His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Kabar Gembira Darimu


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS


 


_________________


"Kemana Kim Natt?" tanya Aom mulai panik


"kakak tidak mau bilang dia akan kemana kakak ipar... mungkin dia sedang ke suatu tempat untuk menenangkan dirinya..." sahut Natt


"Kim... aku harus mencarinya!" ujar Aom namun saat ingin bangun dari duduknya Nattasha menahan tangannya


"percuma kak... lebih baik kamu ikuti saja apa yang ia minta... apa dia mengatakan sesuatu padamu kemarin?" tanya Natt


"dia pasti sangat kecewa padaku... aku telah meragukan kesetiaannya... meragukan cintanya yang tulus kepadaku..." sahut Aom yang kini sudah menangis, Natt yang melihat kakak iparnya menangis menjadi tidak tega...


lalu ia menariknya ke dalam pelukannya... memeluk Aom erat dan mencoba menenangkannya...


"tidak... kakakku bukan tipe orang seperti itu kak... dia sangat baik... ya walaupun dia terkadang menjadi sangat kejam hehehe..." ujar Natt sambil mengelus pundak Aom lembut


"hmmmm... kemarin apa kalian sempat bicara?" tanya Natt


"dia sempat menjelaskannya padaku... ta-tapi aku tidak mau mendengarkan apa pun yang ia katakan... jadi dia pergi... aku pikir dia tidak akan pergi dari rumah... aku bodoh Natt" sesal Aom


"sudah-sudah kakak jangan menangis lagi... kak Kim hanya pergi sebentar bukan pergi untuk selamanya kok...hehehe" ujar Natt berusaha menghibur kakak iparnya ini


"ah iya... kamu belum menjawab pertanyaanku kak... ini... apa kamu benar-benar hamil lagi?" tanya Natt dengan wajah yang berbinar-binar melihat testpack yang menunjukkan dua garis itu...


"i-iya... hehehe..." sahut Aom malu-malu


"Art akan punya adik lagi?" tanya Art antusias sambil membawa garpu yang baru saja ia ambil dari dapur untuk menyuapi mamanya...


"iya sayang... kamu akan punya seorang adik lagi... apa kamu senang sayang?" tanya Aom sambil menuntun Art untuk duduk di pangkuannya...


"aku senang ma... senang!!! sekali!!!" teriak Art


"mama harus makan banyak agar adik Art ini tidak kelaparan... nanti kalau sudah lahir harus mandi dulu baru boleh makan kata papa kan..." ujarnya polos


"kamu ini ya... kok imut sekali siiiihhhh..." ujar Natt sambil mencubit gemas pipi Art


"iiih tante jangan cubit Art dong... nanti gantengnya Art berkurang..." protesnya membuat semuanya tertawa karena tingkahnya


***


Setelah malam hari tiba... Aom tak henti-hentinya memeriksa jam... menunggu Kim pulang... tapi sudah jam 10 malam tidak ada tanda-tanda bahwa Kim akan pulang...


Aom semakin cemas... ia mengingat-ingat apa saja yang Kim katakan sebelumnya...


otaknya berpikir keras... terus berusaha mengingat apa saja yang Kim katakan sebelumnya dia pergi...


"Aku akan pergi jika aku yang menjadi penyebab luka dan kesedihanmu... maafkan aku... tapi hanya itu yang bisa aku jelaskan... itulah kebenarannya... jika kamu memaafkanku telepon aku sayang..." ujar Kim


Aom akhirnya mengingat kata-kata Kim sebelum ia keluar dari kamar mereka kemarin sore itu...


dengan cepat ia mengambil handphonenya... menekan kontak Kim lalu menghubunginya...


tuut... tuuut... tuut...

__ADS_1


ponsel pipih itu berdering beberapa kali sebelum si pemiliknya mengangkat telepon masuk itu dengan perlahan...


"hallo..."sahutnya dari seberang sana, suaranya terdengar lemah...


"Kim... kamu dimana? pulanglah jangan pergi tinggalkan aku... huhuhu..." ujar Aom dengan tangisannya yang sudah pecah


"aku telah menyakitimu... aku tidak bisa membahagiakanmu..." sahut Kim lembut


"tidak, tidak... aku yang bodoh sayang... aku sudah salah paham dan tidak mau mendengarkan penjelasanmu sedikit pun... maafkan aku... huhuhu..." sahut Aom


"hahaha... aku kira kamu akan meninggalkanku... kamu terlihat sangat membenciku kemarin... hatiku sakit sekali rasanya melihatmu menangis seperti itu... haaaaah..... tidak keren sekali seorang CEO perusahaan besar sekaligus pimpinan SDG galau karena cinta seperti ini ya... aku seperti orang bodoh hahaha...." ujar Kim lagi namun tawanya terdengar menghibur dirinya sendiri...


"Kimmm... pulang... aku merindukanmu..." ujar Aom


"baiklah... seminggu lagi aku pulang..." sahut Kim


"apa seminggu?!!! kenapa?" rengek Aom...


kenapa begitu lama... pikirnya


"bercanda... iya nanti aku pulang..." sahut Kim


"kapan?" tanya Aom menuntut kepastian


"nanti aku pulang... tapi jika saat aku pulang kamu belum tidur maka aku akan pergi lagi..." sahut Kim


"kenapa begitu?! tidak mau!" protes Aom


"aku tidak mau kamu begadang... baiklah kalau tidak mau maka aku tidak akan pulang..." ujar Kim keras kepala


"baiklah, baiklah aku akan tidur... kalau bisa..." sahut Aom dengan suaranya yang dikecilkan saat mengatakan 'kalau bisa' berharap Kim tidak bisa mendengarnya dengan jelas...


"yasudah lah yang penting Kim akan segera pulang..." gumam Aom sambil memeluk ponselnya di depan dadanya...


Tak terasa dua jam telah berlalu... Aom terus membolak-balikkan posisinya agar bisa tertidur namun tetap tidak bisa... sangat tidak nyaman... selain itu ia juga takut jika Kim benar-benar akan pergi lagi jika ia tidak tidur sekarang...


"huuuufffftttt... bagaimana caranya aku tidur..." gumamnya


Kini jam sudah menunjukkan pukul setengah dua subuh... Aom masih saja tidak bisa tidur, hingga terdengar suara pintu terbuka...


maka cepat-cepat ia berpura-pura tidur...


1 menit... 2 menit... 3 menit telah berlalu...


Akhirnya langkah kaki berat itu semakin mendekat dan naik keatas tempat tidur... berbaring di sampingnya... membelai rambutnya dengan sangat lembut... menyibakkan rambut-rambut yang menutupi wajahnya...


"Akhirnya dia pulang..." batin Aom senang


"aku akan pergi lagi karena kamu tidak mendengarkan perintahku untuk tidur lebih awal..." ujar Kim datar


'degh'


Aom membuka matanya lalu dengan cepat memeluk tubuh Kim dengan sangat erat...


"jangan! aku tidak bermaksud begitu sayang... aku hanya tidak bisa tidur... aku sudah mencoba sebisaku, tapi tetap tidak bisa tidur..." rengek Aom di depan dada bidang Kim


"lalu kamu pura-pura tidur?" tanya Kim datar


"iya... aku takut kamu benar-benar pergi lagi..." sahut Aom lembut

__ADS_1


"aku tidak suka dibohongi Aom..." ujar Kim sambil menjadikan tangannya sebagai bantal untuk Aom...


"aku tidak bermaksud begitu sayang... maaf..." sahut Aom sambil menundukkan kepalanya


"ya sudah... tidurlah... begadang tidak baik untukmu..." ujar Kim


"begadang juga tidak baik untukmu..." sahut Aom lagi


"hahaha..." Kim hanya tertawa menanggapinya


Lalu tiba-tiba Aom teringat sesuatu...


ia bangun dan melompat ke tepian kasur...


"Hey tidur!" seru Kim memperingatkan Aom yang tidak mau mendengarkan kata-katanya...


Aom tidak mendengarkan seruan Kim itu, ia membuka laci meja yang ada di samping kasur mereka itu dan mengambil benda pipih berwarna putih yang bernama testpack itu...


Dengan mata yang berbinar-binar ia menggenggam benda kecil itu di tangannya lalu mendekati Kim yang sudah menatapnya dengan tajam karena melawan perintahnya...


"aku mau memberikan hadiah untukmu dulu..." ujar Aom lembut dan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya


"hey kenapa mau menangis?" tanya Kim yang tak lagi menatapnya tajam... ia mengusap pipi Aom lembut...


Aom tersenyum manis lalu menyerahkan testpack positif itu kepada Kim...


Kim mengernyitkan dahinya heran, lalu mengambil benda itu dari tangan Aom...


ekspresi Kim tiba-tiba berubah menjadi sangat cerah... ia terlihat sangat bahagia namun bingung untuk mengekspresikannya sekarang...


Detik berikutnya Kim sudah berdiri dan mengangkat tubuh ramping Aom dengan mudahnya, menggendongnya ala bridal style...


"sayangku... terima kasih!!!!!" teriak Kim sangat bahagia... lalu mencium kening Aom lama...


"Huuuuuuaaaaaaaa!!!!" tangis Tan pecah karena tidurnya terganggu oleh teriakan keras Kim tadi


"sayang... turunkan aku... gara-gara kamu teriak begitu keras Tan jadi terbangun kan..." ujar Aom sambil menepuk dada Kim pelan


"hehehe...." Kim hanya cengengesan


setelah Aom berhasil menenangkan Tan yang menangis, ia kembali membaringkan tubuh mungil putranya itu di dalam tempat tidur balita itu...


"kemarilah..." pinta Kim sambil menepuk tempat tidur di sampingnya...


Aom naik ke tempat tidur lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang suami tampannya ini dan memeluk pinggangnya erat...


"jadi kamu kemarin datang ke kantor dengan terburu-buru untuk memberitahu tentang kabar gembira ini?" tanya Kim sambil mengelus lembut rambut hitam mulus Aom itu


"iya... tapi akhirnya aku salah paham kepadamu, saat itu pikiranku tiba-tiba jadi kalut... andai saja aku mendengarkan penjelasan Zee kenapa ia menghentikanku untuk masuk sebelum aku masuk kedalam mungkin kita tidak akan bertengkar seperti ini... maafkan aku..." sahut Aom sambil menggerakkan jari telunjuknya menari-nari di dada bidang Kim


"lain kali jangan keras kepala lagi ya wanitaku... dengarkan dulu penjelasannya baru bertindak..." ujar Kim terkekeh pelan


"iya...." sahut Aom dengan wajah yang sudah merona malu...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2