His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Hadiah


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Terima kasih Pie..." Ujar Art lalu memeluk Pie dengan lembut dan singkat, Art memang selalu memperlakukan Pie sama seperti adiknya Pim,


"Kakak sudah semakin dewasa ya..." Ujar Pie sambil tersenyum bersamaan dengan pipinya yang merona,


"Semoga... Tapi yang jelas semakin hari aku selalu bertambah umur, sementara kedewasaan masih belum tentu karena semakin besar usia seseorang belum tentu sejajar dengan sikap kedewasaannya..." Sahut Art sambil tersenyum, ini adalah salah satu hal yang selalu ayahnya tanamkan pada anak-anaknya... Kedewasaan harus mereka tumbuhkan, temukan dan pelajari sendiri...


"Apa kalian menikmati hari ini?" Tanya Kim yang baru saja keluar dari dalam rumah dan menghampiri kerumunan anak muda kesayangannya ini,


"Selamat ulang tahun putraku sayang..." Ujar Kim sambil merentangkan tangannya lalu memeluk tubuh putra sulungnya...


"Terima kasih ayah..." Sahut Art sambil mengeratkan pelukannya pada ayahnya, ia sangat menikmati kehangatan dari pelukan ayahnya ini... Karena semenjak ia melebihi usia 15 tahun, ada sedikit tumbuh perasaan gengsi jika ia selalu bersikap manja dan sering memeluk ayahnya...


Maka disetiap ada kesempatan, ia akan sangat menikmati kedekatan dengan ayahnya... Cinta yang tumbuh di dalam hatinya untuk orang tuanya benar-benar tertanam dengan sangat dalam...


"Selamat ulang tahun putraku sayang... Semoga dirimu menjadi semakin dewasa setiap harinya..." Ujar Aom saat memeluk tubuh putranya setelah Kim dan Art selesai berpelukan...


"Terima kasih bu... Aku mencintaimu..." Ujar Art sambil tersenyum manis di balik punggung Aom...


"Dia punyaku... Kamu harus mencari wanita lain yang bisa menjadi kekasih yang akan mendampingi dirimu sampai akhir hidupmu nanti..." Ujar Kim sambil menarik telinga Art hingga Art tidak dapat menahan tawanya sendiri... Ayahnya ini benar-benar tidak mau mentolerir siapapun yang menyatakan cinta pada istri cantiknya ini...


"Baiklah-baiklah ayah... Ibu hanya milikmu, tapi jangan lupakan kalau kami juga anaknya loh... Hahaha..." Sahut Art sambil tertawa,

__ADS_1


"Kemari dan lebih baik terima hadiahmu..." Ujar Kim menarik telinga Art lagi hingga ia menjauh dari ibunya yang juga tertawa melihat tingkah laku ayah dan anaknya ini...


"Apa hadiah yang ayah berikan pada kak Art tahun ini?" Tanya Tan yang sudah sangat penasaran, karena melihat hadiah yang dibawakan oleh ayahnya begitu tipis dan terlihat pipih...


"Ya ayah... Apa itu? Kenapa pipih sekali!" Tanya Pim yang juga sangat penasaran dengan isinya...


"Bukalah jika dirimu benar-benar penasaran..." Ujar Kim menyerahkan hadiah yang sudah ia siapkan untuk putra sulungnya ini,


Art tersenyum senang menerima hadiah dari ayahnya... Tidak peduli apa isinya, tapi apapun isinya... Bagi Art apapun yang ada di dalamnya adalah sesuatu yang sangat berharga karena ayahnya yang memberikan hadiah ini khusus untuk dirinya...


"Terima kasih ayah... Aku buka sekarang..." Ujar Art namun ia membukanya sambil menyembunyikan isinya agar tidak dapat dilihat oleh kedua adiknya yang sudah menempel padanya karena benar-benar penasaran dengan hadiah apa yang diberikan oleh ayah mereka kepada kakak tertuanya ini...


"Ini hadiahku... Kalian tidak perlu mengintip isinya, ini punyaku..." ledek Art kepada mereka berdua sambil menutup kembali dengan rapat-rapat...


"Kakak! Aku mau melihatnya!" Rengek Pim


Ada sebuah benda pipih yang terlihat seperti kunci aneh dengan gantungan kunci bertuliskan Gulfstream G650ER, selain itu ada dua buah sertifikat resmi pertanda kepemilikan sesuatu benda,


Art membuka dan membacanya, ternyata itu adalah sertifikat resmi pertanda kepemilikan dari sebuah mansion besar yang dibangun pesisir Miami beach Florida Amerika serikat, dan satu sertifikat lainnya adalah sertifikat kepemilikan sebuah pesawat jet pribadi mewah jenis Gulfstream G650ER sesuai yang ditulis di gantungan kunci itu...


"Ayah ini...." Ujar Art tidak mampu berkata-kata lagi, ini terlalu luar biasa untuk hanya dijadikan sebagai hadiah ulang tahun...


"Perjalanan hidupmu kedepannya akan semakin kompleks anakku... Banyak hal lagi yang perlu kamu pelajari, mulai dari mengejar kejayaan untuk dirimu sendiri, belajar bertanggung jawab, dan yang terpenting adalah belajar bagaimana melindungi sesuatu yang kamu anggap penting salam hidup..." Ujar Kim sambil mengelus rambut Art namun ekspresi yang ia tunjukkan bukan senyuman manis melainkan senyuman tipis yang tegas dan begitu berwibawa...


"Setelah genap berumur 20 tahun, setiap anak dari keluarga kita akan keluar dari zona aman untuk ditempa sedemikian rupa oleh lingkungan, dirimu mau menjadi figur yang seperti apa... Mau mengejar mimpi seperti apa dan mewujudkan mimpi tersebut dengan cara apa itu tergantung pada dirimu sendiri... Ayah hanya akan berdiri di belakang dan selalu mendukung setiap langkah yang akan kamu ambil kedepannya... Putuskan mau jadi apa dan tunjukkan padaku bagaimana karakteristik dirimu yang sebenarnya maka ayah akan mencoba membantumu menemukan jalan terbaik untuk melewatinya..." Ujar Kim lagi, tangannya mengelus kepala putra sulungnya lalu bergerak ke bawah, beberapa kali ia menepuk bahu putranya...

__ADS_1


Putranya memang benar-benar memiliki postur tubuh yang gagah dan tegap seperti dirinya, walaupun tidak memiliki otot-otot yang besar dan kekar seperti para binaragawan... Tapi postur tubuh ini lebih kearah para pasukan khusus dari elite militer yang terlihat sedikit ramping, namun masa ototnya benar-benar maksimal untuk membuat begitu banyak gerakan mematikan pada musuhnya...


"Selesaikan kuliahmu secepatnya, setelah itu Hongkong dan Jepang akan menantikan kunjunganmu..." Ujar Kim lagi sebelum beralih menatap putra keduanya Tan,


"Itu berlaku untukmu juga... Jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk main-main..." Ujar Kim sambil menunjuk Tan


"Siap bosku" sahut Tan sambil tersenyum dan memberikan hormat ala-ala seorang prajurit kepada jendralnya,


"Dan untukmu... Setelah kuliah mereka selesai, aku akan memberikan sebuah tugas khusus nantinya... Maukah kamu menerima tugas dari paman?" Tanya Kim pada Pie yang juga ada disana,


"Tentu saja paman... Apapun itu pasti akan aku lakukan!" Sahut Pie dengan penuh semangat dan tanpa ada sedikitpun keraguan dalam ucapannya,


"Lalu aku apa ayah?" Tanya Pim sambil menunjuk dirinya sendiri, ayahnya tidak mengatakan apa-apa tentang dirinya itu sedikit membuat Pim sedih...


"Kamu?" Tanya Kim sambil tersenyum cerah pada putri cantiknya ini...


"Ayah akan menghabiskan banyak waktu untuk dihabiskan bersama putriku yang cantik ini... Masa depanmu pasti akan sangat luar biasa... Mau menjadi seorang aktris papan atas seperti hobimu sekarang? Atau menjadi apapun yang kamu inginkan ayah pasti akan selalu mendukung dan juga melindungimu sayang... Tidak hanya dari depan dan belakang, tapi dari kiri dan kanan juga..." Sahut Kim dengan intonasi yang sangat ceria, yang hampir benar-benar bisa mengubur dalam-dalam karakteristik kejam dan dingin yang selama ini melekat pada dirinya...


Sungguh hal ini membuktikan bahwa beberapa pria yang berubah menjadi seorang ayah dalam artian sebenarnya, dan bisa benar-benar melakukan tugas dan kewajibannya sebagai seorang ayah akan benar-benar menjadi sedikit lebih konyol dan menunjukkan tingkat keceriaan yang melebihi dan melewati batasan yang ditunjukkan oleh seorang pria pada umumnya hanya untuk menyamakan frekuensinya agar bisa lebih mendekatkan dirinya pada putrinya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2