His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Jadi?


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Perjalanan menuju ke pulau kecil yang indah itupun segera di mulai setelah mereka semua sampai di pelabuhan kecil yang menghubungkan antara daratan negara ini dengan pulau kecil itu...


Tentu saja dengan alur arus gelombang air laut yang sesuai untuk menyebrangi lautan hingga mencapai pulau kecil tersebut karena saat melintasi lautan, sebuah kapal tidak bisa hanya mengambil rute tercepat lalu melintasi lautan dengan gerakan lurus memotong jalan agar cepat sampai ke tempat tujuan...


Karena banyak hal yang harus dipertimbangkan saat berlayar...


jika kapal tetap memaksakan untuk melawan arus dan gelombang laut yang ada maka resiko dari kemungkinan kapal itu tenggelam dan karam dihantam gelombang akan semakin tinggi, sehingga tindakan itu tidak pernah dilakukan oleh armada kapal manapun karena akan membahayakan keselamatan semua orang yang ada di atas kapal...


***


Di atas kapal,


Aom sedang duduk bersama Pim sementara Art dan Tan mencoba untuk menggoda mereka berdua agar ibu mereka ini bisa kembali ceria...


Kim hanya memperhatikan mereka berempat dari bangku yang berada beberapa meter di belakang mereka, kemudian seseorang menepuk pundaknya...


Orang itu tidak lain adalah ibu mertuanya, ibu Wana...


"Bu... Ayo silahkan duduk..." Ujar Kim sambil memegang tangan ibu Wana yang ada di pundaknya...


"Apa kalian bertengkar? Kenapa Aom se-murung itu? Walaupun ia sudah berusaha untuk menyembunyikan beban di hatinya, tapi tetap tatapan matanya tidak bisa berbohong... Ada sesuatu yang membuatnya tertekan nak..." Ujar ibu Wana setelah duduk di samping Kim...


"Tidak bu, kami baik-baik saja... Tidak ada pertengkaran sedikitpun, tadi pagi dia masih sangat ceria tapi entah mengapa saat hendak berangkat ia menjadi sedikit murung dan tidak banyak bicara bu..." Sahut Kim sambil menatap wajah istrinya yang saat ini tengah tersenyum lembut kepada anak-anaknya itu...

__ADS_1


"Hmmm? Benarkah? Lalu kenapa? Apa ada masalah yang tidak kamu ketahui Kim?" Tanya ibu Wana lagi


"Entahlah bu... Aku akan mencari tahunya perlahan setelah kita sampai di pulau..." Sahut Kim


"Tapi yang terpenting sekarang adalah membuat semua cucumu bahagia karena sebentar lagi liburan Art dan Tan sudah akan berakhir... Oh ya... Lusa adalah ulang tahun Art, aku berencana untuk memberikan beberapa hadiah kecil untuknya sebelum ia kembali ke USA untuk melanjutkan pendidikannya lagi bu..." Ujar Kim mengingatkan ibu Wana bahwa cucu tertuanya sebentar lagi akan segera resmi menjadi pria berumur 20 tahun yang tampan dan elegan...


"Ya, ibu ingat putraku sayang... Mana mungkin ibu lupa ulang tahun cucu-cucu tersayang ku itu... Setelah pulang dari liburan ini ibu akan menginap di Bangkok dan ibu akan membuatkan kue kesukaan Art di hari ulangtahunnya..." Sahut ibu Wana sambil tersenyum manis pada Kim,


"Ibu memang yang terbaik... Dan tiba-tiba aku ingin makan kue keju buatan ibu..." Ujar Kim sambil terkekeh pelan...


***


Di pulau yang indah itu, mereka menghabiskan waktu bersama... Berjalan-jalan, berfoto, memancing, bermain air di tepi pantai dan berbagai macam kegiatan seru lainnya mereka lakukan disana...


Mereka juga mendirikan 3 buah tenda di tepi pantai untuk tempat mereka tidur malam ini di pulau ini karena pulau kecil yang indah ini sengaja dibuat sealami mungkin agar keindahan alamnya tidak rusak karena pembangunan hotel ataupun rumah...


Hanya ada satu bangunan yang didirikan di pulau ini yaitu bangunan khusus untuk kamar mandi untuk menjaga kenyamanan para wisatawan saat berkunjung kemari...


Neneknya bukannya malah kelelahan untuk menemani cucunya tapi ibu Wana malah terlihat bersemangat dan sangat senang menemani Pim yang sudah seperti bintang model terkenal yang sedang melakukan foto shoot di pulau ini... Ia sangat senang melihat cucunya yang begitu cantik karena dirinya sendiri juga sangat mendukung jika seandainya nanti Pim akan menjadi seorang aktris ataupun model nantinya...


Sementara Kim dan Aom hanya duduk di tepi pantai sambil menikmati pemandangan senja yang begitu indah dalam kedamaian deburan ombak yang seakan saling berkejaran di hadapan mereka ditambah lagi dengan indahnya sinar mentari senja yang berwarna oranye keemasan ketika hendak terbenam di ujung barat bumi ini...


Desiran angin mulai menyapu seluruh tubuh mereka berdua tapi tidak terasa begitu dingin karena api unggun sudah dinyalakan oleh anak buah Kim yang tentunya selalu siap sedia menjaga bos besarnya ini walaupun dari kejauhan agar tidak mengganggu kenyamanannya...


Aom menikmati keindahan alam yang sedang diperlihatkan oleh Tuhan di depan matanya saat ini... Rangkulan dari Kim di pinggangnya juga membuatnya terasa lebih hangat dan nyaman... Kim dengan segala macam tindakannya selalu bisa membuat Aom sedikit melepaskan beban di hatinya secara perlahan...


"Bersandarlah padaku jika sesuatu terasa terlalu berat untuk dipikul sendiri sayang... Aku selalu ada di sisimu dan juga disini..." Ujar Kim sambil menunjuk dada Aom seakan mengatakan bahwa ia selalu ada di dalam hatinya...

__ADS_1


Aom pun menyandarkan kepalanya di bahu Kim, cukup lama mereka berdua dalam keheningan...


"Kim..." Ujar Aom dengan lembut


"Ya sayang?" Tanya Kim sambil mengelus lembut pucuk kepala istrinya ini...


"Apa benar kamu menginginkan seorang anak lagi?" Tanya Aom yang membuat Kim sedikit terkejut dengan pertanyaan itu mengudara saat ini...


"Iya, aku sangat ingin... Tapi aku tidak akan memaksakan hal itu... Aku tidak mau jika kamu tidak mau... Karena yang terpenting bagiku adalah kenyamanan dan kebahagiaan dirimu... Umur kita sudah sangat matang, dan 7 tahun lagi maka umur kita akan genap setengah abad... Aku sudah memiliki segalanya... Cinta, harta, keluarga dan nama besar..." sahut Kim sambil mencium kening Aom cukup lama...


"Kenapa kamu menanyakan itu lagi sekarang sayang? apa karena kata-kataku malam itu? apa ini yang membuat dirimu murung seharian? tapi tunggu... kenapa bisa memikirkan hal seperti itu sekarang? tepatnya kenapa kamu murung setelah bertemu dengan Jeab? tunggu... tunggu... jangan bilang kalau...." Tanya Kim sambil mengangkat dagu Aom pelan agar menatap kearahnya...


Aom mengangguk pelan, ada keraguan yang bisa Kim tangkap dari sorot matanya yang lembut sore ini...


"karena situasi yang begitu sulit dan menyibukkan belakangan ini karena kamu ditangkap dan ditahan, semuanya menjadi sangat sibuk termasuk Jeab dan aku... dan... dan..." ujar Aom ragu-ragu pada Kim...


"dan apa?" tanya Kim tidak sabaran,


"dan aku... aku lupa untuk meminum pil KB-nya... Jeab juga lupa mengingatkan aku untuk meminumnya jadi..." ujar Aom pelan...


"Jadi?" Tanya Kim sambil menahan senyuman di wajahnya, berharap apa yang ada dalam pikirannya sekarang adalah kebenarannya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2