His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Mengingat Masa Lalu 1


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


___________________


"paman... boleh aku masuk?" tanya seseorang dari luar ruangan kerja Kim itu...


"masuklah... aku sudah tau berita kedatanganmu dari ayahmu Pravat... masuklah..." ujar Kim lalu seorang laki-laki yang terlihat sedikit lebih muda dari Art masuk kedalam ruangan itu dan ia terlihat masih membawa tasnya...


"Salam paman... aku baru saja tiba..." sapa Pravat pada Kim, paman yang sangat ia hormati sama seperti ayahnya sendiri


"Vat!!!" seru Art dan Tan melihat kepulangan dari sahabat mereka yang baru saja menyelesaikan pendidikan dokternya di Pattaya itu....


"apa kau sudah menemui kedua orang tuamu?" tanya Kim saat Pravat menarik sebuah kursi untuk ikut duduk di dekat Art dan Tan...


"tadi aku sudah bertemu ayah di bawah paman... tapi saat hendak menemui ibu ayah menyuruhku untuk datang menemui paman dulu... apa ada sesuatu yang mendesak paman?" tanya Pravat dengan senyuman manis seperti ayahnya Jeab itu...


"Jeab memang ya... ckckck..." ucap Kim tersenyum dan menggelengkan kepalanya


"Art dan Tan akan melanjutkan pendidikannya tahun ini... kau menyelesaikan pendidikanmu tepat waktu nak... dan sekarang waktunya kau memutuskan, masih mau melanjutkan pendidikan magister kedokteran seperti ayahmu di Harvard university?" tanya Kim langsung....


Pravat terlihat cukup terkejut mendengarnya, karena ia dan Art baru saja menyelesaikan pendidikan S1 nya belum lama ini, sedangkan Tan baru saja lulus SMA...


"apa tidak terlalu cepat paman?" tanya Vat sedikit ragu


"dunia ini selalu berputar setiap detiknya nak... kau yang harus menyiapkan dirimu sendiri untuk masa depan... jika kau selalu menunggu waktu yang tepat, maka selamanya kau hanya akan menunggu dan menunggu..." ujar Kim pada Pravat yang masih terlihat bimbang saat ini...


"pikirkanlah dulu... kau tidak akan dipaksa oleh ayahku ataupun ayahmu jika kau belum siap... pikirkanlah baik-baik, semua keputusan ada di tanganmu Vat..." ujar Art sambil menepuk pundak sahabatnya yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri...


"iya kak... nanti aku pertimbangankan matang-matang..." sahut Vat sambil tersenyum lembut pada Art


"Vat bagaimana kau bisa lulus dengan sangat cepat? 4 tahun untuk jurusan kedokteran itu termasuk sangat cepat..." tanya Tan dengan sangat penasaran karena sebentar lagi ia juga akan mulai berkuliah...


"cukup fokus memahami pelajaran dan kerjakan tugas dengan sempurna, tunjukkan bahwa kau memiliki pengetahuan yang luas... maka dosen akan mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan kepada mu untuk lulus lebih cepat agar tidak menyia-nyiakan waktu dan kepintaranmu untuk berkutat mempelajari materi yang masih terbilang cukup dasar di jenjang S1..." sahut Vat memberikan tips pada Tan sambil mengedipkan matanya

__ADS_1


"tapi adikku ini pasti akan kesulitan untuk fokus Vat... dia terlalu mudah tergoda wanita cantik... liat cantik sedikit saja langsung rayu... hahaha..." ujar Art sambil tertawa


"kakak sama saja dengan ayah... memang ada yang salah jika aku punya pacar?" sahut Tan dengan bibir manyunnya...


"sudah-sudah... cepat temui ibu kalian sana... mereka pasti menyimpan rindu untuk putra-putranya... yang satu baru kembali, yang dua ini akan segera pergi..." ujar Kim pada mereka bertiga yang sedang asik mengobrol di ruang kerjanya ini...


"baiklah paman... kalau begitu aku permisi dulu paman..." ujar Vat berdiri lalu melangkah keluar ruangan saat Kim sudah mengangguk setuju


"kalau begitu kami akan menemui ibu dulu ayah... semoga ibu tidak menangis lagi ya..." ujar Art sambil mengedipkan matanya pada Kim


"dasar anak nakal... awas saja kalau istri cantikku itu menangis lagi karena kalian... hahaha" sahut Kim sambil tertawa


***


Di dalam kamarnya Aom terlihat sedang merapikan bingkai-bingkai poto yang baru saja ia pasang... potonya berdua bersama Kim dan juga poto keluarga kecil mereka saat Pim masih bayi... kemudian setiap momen yang berhasil terabadikan dalam poto ketika ketiga anaknya semakin tumbuh besar... hingga saat ini ketiga anaknya sudah remaja dan sebentar lagi akan menginjak usia dewasa....


Tok!Tok!Tok!


"ibu... boleh kami masuk?" tanya Tan dari luar kamar ayah dan ibunya itu


"bu... kami mau..." ujar Tan namun langsung dipotong oleh Aom


"ibu sudah tau... kalian mau pergi ke USA untuk melanjutkan pendidikan kalian bukan?" tanya Aom sambil tersenyum lembut pada kedua putranya itu... namun tetap terlihat segurat kesedihan yang ia tahan di wajah cantiknya itu...


"iya bu... hanya beberapa tahun saja... kami akan berusaha menyelesaikan pendidikan kami secepat mungkin bu... setelah itu kami akan kembali... putramu ini tidak akan pergi berlama-lama kesana..." ujar Tan berusaha meyakinkan ibunya agar tak terlihat sedih lagi tentang kepergian mereka ini...


Sementara Aom hanya terdiam dan mengambil sebuah bingkai yang berisi potonya, Kim dan anak-anaknya... poto itu diambil saat Art masih berumur 9 tahun, Tan masih berumur 4 tahun dan Pim baru hampir berumur 3 tahun...


Lalu tiba-tiba pikirannya melayang jauh ke masa itu... mengingat setiap momen indah mereka bermain dan bercanda bersama-sama...


Aom ingat betul saat itu ia hanya memohon satu hal kepada tuhan...


ia memohon agar selama sisa hidupnya ia bisa selalu bersama-sama dengan suami dan anak-anaknya seperti ini...

__ADS_1


~Flashback~


10 Tahun yang lalu...


Di Taman bunga dekat rumah pohon...


"Mama... aku mau kue itu!" seru Art ketika Aom hendak memberikannya kepada Tan


"ini untuk adikmu sayang, tadi kan kamu sidah mama berikan sepotong... sebentar mama ambilkan lagi untukmu ya..." sahut Aom penuh perhatian kepada kedua anaknya itu... sementara Pim sedang tertawa bahagia bersama dengan Kim, kemanapun Kim pergi saat ini Pim akan selalu menempel padanya... sebentar saja Kim pergi meninggalkannya Pim akan menangis begitu keras...


"tidak mau!!! aku mau yang itu!!!" seru Art keras kepala


"Art... berapa umurmu?" tanya Kim tiba-tiba setelah mendengar ocehan putra pertamanya itu...


"9 tahun ayah..." sahutnya sambil menundukkan kepalanya karena ia tahu kemana arah pembicaraan papanya itu...


"kamu lebih besar dari kedua adikmu ini kan... jadi kamulah yang harus menjadi contoh bagi mereka... jangan bersikap seperti ini... mamamu akan pusing setiap hari jika kamu tetap seperti ini..." ujar Kim menasehati Art, sedangkan Art hanya menunduk diam...


"kemarilah nak... mendekatlah..." ujar Kim lembut lalu Art beranjak duduk di dekat papanya


"dengarkan papa... jangan pernah berpikir bahwa karena sekarang kamu sudah punya 2 orang adik maka kasih sayang dan cinta dari papa dan mama akan berkurang padamu... itu tidak akan terjadi anakku sayang... kami selalu akan menyayangi kalian semua tanpa membeda-bedakan salah satunya... karena kamu yang paling besar maka kamu yang paling bisa membantu papa dan mama untuk menjaga dan merawat adik-adikmu ini... karena kamu anak yang pintar dan sangat membanggakan..." ujar Kim panjang lebar lalu ia memeluk Art penuh kasih sayang... lalu tiba-tiba Tan angkat bicara...


"Tan mau..." ucapnya sambil merentangkan tangannya kearah papa Kim mereka itu...


Entah karena Kim yang terlalu karismatik sebagai hot daddy beranak 3 atau apa... tapi ketiga anak-anaknya benar-benar tidak mau jauh-jauh dari papa tampan mereka ini...


karena saat bersama dengan Kim kedua bocah nakalnya ini akan berubah menjadi penurut... walaupun Art sering bersikap iri terhadap perhatian yang diberikan Kim dan Aom kepada Tan sehingga kedua bocah nakal itu sering bertengkar kecil karenanya... hanya Pim yang benar-benar kalem saat itu...


_________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2