kekar untuk skala pria pada umumnya...


Namun saat menatap wajah pemuda itu, ada sedikit perasaan aneh yang dapat Kim rasakan... Sesuatu perasaan yang tidak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata, perasaan seperti dejavu bertemu orang yang sangat familiar, perasaan seperti ada sesuatu yang tidak ia ketahui tapi sudah terjadi di dunia ini...


"Apa kau merasakan hal yang aku rasakan Kim? entah mengapa pemuda ini seperti punya sesuatu yang misterius... dia memberikan perasaan seperti seseorang yang sangat dekat dan begitu familiar walaupun kita baru pertama kalinya bertemu... apakah ini yang disebut dejavu? tapi kapan kita bertemu dengan pemuda ini? mustahil jika kita merasakan suatu kedekatan batin dengan seseorang yang bahkan belum pernah kita temui sebelumnya bukan? " tanya Jeab panjang lebar pada Kim yang masih menatap wajah pemuda itu seakan-akan sedang meneliti sesuatu...


"tidak mungkin... aku sudah meminta Zee untuk memeriksa semua data yang kita miliki tapi tidak satupun ada yang memiliki hubungan kekerabatan dengan pemuda ini... Dengan kata lain ia pasti berasal dari luar, bukan merupakan bagian dari SDG... dan yang membuatku semakin penasaran adalah tidak ada sedikitpun tanda pengenal yang ditemukan pada dirinya, sidik jarinya juga tidak terdaftar di basis data nasional..." sahut Jeab


"kau benar, ada sesuatu yang aneh dari pemuda ini... dia seperti bukan merupakan orang asing, tapi siapa pemuda ini yang bahkan bisa membuat kita berdua merasa tidak asing saat melihatnya? ini terlalu janggal... aneh sekali... buat investigasi khusus mengenai hal ini, minta Nan menyiapkan tim kecil untuk mencoba menggali informasi yang seakurat mungkin dan... " ujar Kim terpotong karena pintu ruangan itu diketuk oleh salah seorang perawat yang datang untuk melaporkan bahwa semua persiapan untuk pemeriksaan bos besar mereka ini telah selesai dilakukan...


Tok! Tok! Tok!


"semuanya sudah siap di ruangan 702 tuan... " ujar perawat itu sambil menundukkan kepalanya memberi hormat kepada kedua bosnya ini,


"baiklah kami segera kesana... " sahut Jeab, lalu setelah perawat itu pergi meninggalkan ruangan itu,

__ADS_1


"dan apa?" tanya Jeab lagi pada Kim,


"dan jangan sampai melewatkan detail sekecil apapun karena aku mempunyai firasat yang kurang baik akan hal ini... sesuatu terasa sangat aneh akhir-akhir ini, jangan sampai kita lengah sedikitpun tentang segalanya, karena sesuatu yang kecil mungkin saja bisa menjadi peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh para musuh kita yang telah bersembunyi selama belasan tahun di balik bayangan hitam itu..." sahut Kim mengingatkan Jeab untuk tetap waspada, setelah itu merekapun pergi untuk melakukan pengecekan menyeluruh dari kandungan hormon yang ada di dalam tubuh Kim, hingga zat-zat yang mungkin bersifat patogen yang telah terakumulasi dalam tubuhnya yang dapat menyebabkan dampak tanpa diketahui...


***


30 menit kemudian,


di dalam ruang konsultasi bersama psikiater yang telah menangani Kim sejak dulu,


"hal ini cukup lumrah terjadi mungkin dikarenakan oleh tekanan emosional yang Anda alami akhir-akhir ini sudah menumpuk hingga semua itu terakumulasi dan menyebabkan beberapa gangguan psikologis pada diri anda tuan... tapi tidak apa-apa, dengan rutin melakukan terapi seperti sebelumnya anda bisa kembali mengontrol emosi yang anda miliki dalam diri anda tuan..." ujar psikiater itu setelah kurang lebih 30 menit lamanya Kim dan psikiater itu melakukan konsultasi terhadap gangguan emosional yang kembali Kim rasakan akhir-akhir ini...


"maaf tuan, ini hasil pemeriksaannya sudah keluar..." ujar salah seorang perawat yang baru saja masuk membawakan hasil lab kandungan hormon dan juga zat yang terkandung dalam tubuh Kim,


Awalnya ketika membaca laporan medis itu wajah psikiater itu terlihat santai seperti biasanya, tapi setelah lembar demi lembar berlalu, tiba-tiba wajahnya mulai menegang dan terlihat cukup terkejut melihat hasilnya...


"maaf tuan, tapi saya tarik kata-kata saya barusan... kemungkinan besar ini bukan karena anda merasakan tekanan yang luar biasa, tapi anda telah dimanipulasi agar secara bertahap anda mulai berhalusinasi tentang sesuatu hal yang dapat memperburuk kondisi emosional dan juga kondisi fisik anda secara menyeluruh namun perlahan..." ujar psikiater itu sambil menunjukan sebuah lembar hasil pemeriksaan medis milik Kim itu...


"Heroin?!" pekik Jeab saat melihat laporan itu, sementara Kim terlihat menatap laporan medis itu dengan tatapan matanya yang sangat tajam...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2