His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Laboratorium SDG


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


____________________


"ini adalah laboratorium SDG, ayo kita masuk dan lihat apa yang kami punya disini..." ujar Kim dan langsung mengajak Aom untuk masuk ke dalam sana...


"selamat Siang tuan Kim..." sapa mereka yang ada di dalam laboratorium itu secara bergantian dengan sangat ramah...


"silahkan dipakai bos..." ujar Daw salah seorang anak buah Kim yang saat ini tengah bertugas disana...


"dan ini untuk nona..." ujar salah seorang anak buah Kim yang wanita disana...


"ia bilang tidak ada wanita di dermaga ini lalu ini apa?!" batin Aom kesal


"terima kasih..." sahut Aom sambil menerima pakaian laboratorium itu beserta perlengkapan lainnya...


"silahkan dipakai di ruang ganti bos..." ujar Daw mempersilahkan mereka menuju ruang ganti yang ada disana...


"siapa tadi yang bilang 'di dermaga ini tidak ada wanita' ya? lalu gadis tadi itu apa? wanita jadi-jadian?" sindir Aom setelah mereka berdua berada di dalam ruangan ganti itu

__ADS_1


"hanya di bagian ini yang boleh ada wanitanya, karena disini bukan kekuatan yang di 'pentingkan' tapi kepintaran dan kreativitas... dan jika kamu perhatikan lebih jauh lagi, kapal tanker ini berada cukup jauh dari dermaga, ini salah satu taktik yang digunakan untuk menyembunyikan laboratorium ini dari orang luar, karena hanya kapal tanker besar ini saja yang paling sering di pindahkan dan dibawa berlayar walaupun tidak jauh hanya dengan tujuan mengelabui orang luar... jika hari ini kapal ini berada di sebelah barat maka beberapa hari lagi akan berada di sebelah timur dermaga atau bahkan di sebelah utara dermaga ini...." sahut Kim dengan santainya


"dasar tidak peka..." batin Aom kesal sendiri


"entah kenapa aku tidak asing dengan nada bicaramu tadi sayang... apa kau tidak suka karena ada wanita disini? aku merekrutnya karena dia gadis yang pintar, dia adalah salah seorang pelajar yang mendapatkan gelar juara olimpiade kimia se-nasional... sedangkan wajah cantiknya adalah bonus dari Tuhan untuk dirinya, pintar dan cantik, bukankah itu sangat bagus?" ujar Kim yang benar-benar tidak peka dengan rasa cemburu yang dirasakan oleh Aom saat ini...


"dia bernama Pei Mindara, dia berasal dari Chiang Mai... umurnya hampir sama dengan Art, tapi aku lupa dia lebih besar berapa tahun ya dari Art..." ujar Kim lagi, sedangkan Aom tak sedikitpun menggubrisnya


"lalu kenapa? aku tidak peduli juga... terserah kamu mau merekrut siapapun untuk bergabung menjadi tim analisis di laboratorium mu ini" ujar Aom dan ia langsung keluar dari ruangan setelah ia selesai mengenakan jas laboratorium, masker rambut, dan juga masker mulut yang menggantung di dagunya itu...


"Hey..." ucap Kim saat melihat Aom keluar begitu saja meninggalkan dirinya...


"sudah selesai bos?" tanya Daw dengan sopan


"sudah..." sahut Kim singkat sambil melihat wajah cemberut Aom saat ini


"bos ingin melihat devisi mana bos?" tanya Daw dengan sopan sambil mempersilahkan bos besarnya ini berjalan lebih dulu


"semuanya..." sahut Kim enteng, tapi membuat wajah Daw tampak terkejut mendengarnya

__ADS_1


"apa ini inspeksi dadakan dari bos ya?" batin Daw


"baiklah bos, mari saya antar bos..." sahut Daw lalu melanjutkan langkahnya menuju masing-masing ruangan


"ini ruangan analisis DNA dan RNA, saat ini mereka sedang menganalisis DNA dari virus yang menyerang tanaman cabai dan melon di ladang kita bos, setelah analisis selesai mereka berencana untuk melakukan rekayasa genetika agar tanaman cabai dan melon kita tidak mengalami gagal panen lagi, diharapkan dengan bibit unggul yang nantinya akan dibuat bisa meningkatkan penghasilan dan penjualan dari kedua komoditi yang laris di pasaran ini bos..." ujar Daw menjelaskan sedikit tentang pekerjaan yang tengah dilakukan di laboratorium analisis itu


"oke, biar kulihat sebentar..." ujar Kim lalu melihat masing-masing meja kerja dengan sangat teliti, sesekali ia nampak menjelaskan sesuatu sedikit kepada orang-orang yang bekerja disana...


"apa Kim dalam bidang allkemis?" tanya Aom pada Daw yang berdiri di sampingnya itu


"nona tidak tahu? tuan Kim adalah seorang jenius, dia sangat paham dengan setiap prosedur yang harus dilakukan untuk setiap analisis yang berbeda-beda... bos sama sekali tidak memerlukan buku panduan apapun... bos dan tuan Jeab sangat hebat dalam bidang allkemis, tuan Jeab ahli bidang allkemis kedokteran, sedangkan bos Kim hampir di semua bidangnya... rekayasa genetika tanaman, hewan, obat dan banyak bahan kimia lainnya..." sahut Daw dengan penuh semangat... dapat terlihat dengan jelas jika ia sangat mengagumi sosok bos besar mereka ini...


"ke ruangan selanjutnya" perintah Kim dengan wajah datarnya


"baik bos..." sahutnya sambil berjalan duluan seperti seorang penunjuk jalan, bukan untuk bosnya Kim tapi untuk istri bosnya yang baru pertama kali datang ke tempat ini...


_______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2