His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Siang Yang Indah Di Pattaya


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"baiklah sayang... kalian tunggu ya, nenek buatkan kue keju kesukaan cucu nenek ini dulu... kalian bisa menunggu sambil melihat kebun bunga nenek yang cantik ataupun mau menonton TV juga boleh..." ujar neneknya tersenyum manis lalu segera pergi ke dapur...


"Aom bantu mama buat kue ya..." ujar Aom mengikuti mamanya ke dapur...


Sementara Kim berdiri di depan jendela kaca besar rumah itu yang memang di desain untuk menghadap langsung ke pohon besar tempat peristirahatan terakhir dari papa Aom itu...


Rumah ini sudah dirombak ulang oleh Kim sendiri, agar nyaman dan aman bagi ibu Wana... di sekeliling area ini juga sudah sepenuhnya dibawah kuasa Kim...


anak buahnya pun selalu siaga menjaga keamanan ibu Wana setiap harinya...


"Pamanku... guruku... ayah mertuaku... aku kembali lagi kemari sebagai keponakanmu, murid kesayanganmu, dan juga sebagai menantumu... memang bukan yang pertama kalinya... tapi aku selalu merasakan hal yang sama setiap kali kembali kemari paman... selalu seperti kembali ke titik awal semuanya dimulai, dan berjalan begitu saja sesuai takdir yang ada... terima kasih atas semuanya paman..." gumam Kim sambil menatap tempat peristirahatan terakhir papa Aom itu...


***


Di dapur...


"Dia pasti merindukan papamu sayang..." ujar mamanya pada Aom saat melihat Kim memandang jauh ke arah pohon rindang itu...


"ma..." ujar Aom setelah selesai menuangkan mentega keatas wadah itu...


"ada apa sayang?" tanya mamanya sambil tersenyum begitu lembut dan menenangkan...


"Kim sudah menceritakannya, beberapa kenangan masa lalu... aku benar-benar pernah kehilangan ingatanku? seberapa parah ma?" tanya Aom sedikit sendu...


Jujur saja ia tidak dapat berhenti memikirkan bahwa ia bisa kehilangan ingatan yang penting dan juga kenangan yang indah tentunya...

__ADS_1


"jadi Kim benar-benar mau menceritakan rahasia ini padamu? seberapa jauh?" tanya mamanya yang terlihat sedikit terkejut mendengar bahwa Kim menceritakan hal ini pada putrinya...


"dia menceritakan sampai aku kehilangan ingatanku, sebenarnya aku memaksanya untuk menceritakan tentang masa lalu, dan sebenarnya Kim sudah menolak dengan halus... tapi aku bersikeras ma... hehehe" sahut Aom dan mamanya hanya geleng-geleng kepala...


"sudah kuduga... kamu ini ya nak..." sahut mamanya terkekeh geli karena sikap keras kepala putrinya ini masih saja tidak pernah hilang dalam dirinya, seakan itu adalah karakteristiknya dari lahir...


"memangnya kenapa harus dirahasiakan? bukannya aku sebenarnya berhak tahu ma..." ujar Aom cemberut sambil memecahkan 2 butir telur dan mencampurnya ke dalam wadah mentega tadi...


"ya... memang kamu berhak tahu, tapi ini akan terlalu menyakitkan untuk diingat oleh Kim sayang... satu hal yang kamu tahu sekarang maka secara perlahan-lahan namun pasti akan membuka semua masa lalu yang telah tersimpan begitu dalamnya... dan itu tidak akan mengubah apapun yang ada sekarang ini... untuk apa mengenang masa lalu..." ujar mamanya agar Aom tidak lagi merasa penasaran dengan masa lalu yang sama sekali tidak ia ingat lagi...


"tapi kenapa hanya Kim yang terkesan selalu berkorban? setidaknya aku harus tahu apa yang terjadi... jika tidak begitu bagaimana aku bisa memberikannya cinta yang sama banyaknya seperti yang ia berikan padaku ma?" sahut Aom masih kekeh dengan pendiriannya...


"cukup kamu buat dia bahagia dan tersenyum setiap harinya sudah cukup sayang... kalau kamu mau membalas setiap cinta yang ia berikan padamu, maka 100 tahun lagi pun balasan itu tidak akan cukup..." sahut mamanya sambil mencampur semua adonan kue yang sudah mereka siapkan itu...


"kenapa?" tanya Aom semakin penasaran...


"makanya aku mau tahu semuanya ma... ceritakan padaku ya..." pinta Aom sambil memeluk tubuh mamanya dengan manjanya...


"jika Kim mau menceritakannya, maka mama bisa menceritakan apapun padamu... tapi jika sampai setengah saja, mama tidak yakin mama bisa dan mau menceritakan semuanya padamu... karena kalian berdua adalah kesayangan mama, jadi mama tidak akan mau memihak salah satunya... jangan harap..." sahut mamanya sambil menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan di depan putrinya ini...


"mama tega padaku!" protes Aom sambil mendramatisir keadaan


"kamu tidak harus khawatir akan hal itu sekarang sayang... tapi kamu harus khawatir jika seandainya nanti suami tercintamu itu yang juga sangat posesif tentunya, secara tidak sengaja bertemu dengan mantan pacarmu yang masih saja sangat gigih mencari keberadaanmu sampai sekarang... jika dihitung-hitung, sudah hampir 10 tahun dia selalu kemari... setelah tahu kalau mama kembali tinggal disini... beberapa kali dia datang dalam sebulan ini..." sahut mamanya


"mantanku? siapa? usia sudah lebih dari 40 tahun masih saja berurusan dengan mantan... tidak mungkin ma..." sahut Aom sambil tersenyum kecut karena menganggap itu hanya lelucon dari mamanya...


"dia sepertinya sudah terobsesi padamu makanya sampai sekarangpun dia masih terus berusaha sayang... hati-hatilah, jangan sampai keadaannya kacau..." sahut mamanya lagi tanpa menoleh pada putrinya itu...


"ma... ini benar-benar tidak lucu tahu... mana ada mantanku yang begitu..." sahut Aom lagi yang sudah tidak senang mendengar lelucon mamanya ini...

__ADS_1


"mama serius... untuk apa berbohong padamu sayangku... dia tidak percaya kalau kamu sudah menikah dan punya 3 orang anak... dia masih saja mengunjungiku dan membujuk mama agar memberikan informasi tentang keberadaanmu..." sahut mamanya sambil menatap mata putrinya dengan lekat, pertanda bahwa dia benar-benar serius...


Melihat keseriusan mamanya ini, Aom menelan ludahnya sendiri... mencoba menebak siapa itu, karena mantan pacarnya tidaklah begitu banyak...


"Siapa ma?" tanya Aom sedikit ragu...


"Ananda Everham, dia orangnya..." sahut mamanya lalu menuangkan adonan yang sudah jadi itu ke dalam loyang kue, setelah itu ia langsung mengoven kue keju kesukaan cucunya itu...


Sementara Aom hanya diam terpaku dan tenggelam dalam lamunannya sendiri...


apa benar dia, mantan pacarnya yang ia kenal juga sebagai Zero yang tak terkalahkan kembali untuk mengganggu ketentraman hidupnya saat ini?


Apa itu mungkin? rasanya mustahil jika seseorang masih terus mau mengejar seorang wanita yang sudah berumur 40an dan bahkan sudah berkeluarga...


Meskipun dia adalah seorang agen andalan pemerintah juga, tapi tetap saja jika dia harus dihadapkan dengan seorang Kim Hans siapa yang akan menang?


Zero...


Pria yang selalu berhasil membuat Aom menyelesaikan misinya dengan sempurna, dan bisa mengalahkan semua musuh dengan mudahnya...


Ini akan berbahaya!!!


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2