
HAPPY READING GUYS
___________________
"Pagi tadi kak... aku sangat merindukanmu dan juga kak YY... aku meneleponnya kemarin katanya lusa dia mau kemari... jadi aku ambil tiket pagi ini untuk memberimu kejutan... tapi siapa sangka kakak ipar akan sesalah paham ini padamu kak..." ujar Natt sambil menundukkan kepalanya karena merasa sangat bersalah...
"sudah kubilang ini bukan salahmu kok... ini hanya karena salah paham..." ujar Kim lagi
"Zee urus berkas-berkas kantor ya... aku akan pergi beberapa hari kedepan... dan kamu tinggallah disini... dekatkan dirimu kepada kakak ipar dan keponakan-keponakanmu yang ganteng-ganteng itu..." ujar Kim lalu ia melangkah pergi
"kakak...." gumam Natt saat melihat mobil yang dikendarai Kim pergi menjauh... tidak ada yang tau ia mau kemana sekarang...
"sudahlah... biarkan dia pergi... dia pasti sedang butuh waktu menyendiri... entah apa yang telah terjadi diantara mereka berdua... tapi dilihat dari raut wajah Kim dia sedang menyalahkan dirinya sendiri..." ujar Zee pada Natt yang terlihat sedih...
"apa benar tidak apa-apa membiarkan kak Kim pergi dengan keadaan seperti itu?" tanya Natt dengan polosnya
"kamu pikir kakakmu itu siapa? dia tidak akan tumbang hanya karena masalah kecil seperti ini... tapi aku akui bahwa rasa cintanya pada Aom terlalu besar hingga cinta itu melukai dirinya sendiri..." sahut Zee
***
Keesokan harinya...
Pagi ini Aom terbangun setelah tertidur karena kelelahan menangis selama itu... entah berapa jam ia menangis kemarin...
ia menatap ruang kosong di sampingnya...
tidak ada Kim, Art maupun Tan di dalam kamar ini pagi ini...
"Aku kehilangan akal sehatku sepenuhnya kemarin... terlalu dibutakan rasa cemburu... aku tidak mau mendengarkan penjelasanmu... apa benar dia adikmu?" batin Aom mengingat betapa keras kepalanya ia kemarin, sungguh ia benar-benar kehilangan akal sehatnya kemarin...
__ADS_1
Aom keluar dari kamarnya menuju minibar mereka untuk mengambil segelas air untuk ia minum...
Tanpa sengaja ia melihat seorang wanita cantik itu... wanita yang memeluk dan mencium Kim kemarin sedang memotong buah bersama dengan Art...
"apa benar kakak cantik adalah tanteku? kenapa baru datang sekarang?" tanya Art dengan lugunya
"tante baru kembali sekarang... 10 tahun tante habiskan untuk berkeliling dunia mencari tujuan hidup tante... makanya saat ayahmu itu menikah pun tante tidak datang... terlalu sibuk mencari tujuan hidup sampai lupa pulang... hahaha" ujar Natt diselingi tawa kecilnya bersama dengan Art
Aom sudah berdiri dibelakang mereka yang tengah asik dengan obrolan mereka berdua...
"ah kakak ipar sudah bangun ya... mau aku siapkan sarapan kak?" tanya Natt dengan sangat ramah
"apa kamu benar-benar adiknya Kim?" tanya Aom to the poin
"hmmmm... begini saja, ayo kita duduk disana biar lebih enak bicaranya kak..." ajak Natt sambil menunjuk sofa yang ada disana
Aom hanya diam dan berjalan kearah sana... sementara Natt menuangkan Air putih ke dalam gelas untuk ia berikan kepada Aom...
meminumnya seteguk lalu menatap Natt lekat... seakan menunggu penjelasan terperinci darinya...
"hmmmm... bisakah kakak ipar tidak menatapku begitu? aku jadi grogi kak... hehehe..." ujar Natt mencoba mencairkan suasana...
"hmmmm aku mulai darimana ya..." ujar Natt sambil mengetuk-ngetukan jarinya di dagunya sendiri...
"saat aku masih bayi... ayah Jo menyelamatkanku dari kecelakaan mobil yang menimpa keluargaku di Chiang Mai... tapi ayah dan ibuku meninggal di tempat kejadian, jadi aku benar-benar mendapatkan keajaiban dunia karena masih bisa bertahan hidup setelah kecelakaan itu... ayah Jo kebetulan lewat saat kecelakaan itu terjadi, ia merasa kasihan padaku yang tinggal sebatang kara saat masih bayi... lalu ayah mengurus semua hal yang diperlukan untuk mengadopsiku... aku tau kebenaran ini ketika aku sudah cukup dewasa dan ayah sakit parah... ia menceritakan semuanya padaku... tentang kebenaran dari hidupku... memang menyakitkan namun aku bersyukur ada orang sebaik ayah yang mau menjaga dan merawatku sampai aku dewasa dan menjadi wanita mandiri... tapi aku tetap sangat manja kepada kak Kim dan kak YY bahkan sampai sekarang pun masih sama hehehe... mereka sangat menyayangiku sudah seperti adik kandung mereka sendiri... selalu mendukungku dalam setiap tindakan yang aku ambil... bahkan mereka tidak marah atau menekanku saat aku tidak pulang selama bertahun-tahun untuk mencari jati diriku sendiri... 10 tahun lamanya aku sudah pergi namun tidak ada sebersit kasih sayang pun yang memudar untukku dari mereka berdua..." ujar Natt panjang lebar
"aku merasa sangat egois setelah 10 tahun menghilang tanpa kabar, seakan tak pernah menganggap mereka ada... aku hanya menelepon beberapa kali saja dalam setahun... terkadang aku bahkan tidak menelepon mereka sekalipun untuk memberitahu tentang keadaanku, tapi mereka berdua selalu punya cara untuk mendapatkan kabar tentangku... apapun itu... dua pria hebat itu selalu memastikan keamanan dan kebahagiaanku dari jauh... betapa beruntungnya aku... lalu beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk pulang ke negara ini... negara kelahiranku... sudah cukup semuanya yang aku cari diluar sana... gelar doktor bidang lingkungan hidup akhirnya menjadi pilihanku... aku mau mengabdikan diriku untuk alam ini... jadi aku pulang hari ini menemui kak Kim dan kak YY bilang ia juga akan kemari besok bersama dengan kakak ipar Zheng dan si tampan Chao..." ujar Natt lagi, Aom hanya mendengarkan dan menyimak dengan seksama semua yang dikatakan oleh Natt
"hmmmm.... dan tentang yang kemarin aku minta maaf kak... aku memeluk dan mencium suamimu tanpa seizinmu... maafkan kebiasaanku yang manja ini kepada mereka berdua... maafkan aku kak aku mohon..." pinta Natt pada Aom sambil menyatukan kedua tangannya
"hmmmm mungkin ini bisa membuatmu percaya..." ujar Natt sambil mengeluarkan beberapa tanda pengenalnya...
KTP, paspor, kartu anggota WWF dan masih banyak lagi kartu keanggotaan lainnya...
__ADS_1
'Nattasha Hans Suppanad'
Itulah namanya....
seorang gadis cantik yang tahun ini genap berumur 28 tahun lebih muda 2 tahun dari Kim dan lebih muda 5 tahun dari Yang Mao...
Aom melihat semua itu dengan seksama...
Lalu sebuah perasaan bersalah menyeruak masuk kedalam hatinya... ia terlalu tidak adil kali ini pada Kim... bahkan mungkin ia sudah sangat menyakiti hati Kim karena sudah tak mempercayai cinta tulus yang Kim berikan padanya...
"Kim..." gumam Aom lalu buliran bening kembali mengalir di pipinya... tangannya menggenggam benda putih pipih itu dengan erat sekali...
"aduh kak jangan menangis lagi... nanti aku bisa dihukum oleh kakak... kumohon jangan menangis..." ujar Natt panik
"tunggu dulu... apa ini? testpack positif? kakak ipar hamil lagi?" pinta Natt sedikit panik melihat kakak iparnya menangis lagi... namun setelah melihat benda yang dipegang Aom itu ia tersenyum bahagia, wajahnya takjub melihat dua garis di testpack itu...
"kenapa mama menangis? apa mama lapar? ini Art dan tante Natt buatkan salad buah untuk mama... makan ya, Art yang suapin..." ujar Art dengan polosnya dan tidak lupa dengan cengiran khasnya...
"iya mama lapar sayang... Art mau menyuapi mama kan?" tanya Aom sambil mengelap air matanya
"tentu saja ma... karena sudah menjadi tugas Art untuk menjaga dan mengurus mama selama papa pergi..." ujar Art dengan bangga
"Pergi?!" Aom terkejut mendengar kata-kata Art, sementara Natt hanya mengangguk pelan
___________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1