His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Puncak Gedung BIN


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Malam harinya,


tepatnya pada pukul 9 malam, semua persiapan sudah selesai dilakukan oleh semuanya... para anak buah SDG yang mendapatkan tugas berbeda-beda itu juga sudah menyebar sesuai dengan tugas yang mereka dapatkan dalam misi ini...


Sementara itu Aom terlihat sedang mengenakan rompi anti peluru sebelum mengenakan baju khususnya yang telah dilengkapi dengan berbagai macam pengait yang sangat kuat untuk mengamankan diri mereka ketika nanti harus turun menggunakan tali dari gedung dengan total keseluruhan memiliki 40 lantai itu...


Di sisi lain, Art, Tan, Mario, dan Ji sedang mempersiapkan senjata yang akan mereka gunakan untuk misi malam ini...


mereka merakit senjata api Heckler & Kock HK416, Uzi Sub-machine gun, dan juga pistol desert eagle untuk menjadi cadangan jika seandainya peluru-peluru yang mereka siapkan ternyata tidak cukup untuk mengatasi situasi yang tidak terkendali yang nantinya bisa saja terjadi...


walaupun kemungkinannya sangat kecil untuk terjadi hal seburuk itu, tapi mereka tetap memastikan agar semuanya aman terkendali...


Kalau orang pada umumnya sering menggunakan perumpamaan seperti ini,


Sedia payung sebelum hujan....


Setelah semuanya benar-benar sudah selesai dipersiapkan, akhirnya merekapun langsung menuju helipad yang sudah ada dua helikopter yang sudah siap untuk mengudara malam ini...


"lakukan sesuai dengan rencana, jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dalam keadaan mendesak kalian bisa mengambil keputusan yang menurut kalian terbaik untuk dilakukan..." ujar Aom memberikan perintahnya kepada semua orang yang terlibat dalam misi malam ini dengan sangat tegas...

__ADS_1


"siap laksanakan!" sahut mereka semua tanpa sedikitpun keraguan, termasuk juga Art dan Tan...


"Untuk masalah hukum aku percayakan padamu Zee, Jeab... dan hacking dan traffic system IT aku percayakan padamu Nan beserta dengan Tao dan divisi IT kita semuanya... lakukan yang terbaik malam ini... dan sisanya ikuti semua rencana yang telah disusun rapi ini... sekarang mari berangkat!" ujar Aom yang langsung berbalik dan naik ke dalam helikopter yang sudah sangat siap untuk mengudara malam ini...


"semua harus diselesaikan paling lama 2 jam... karena security alert akan aktif setelah 1 jam kita berada di dalam sana jika seandainya ada baku tembak di lantai atas... selain itu helikopter ini juga hanya mampu bertahan selama 5-6 jam non-stop mengudara... sebagai langkah antisipasi dari serangan lain, maka sniper yang bersiaga di helikopter itu akan terus memantau perkembangan kondisi kita di dalam gedung..." ujar Mario mengingatkan titik-titik waktu krusial yang mereka miliki dalam misi ini kepada semuanya yang ada di dalam helikopter saat ini dengan alat komunikasi khusus yang digunakan oleh semua orang saat ini agar tetap bisa saling mendengar dan berbicara dengan jelas tanpa gangguan dari suara bising yang timbul akibat dari baling-baling helikopter ini yang mereka dengar dari jarak yang sangat dekat saat ini, yaitu diatas kepala mereka sendiri...


"aku masih belum percaya bahwa aku bisa ikut dalam misi seperti ini... seru sekali!" ujar Tan yang sudah sangat antusias untuk segera terjun dari helikopter ini dengan parasutnya...


"memangnya kapan lagi kita bisa menemukan alasan yang tepat untuk membobol markas besar badan intelijen negara ini? hahaha... keamanannya pasti lebih ketat dari pada bank-bank yang pernah kita rampok dulu..." sahut Art yang juga tidak kalah semangat dengan adiknya ini...


"kalian selalu sangat riang gembira seperti ini... aku pikir kalian sudah benar-benar bersikap dewasa dan tidak kekanak-kanakan lagi... ternyata dalam beberapa sisi masih saja ada yang belum sepenuhnya berubah hahaha..." sahut Mario yang mulai ikut dalam obrolan anak muda yang penuh dengan semangat ini...


"ini adalah misi yang serius! jangan pernah bermain-main akan hal ini... karena ini menyangkut tentang ayah kalian sendiri..." ujar Aom tegas karena khawatir jika nanti anak-anaknya ini akan bercanda dan tidak serius menghadapi kondisi yang akan mereka hadapi nantinya...


"dan jangan terlalu tegang seperti ini bu... malahan jika ibu terlalu tegang nanti bisa melakukan kesalahan tanpa disengaja loh... hehehe" sahut Tan menimpali kakaknya...


"yang jelas semua ini harus diselesaikan dengan bersih dan rapi... tanpa alasan apapun!" ujar Aom lalu terdengar suara dari interkom yang ada di dalam helikopter yang menginformasikan bahwa mereka sudah berada di check point utama dan semuanya harus bersiap untuk terjun bebas di udara malam ini menuju atap gedung BIN itu...


"kita telah sampai pada check point utama... segera bersiap untuk terjun... checking tekanan udara siap, checking daya gravitasi siap... semuanya normal dan siap untuk terjun sekarang juga..." ujar anak buah SDG yang saat ini dipercaya sebagai Pilot helikopter yang mereka gunakan ini yang juga ditemani oleh co-pilot disisinya...


"Aku siap, aku sangat siap!" ujar Tan setelah selesai mengecek kondisi parasutnya yang sudah benar-benar siap digunakan...


"kita siap untuk semua ini!" ujar Aom yang langsung melompat dari helikopter yang berada di ketinggian kurang lebih 1.200 kaki diatas permukaan laut saat ini,

__ADS_1


Mereka menetapkan check point yang cukup jauh dari gedung BIN dan juga jauh sangat lebih tinggi dari puncak gedung itu demi menyamarkan kedatangan mereka... tentu saja itu semua membuah mereka tidak terdeteksi di tengah kegelapan malam ini...


Baju serba hitam, parasut berwarna hitam, ditemani langit malam yang bergitu gelap membuat mereka benar-benar tidak terdeteksi dalam radar siapapun...


"Wooohooooo.... let's do this!" teriak Tan yang juga menyusul ibunya melompat berganti dengan kakaknya Art...


"aku merasa lebih muda berada di samping mereka berdua... bagaimana menurutmu Ji?" tanya Mario sambil membetulkan posisi kacamata pelindung yang ia gunakan...


"sangat bersemangat seperti aku kembali berumur 20an hahaha..." sahut Ji dan akhirnya semuanya sudah melompat dari helikopter dan meluncur bebas di udara malam ini...


Meluncur dengan sangat bebas hingga sampai pada titik yang pas baru mereka membuka parasutnya dan melayang-layang di udara agar dapat mendarat dengan sempurna di atap gedung Badan Intelijen Negara itu malam ini...


"Woooh! menyenangkan sekali, tapi terlalu singkat..." ujar Tan yang hanya dibalas senyuman oleh kakaknya ketika mereka telah melepaskan parasut yang tadi mereka gunakan itu sambil menggulung semua parasut itu kemudian melemparkannya kearah taman yang ada di bawah sana agar bisa segera di bereskan oleh anak buahnya yang sudah berjaga disana...


Mereka langsung mengokang dan mempersiapkan senjata mereka masing-masing...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2