His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Bersumpahlah Padaku!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________


“Aku akan tinggal disini selama mama dirawat… aku juga tidak akan kelelahan kok ma…” ujar Aom kepada mamanya lalu Aom menoleh kearah Kim seakan meminta persetujuan darinya…


ibu Wana hanya bisa tersenyum sekarang… ia sangat bahagia masih bisa melihat kedua anaknya dan juga cucunya yang sangat tampan dan imut dihadapannya ini…


“Lakukan apapun yang kamu inginkan” ujar Kim dengan datar, Kim mengerti arti dari tatapan mata Aom yang memohon padanya


“Dia masih marah padaku…” gumam Aom dalam hatinya, ia tidak merasa nyaman karena Kim terkesan dingin dan cuek padanya sekarang seperti ini…


“Aku tau aku salah Kim… maafkan aku atas kecerobohanku ini…” batin Aom, ia menunduk dan melihat mamanya sudah tertidur, mungkin karena efek obatnya yang bereaksi dengan cepat…


“Kim…” ucap Aom sambil melangkah menuju sofa yang sekarang ini sedang di duduki oleh Kim


“Ada apa?” tanya Kim tanpa menoleh padanya tetap fokus pada pesan yang ia ketik di layar smartphonenya itu


“Ayo pulang sebentar untuk mengambil peralatan dan baju di rumah untuk kita bawa kesini sayang…” ujar Aom dengan lembut


“Oke, Art jaga nenek disini ya sayang… sebentar lagi paman Zee dani paman Nan akan tiba disini sayang…” ujar Kim sambil mengelus lembut rambut anaknya itu


“Oke siap papa…” sahutnya dengan sangat ceria


“Ah tapi… ada syaratnya pa!” seru Art lagi


“Huh? Syarat apa nak?” tanya Kim kebingungan


“Nanti kalau papa sudah kembali harus bawa es krim strawberry dan buah strawberry untukku” sahutnya dengan penuh semangat


“Hahaha papa kira syarat apa… oke siap kapten” sahut Kim sambil memberi hormat pada anaknya layaknya tentara, merekapun tertawa bersama…

__ADS_1


Diperjalanan pulang terjadi keheningan antara mereka berdua di dalam mobil, suasana yang sangat tidak nyaman ini melanda sepanjang jalan…


Aom kebingungan harus memecahkan keheningan diantara mereka, sementara Kim tidak sedikitpun berniat untuk mengeluarkan suaranya…


Keheningan diantara mereka terjadi sampai mereka tiba di rumah…


Aom sudah tak bisa bertahan lagi dengan situasi yang sangat tak nyaman ini dengan Kim…


“Kim… jangan seperti ini… aku minta maaf, aku memang salah karena tak bisa menepati janjiku untuk tidak terluka padamu… tapi lihat…” ujar Aom lalu ia menarik tangan Kim agar Kim menghadap kearah dirinya…


“Aku tidak apa-apa… hanya luka sedikit saja kan, tidak ada yang parah sayang…” ucap Aom dengan sangat berhati-hati


“Apa?! Hanya luka sedikit tidak luka parah? Kau baru akan mengikuti apa kataku hanya saat kau sudah terluka parah begitu maksudmu?!” ucap Kim dengan nada yang sedikit meninggi diakhir kalimatnya


“Tidak sayang bukan begitu maksudku…” sahut Aom sambil berusaha memeluk Kim tapi Kim malah memundurkan langkahnya menghindari pelukan Aom


“Jika begitu silahkan lakukan apapun sesukamu! Jangan pernah dengarkan apa pun yang aku katakan jika memang itu membuatmu bahagia” ucap Kim dengan wajahnya yang terlihat gusar


“kau sangat suka melukai dirimu sendiri, membahayakan dirimu… maka lakukan saja, aku tidak akan melarangmu melakukan apapun lagi mulai dari sekarang” ujar Kim dingin


Tubuh Aom menegang mendengar penuturan suaminya ini... ketakutan melanda sekujur tubuhnya... Kim tidak pernah main-main dengan setiap ucapannya...


“Kim… aku mohon jangan marah padaku… aku tau aku salah karena ceroboh sehingga bisa terluka seperti ini… tapi ayolah… jangan berlebihan seperti ini sayang…. Aku tidak apa-apa kan… hanya luka sedikit saja…” ujar Aom sambil menggenggam tangan Kim dengan lembut, berusaha meluluhkan hati Kimnya ini…


“Berlebihan?! Ya aku memang berlebihan! Kau mau apa huh?! Kau tidak mau mendengarkanku, janjimu... kau berjanji bahwa kau tidak akan terluka tapi apa?! Kau terluka juga kan?! Apa kau tidak ingat bahwa kau tidak hanya sendiri sekarang?! Kau sedang mengandung anak kita Aom! Kau tidak mau mendengarkanku sebagai suamimu dan memaksa untuk ikut, membahayakan dirimu dan calon anak kita! Kenapa kau begitu keras kepala dan begitu hobi membuatku emosi huh?! Kau tau seberapa khawatirnya aku pada kalian?! Jika terjadi sesuatu pada kalian apa kau kira aku akan bisa memaafkan diriku sendiri huh?!” bentak Kim panjang lebar mengeluarkan semua keluh kesahnya, menghabiskan seluruh emosinya, meluapkan semua amarahnya…


sementara Aom hanya bisa menunduk takut… ini untuk kedua kalinya ia gemetar melihat Kim marah karena ulahnya sendiri…


Aom memberanikan dirinya untuk memeluk tubuh Kim yang sedang bergetar karena kemarahannya…


Aom tak berani menatap mata Kim yang tajam dam sangat mengintimidasi sekarang ini…

__ADS_1


Ia hanya memeluk dan membenamkan wajahnya di dada bidang Kim, Kim hanya diam dan berdiri kaku dengan nafasnya yang masih sangat memburu….


“Aku takut dengan kemarahannya… tapi aku juga bahagia karena dia seposesif ini padaku… aku mencintaimu Kim Hans” ucap Aom dalam hatinya…


ia tak berani mengeluarkan suaranya sedikitpun sampai akhirnya Kim sudah bisa meredam amarahnya….


Beberapa menit setelahnya, akhirnya Kim mulai tenang, Aom dapat merasakannya karena deru nafas dan detak jantung Kim sudah mulai terdengar pelan dan normal…


“Maafkan aku sayang… aku berjanji tidak akan melakukannya lagi… maafkan istrimu yang bodoh dan ceroboh ini…” ujar Aom lembut sambil mendongakkan kepalanya ke wajah tampan suaminya... Kimnya…


“Apa janjimu bisa aku percaya?! Kau selalu mengingkari kata-katamu!” ucap Kim dingin


“maafkan aku… aku tidak pernah bermaksud begitu sayang… aku hummmpppsss….” Ucapan Aom tercekat karena Kim menciumnya, penuh tekanan dan emosi di dalamnya… tidak semanis dan selembut ciuman Kim yang biasanya…


“Aku minta maaf… maafkan aku ya sayang…” rayu Aom dengan wajah imutnya seperti ekspresi seekor kucing yang sedang meminta makanan pada tuannya...


“Aku akan memaafkanmu jika kau bersumpah akan mengikuti semua perintahku… aku tidak perlu janjimu, tapi aku perlu sumpahmu” sahut Kim tegas dan sangat serius


“Iya sayang… aku bersumpah akan terus mengikuti semua perintahmu… dan berusaha keras untuk tidak membantahmu suamiku…” sahut Aom lalu


Cuppp!


Kim mencium bibir Aom lagi dengan cepat... hanya sekilas dan dengan cepat ia mengangkat Aom dalam gendongannya, menggendong Aom menuju kamarnya…


__________________


Jangan lupa vote like dan komentarnya guys....


kasi rating/bintang juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2