His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Pulang


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Coba pikirkan dulu..." sahut Maxim sambil tersenyum simpul dan penuh makna pada Aom


"Apa yang sama? apa?" pikiran Aom terus berputar-putar, mengingat setiap orang yang ada di sisi Kim selama ini... terus berputar seperti sebuah video rekaman yang diputar berulang kali dalam kepalanya...


"Setia?" ucap Aom sambil masih mencari jawaban lain...


"cukup benar, tapi ada lagi..." sahut Maxim sambil menghabiskan pudingnya sampai tetes terakhir...


"menyerah?" tanya Maxim lagi pada Aom yang nampak masih berpikir keras...


"baiklah katakan padaku..." sahut Aom dengan pasrah...


"pertama kamu benar, orang-orang yang ada di sekitar Kim memiliki kesetiaan bahkan melebihi batas normal... kedua, kami semua sangat pintar menyembunyikan perasaan kami yang sebenarnya... maka dapat kamu simpulkan sendiri, jika orang-orang disekitarnya... yang dekat dan terkunci dalam ikatan pertemanan yang kuat dengan seorang Kim Hans saja sudah seperti ini bagaimana dengan si titik pusat pertemanan ini? Kim Hans itu sendiri? sampai disini kamu pasti paham kan Aom?" tanya Maxim dan Aom mengangguk ragu...


"tapi kenapa kamu mengatakan ini Max? kamu ingin memperingatkan aku tentang apa?" tanya Aom, dia yang seorang mantan agen rahasia tentunya memiliki intuisi yang lebih peka daripada orang normal biasanya... ia dapat menyadari maksud tersembunyi yang ingin disampaikan, tapi tidak dengan cara terbuka tentunya...


"hanya dengan melihat sikapnya yang benar-benar sangat mencintaimu itu, aku sangat senang sekaligus sangat takut Aom... aku hanya bisa mengatakan satu hal padamu, tolong jangan pernah sakiti hatinya atau kau memintanya pergi atas alasan apapun nantinya... karena jika itu terjadi, " ujar Maxim mengingatkan Aom,


"ah lupakan saja... mana mungkin kamu menyia-nyiakan pria sesempurna dirinya kan? hahaha" ujar Maxim lagi sambil tertawa,


Lalu tak berselang lama, Kim menghampiri meja mereka berdua...

__ADS_1


"sudah cukup mengobrol asyiknya kan? untungnya kamu pakai masker, jika tidak aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan jika melihatmu tertawa begitu bahagia dengannya Aom..." ujar Kim, lalu seorang sekretaris yang bertanggung jawab atas segala prosedur legalitas mendatangi Kim dan meminta tanda tangannya...


"Tuan Kim, ini berkas legalitasnya sudah lengkap dan selesai tinggal menunggu tanda tangan dari anda tuan..." ujar sekertaris itu dengan sangat sopan...


Kim berbalik dan menerima berkas itu, memeriksa detailnya dengan sangat teliti sebelum membubuhkan tanda tangannya disana...


"Max, apa warna yang paling disukai Kim?" tanya Aom sebelum Kim selesai dengan urusannya itu...


"tentu saja warna hitam... itu memberikan kesan yang elegan, seksi dan... sedikit erotis jika untuk pakaian tertentu... you know lah Aom apa yang aku maksud..." sahut Maxim sambil mengedipkan matanya pada Aom...


"sekali lagi kau berani mengedipkan matamu padanya, jangan menyesal dengan konsekuensinya..." ancam Kim saat selesai menandatangani berkas itu...


"tidak berani tuan... mana berani aku menggoda istri dari bos besarku ini... maaf-maaf..." sahut Maxim cengengesan


"sayang... kami kan hanya berdiskusi sebentar saja, dia tidak menggodaku kok... kita hanya saling sharing tentang sesuatu..." ujar Aom sambil melingkarkan tangannya di lengan Kim...


"cepat pulang dan selesaikan tugasmu, kau kemari bukan untuk bersenang-senang saja bukan?" tanya Kim pada Maxim


"baik bos... aku baru saja merapikan ruko mewah itu dan mendekornya menjadi butik yang elegan... setelah ini aku akan langsung mengerjakan tugas-tugasnya... pasti akan selesai tepat waktu..." sahut Maxim sambil mengacungkan jempolnya pada Kim pertanda ia sangat percaya diri akan kemampuannya ini...


"aku tidak mau dikecewakan dengan alasan apapun Maxim" sahut Kim sambil melangkah pergi bersama Aom yang diikuti oleh beberapa anak buahnya itu...


"aku berharap kau akan selalu bahagia dengan istrimu ini Kim..." ujar Maxim dalam hatinya saat menatap punggung Kim yang semakin menjauh dan hilang dalam hiruk pikuk keramaian para undangan acara hari ini...


"Jika seandainya kamu masih hidup, mungkin aku akan menjadi pemuja cintamu Cia... sama seperti Kim yang benar-benar sangat mencintai Aom... hanya dengan mengenal wanita itu beberapa jam ini saja, aku bisa tahu kalau dia adalah cinta pertama Kim dan yang menjadi alasannya tidak bisa mencintai siapapun selain cinta pertamanya... orang seperti Kim bisa berubah seposesif itu tidak mungkin karena wanita lain selain cinta pertamanya..." gumam Maxim pada dirinya sendiri sambil menatap gelas cawan puding cokelat yang telah kosong itu...

__ADS_1


***


Setelah berhasil melewati kerumunan wartawan yang menggila seketika melihat Kim keluar dari gedung itu, mereka masuk dalam mobil yang dibawa khusus oleh Petjah...


"....................." hening selama beberapa menit di dalam perjalanan pulang mereka itu...


"apa dia cemburu karena aku terlihat akrab dengan Maxim?" gumam Aom dalam hatinya


"sayang... apa kamu marah?" tanya Aom memecahkan keheningan di dalam mobil mereka itu


"tidak... aku hanya tidak dalam kondisi mood yang baik..." sahut Kim sambil membalas beberapa email pekerjaan yang masuk dari ponselnya...


"sayang..." ucap Aom sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kim... awalnya ia berniat melepaskan suasana canggung di dalam mobil ini...


"kita bicarakan di rumah ya..." sahut Kim yang langsung menutup segala kemungkinan untuknya membicara apapun sekarang ini...


"bos, semua pakaian yang sudah anda beli dari butik tuan Maxim sudah diantar dan disusun rapi di ruang pakaian anda oleh para pelayan... semuanya sudah selesai dilakukan sesuai dengan perintah bos..." ujar Petjah tanpa sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari jalan...


"bagus" sahut Kim singkat


"aku teringat perkataan Max... orang-orang di sekitarnya sangat pintar menyembunyikan perasaan mereka... berarti Kim yang sebagai pusatnya berarti lebih pintar lagi dari mereka untuk menyembunyikan perasaannya sendiri, ini aku tidak terlalu khawatir, tapi... yang ia bilang tentang pola pikir Kim yang sangat sulit dimengerti walaupun sudah lama bersamanya membuatku merasa sedikit tidak nyaman..." gumam Aom dalam hatinya


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2