
HAPPY READING GUYS
________________________
"Hey sayang... yang benar saja... aku menolak model yang satu ini... aku tidak mau warna pink" protes Kim sambil membuang jas itu sembarangan ke lantai...
"itu warna peach sayang... bukan pink..." sahut Aom geleng-geleng kepala karena Kim pikir itu juga termasuk wana pink
Tapi memang benar, Kim tidak bisa disalahkan bukan? Mana ada laki-laki yang peduli dengan pembagian warna yang begitu ribet ala-ala perempuan-perempuan itu... warna hijau saja bisa terbagi menjadi banyak, hijau tua, hijau tosca dan hijau-hijau lainnya...
sungguh... laki-laki tidak akan peduli akan hal itu, yang terpenting warnanya menarik ya sudah langsung suka...
eh tapi...
ada 'sebagian kecil' laki-laki yang benar-benar peduli akan hal-hal seperti itu...
"ini juga... jas macam apa ini berwarna biru seterang ini... kalau aku pakai itu bisa-bisa aku dikira supir bus..." protes Kim lagi sambil membuang jas itu...
"tuh benarkan... dia itu tidak suka warna terang hihihi..." bisik Maxim pada Aom karena sebenarnya ialah yang memilih beberapa jas yang telah dilempar oleh Kim ke lantai itu
"ya sudah cobalah yang menurutmu bagus sayang..." sahut Aom sambil menahan tawanya...
"Max coba ceritakan padaku bagaimana kalian bisa saling kenal dulu? kalian pertama kali kenal dimana?" tanya Aom dengan mata yang berbinar-binar saking antusiasnya
"dulu aku mengenalnya pertama kali di New York... aku kabur dari rumahku di Miami sampai ke New York... aku berusaha mencari pekerjaan tapi selalu gagal... pada akhirnya aku menjadi gelandangan selama hampir sebulan, sampai aku melihat seorang anak muda seumuranku sedang bersembunyi di balik tong sampah besar sambil terus mengotak-atik laptopnya yang memperlihatkan bar saham... sungguh aku tidak menduga kalau saat itu ia sedang berusaha membuat salah satu perusahaan besar bangkrut... aku tahu itu karena aku juga pernah diajari tentang bagaimana pergerakan pasar saham oleh ayahku... jatuh bangun sebuah perusahaan besar sangat dipengaruhi oleh pergerakan sahamnya... saat itu kami masih sangat muda... tapi akhirnya karena keras kepalaku dan juga aku tahu rahasia tentang apa yang Kim lakukan disana, pada akhirnya membuat kami berteman sampai sekarang... tapi aku berteman dengannya hampir seperti menggunakan pisau bermata dua... ada senangnya dan juga banyak bahayanya...
__ADS_1
setiap hari kami diburu para gangster yang disewa oleh para pemilik perusahaan yang dikacaukan olehnya... sungguh hidup yang sangat menantang berada di sampingnya... hahaha" sahut Maxim dengan panjang lebar menceritakan pertemuannya dengan Kim dengan suara setengah berbisik secara singkat
"kenapa ia melakukan itu? apa untuk menguntungkan perusahaannya? Hans Group?" tanya Aom dengan suara yang sama setengah berbisik juga
"tidak Aom... mungkin kau akan terkejut mendengar jawaban yang ku dapatkan darinya ketika itu... Kim melakukan itu untuk latihan saja katanya... bukan untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri... setelah ia rasa cukup, kau tahu apa yang ia lakukan dengan uang sebanyak itu? miliaran dolar dia sumbangkan ke berbagai yayasan dan panti asuhan... dan 10% uangnya ia berikan padaku, katanya sebagai ucapan terima kasih karena sudah sering membantunya... padahal sebenarnya dia yang membantuku mendapatkan pekerjaan, prestasi dalam pekerjaanku itu juga semua hasil dari otaknya..." ujar Maxim
"dan dia menyuruhku untuk melanjutkan kuliah agar aku bisa menjadi desainer... dia tahu aku ingin menjadi desainer, bahkan aku tidak pernah mengatakan apapun tentang hobiku ini, tapi dia bisa tahu itu ajaib sekali..." ujar Maxim lagi
"berarti dia dekat denganmu Max?" tanya Aom lagi
"tidak... dia tetap pria misterius, pria yang dingin dan kejam... ia mampu membunuh para gangster yang mengepung kami malam itu dengan sangat cepat... sungguh gila... aku merinding melihatnya membantai orang-orang itu... dia benar-benar seperti mesin pembunuh ketika itu..." sahut Maxim lagi
Saat Aom ingin menanyakan beberapa hal lagi yang lebih menarik daripada beberapa hal tadi yang sebenarnya ia sudah tahu dan terlihat dari Kim di kesehariannya itu...
tiba-tiba saja Kim sudah muncul dari ruang ganti dan memperlihatkan dirinya yang mengenakan setelan jas berwarna merah maroon itu...
"iya kamu tampan sayang... coba yang warna abu tadi juga ya... sepertinya akan terlihat cool jika kamu memakainya..." sahut Aom penuh antusias dan ia mengambil beberapa stelan jas lagi... lalu ia serahkan ke tangan Kim...
"aku harus mencoba ini semua? yang benar saja sayang..." protes Kim karena terlalu banyak yang harus ia coba...
"demi aku kamu tidak mau sayang?" sahut Aom dengan wajah memelasnya...
"haaaahhhh... ya ya baiklah..." ujar Kim pasrah dan masuk kembali ke ruang ganti itu, mencoba satu persatu setelan jas itu
"sial, kau bisa membuat Kim menjadi sepenurut itu Aom... ini gila..." ujar Maxim
__ADS_1
"Memangnya kenapa Max?" tanya Aom heran
"jangan sampai kau melukai hatinya... jika nanti kau melukainya, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan... hanya dengan mengenalnya satu tahun saja aku merasa ngeri terhadap karakteristiknya... dia luar biasa..." ujar Maxim disisipi sedikit pujian untuk Kim namun dengan intonasi yang lebih kearah ngeri...
"Max... bisa ceritakan tentang dia, maksudku apa dia pernah jatuh cinta begitu di New York atau berkencan dengan wanita?" tanya Aom penasaran
"seperti yang aku bilang tadi... dia sama tidak pernah tertarik pada wanita manapun, makanya aku sedikit dibuat terkejut saat mendengar ia sudah menikah... aku sempat berpikir dia homoseksual karena benar-benar tidak menyentuh wanita di kota sebebas New York... kau tahu, pergaulannya sangat bebas disana... banyak wanita yang mencoba mengencani Kim, bahkan banyak wanita yang coba memperkosanya karena terlalu terobsesi akan wajahnya yang tampan dan tatapan matanya yang cool itu... tapi mereka semua berakhir di ranjangku... hahaha... hari-hari seperti itu nikmat sekali..." ujar Maxim sambil membayangkan hari-hari di masa mudanya itu
"maksudmu?" tanya Aom yang tak begitu paham bagaimana bisa wanita yang menggoda Kim bisa berakhir di ranjangnya?
"jadi begini... Kim mengizinkanku untuk ikut tinggal di apartemennya, kebetulan ada dua kamar... nah setiap ada wanita yang memaksakan dirinya agar bisa tidur bersama Kim, Kim pasti akan mengajaknya minum sampai benar-benar mabuk... setelah itu ia membawanya ke kamarku dan akulah yang tidur dengan mereka hahaha... ya tentu pakai pengaman agar semuanya aman..." sahut Maxim dengan entengnya... ia benar-benar orang yang sangat terbuka
"ah ya... aku ingat... saat aku curiga padanya tentang ketidak tertarikannya kepada para wanita itu, akhirnya ia mau mengaku, itu semua karena ia bilang sudah ada seseorang yang ia cintai, ia tidak akan mau bercinta dengan orang lain karena ia selalu melihat gadis itu di benaknya ketika ia dicium atau digoda wanita lain... tapi ia tidak pernah mau menceritakan apapun padaku... sungguh gila ia bisa menahan diri sejauh itu..." ujar Maxim lagi sambil menggelengkan kepalanya mengingat kegilaan mereka di musim panas...
Saat itu mereka mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari pasar saham, namun untuk memuluskan penarikan dananya Maxim harus meniduri seorang banker janda kesepian agar wanita itu mau membantu proses pencairan uangnya... ini pun ia lakukan tanpa sepengetahuan dari Kim Hans....
"itu hal tergila yang pernah aku lakukan semasa mudaku... ya walaupun rasanya enak dan aku menikmatinya hahaha" batin Maxim tersenyum saat ia melihat Kim keluar dengan mengenakan setelan jas berwarna abu-abu itu
"apakah alasan dia tidak mau bercinta dengan wanita lain itu adalah aku? jadi Kim tidak pernah menyentuh wanita manapun selain Kao?" gumam Aom dalam hatinya sendiri...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐