His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Rasanya Sangat Enak ~Kim Hans


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Booom!!!


Lidahnya terasa seperti sedang dibakar hidup-hidup, ini bukan kari ayam yang ditambahkan cabai... Tapi lebih pas jika dikatakan sebagai sambal cabai yang ditambahkan kari ayam!


"Uhuuk!" Kim terbatuk sangat pelan, berusaha menyembunyikan rasa pedas yang saat ini ia rasakan di depan Aom, karena ia tidak mau Aom sedih karenanya... Ya, walaupun belum tentu Aom sedang berada pada mood swing nya namun Kim lebih memilih untuk mencari zona amannya...


"Bagaimana? Apa itu enak sayang?" Tanya Aom dengan antusiasme yang tinggi, wajahnya terlihat berseri-seri... Tersenyum dengan manis dan sangat polos seperti anak kecil yang imut...


Inilah salah satu sisi yang dapat dan sangat Kim sukai ketika Aom sedang dalam mood swing nya, ia terlihat begitu manis, indah dan cantik... Sebuah ciptaan yang begitu murni ini benar-benar ingin Kim nodai dengan tangan nakalnya untuk menciptakan benih-benih keindahan lainnya di muka bumi ini...


Dengan wajah yang sedikit memerah dan keringat yang mulai keluar di dahinya Kim menjawab dengan penuh keyakinan dan terdengar begitu tegas pada Aom,


"Ini sangat enak sayang... Selera istriku memang luar biasa!" Sahut Kim sambil tersenyum sangat manis pada Aom, sementara ketiga anaknya hanya bisa melotot mendengar apa yang ayah mereka bilang barusan dengan santainya...


Bagaimana semangkuk kari ayam yang telah dicampur dengan begitu banyak cabai bisa tetap enak? Tidakkah itu akan membakar perut?! Itu terlalu ekstrim dan gila! Siapapun bisa masuk rumah sakit jika mereka tidak punya perut yang cukup kuat untuk menerima serangan cabai pedas itu pada perut mereka setelah memakannya...


"Tidak mungkin itu enak! Ayah gila!" Seru Tan dalam hatinya,


"Ayahku suami terhebat! Bagaimana pun aku harus mendapatkan pria yang sama seperti ayah! Aaa... Aku tidak sabar menikahi pria yang seperti itu!" Seru Pim dalam hatinya,


"Respect ayah... Angkat topi dan penghormatan tertinggi hanya untukmu..." Gumam Art dalam hatinya,


Mereka bertiga benar-benar seperti sedang menonton adegan drama komedi romantis yang sering di tayangkan di layar kaca alias televisi itu... Ini bahkan lebih dramatis daripada itu...


Ayah mereka dengan penuh cinta menghabiskan makanan yang layaknya neraka itu dan berpura-pura pelit untuk membaginya... Padahal tujuannya hanyalah satu yaitu agar ibu mereka yang kini sedang hamil ini tidak dapat mencicipi rasa pedas yang membakar lidah itu dan juga agar makanan pedas ekstrim ini tidak dapat membuat perutnya sakit tentunya...


"Benarkah? Aku mau coba sayang..." Ujar Aom penuh semangat setelah Kim mengatakan bahwa kari yang baru saja ia makan itu sangat enak, namun beberapa detik sebelum sendoknya mendarat untuk mencicipi kari itu lagi...


Kim menarik mangkuknya menjauh dengan sangat cepat lalu menghalanginya dengan sikunya sambil mengerutkan keningnya dan berkata,


"Kamu sudah memberikannya padaku sayang... Kamu tidak boleh memintanya lagi karena aku akan menghabiskannya tanpa tersisa!" Ujar Kim tegas lalu memakan kari itu dengan sangat cepat hingga benar-benar habis...

__ADS_1


Entah bagaimana ia dapat menahan sensasi terbakar pada lidahnya itu, apalagi semua makanan pedas itu saat ini telah mengalir ke dalam perutnya... Apa yang ia rasakan saat ini hanyalah Kim dan Tuhan yang tahu...


Greeek,


Pim menggeser kursinya lalu bergegas menuju ke dapur mengambil susu segar murni untuk ayahnya, ia tentu tahu jika makanan sepedas itu harus segera di netralisir secepatnya agar tidak menyebabkan masalah pencernaan...


Tak perlu waktu lama,


Pim sudah berdiri di samping ayahnya memegang segelas susu di tangannya yang segera ia berikan pada Kim...


"Minumlah susu ini ayah" ujar Pim dengan cepat,


"Terima kasih sayang..." Sahut Kim menerima gelasnya lalu meminumnya hingga habis, ia tersenyum manis seolah-olah tidak terjadi apa-apa...


"Lalu ini susu untuk ibu dan calon adikku..." Ujar Pim lagi sambil memberikan segelas susu kehamilan untuk ibunya,


"Terima kasih sayang..." Sahut Aom sambil menerima gelas itu dengan riang gembira,


"Mood ibu benar-benar bagus sekarang ya hehehe" ujar Pim melihat tingkah laku ibunya yang benar-benar ceria pagi ini,


Ponsel Kim bergetar di atas meja makan, ternyata panggilan telepon dari Mario...


"Ya ada apa?" Tanya Kim awalnya santai, namun perlahan wajahnya berubah menjadi serius...


Art dan Tan yang awalnya menikmati buah apel sebagai hidangan pencuci mulut mereka pagi ini mulai berubah menjadi berminat untuk mengamati apa yang sedang ayah mereka itu bicara di telepon,


"Jadi situasinya disana seperti ini bos..." Ujar Mario lalu ia menjelaskan alasan ia menelepon bosnya ini sekarang... Ada situasi yang sedikit berubah menjadi berstatus waspada ini membuatnya harus segera menelepon Kim...


"Hmmm... Mari kita bicarakan lagi nanti..." Ujar Kim setelah beberapa lama diam mendengarkan apa yang Mario laporkan kepadanya,


Setelah sambungan telepon terputus, Kim meletakkan ponselnya lagi di atas meja makan... Ia memijat keningnya pelan lalu mengajak Aom pergi ke kamar untuk beristirahat...


"Kalian siapkan sup rumput laut untuk istriku, jika sudah matang langsung bawakan ke kamar" perintah Kim pada beberapa orang pelayan itu


"Baik tuan, segera kami siapkan..." Sahut salah seorang pelayan itu yang langsung membungkuk memberi hormat sebelum pergi ke dapur untuk meminta koki segera memasak sup rumput laut yang di pesan oleh bos besar mereka itu...

__ADS_1


Kenapa sup rumput laut?


Karena sup rumput laut sangat bergizi dan baik untuk tubuh wanita hamil dan menyusui... Kandungan gizinya dapat membantu melengkapi asupan gizi tinggi yang dibutuhkan oleh wanita saat hamil dan menyusui...


***


Setibanya di kamar,


Kim meminta Aom untuk berbaring di tempat tidur... Ia ingin istrinya beristirahat sebanyak mungkin mengingat apa yang Jeab katakan bahwa di usia ini Aom akan lebih mudah lelah karena kehamilannya, jika ia terlalu lelah itu mungkin akan membahayakan kesehatan dirinya dan juga bayi yang ada di dalam kandungannya saat ini...


"Kenapa harus tidur? Aku mau berolahraga sayang... Bagaimana kalau kita ke gym?" Rengek Aom sambil menarik-narik lengan kemeja yang Kim kenakan saat ini...


"Baiklah tapi nanti, sekarang kamu harus makan dulu... Tadi kan belum sarapan dengan benar, tunggu supnya datang dulu..." Ujar Kim sambil menyibakkan rambut Aom dengan tangannya selembut mungkin,


Namun tiba-tiba perutnya terasa sedikit sakit... Mungkin ini adalah efek samping dari kari ayam setan yang baru saja ia habiskan tanpa sisa itu...


"Astaga... Aku harus segera menelepon Jeab!" Gumam Kim dalam hatinya,


Kim dengan cepat mengecup kening Aom dan hendak pergi ke dalam kamar mandi namun tangannya di tahan oleh Aom,


"Tidak cukup... Disini belum..." Ujar Aom dengan manja sambil menyentuhnya jari telunjuknya di bibir mungilnya itu,


"Hehehe... Dengan senang hati sayang..." Sahut Kim yang langsung mencium bibir istrinya ini dengan penuh minat, setelah selesai menikmati ciuman pagi mereka barusan, Kim langsung menarik selimut sampai di pangkal paha Aom lalu ia langsung pergi ke kamar mandi...


"Aku mencintaimu!" Gumam Aom sambil menatap punggung Kim yang mulai menjauh darinya menuju kamar mandi,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2