His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Boarding


__ADS_3

Happy Reading Guys


_____________________


“ Jaga diri kalian baik-baik di sana, ayah juga akan sesering mungkin ke Los Angeles untuk memantau kondisimu Art ” ujar Kim pada kedua anaknya di depan gate penerbangan internasional itu,


“ Sayang sekali aku belum bisa menerbangkan pesawat yang ayah berikan untukku sekarang, tapi secepatnya setelah aku mendapatkan surat keterangan sehat secara menyeluruh nanti aku akan segera memamerkan kemampuanku di depanmu ayah ” ujar Art penuh semangat,


“ Cepat jalani perawatan yang diperlukan, karena kata sakit tidak cocok untuk anak ayah ini... ” ujar Kim sambil memegang pucuk kepala Art lalu tangan kirinya berada di pundak Tan,


“ Cepat selesaikan studimu di sana dan kembali untuk mengambil alih perusahaan secepatnya sesuai dengan kesepakatan kita kemarin, karena posisi wakil presiden direktur Hans Group tidak boleh terlalu lama kosong ” ujar Kim lagi pada putra keduanya itu sambil tersenyum penuh makna pada putranya itu,


“ Aku akan melakukan yang terbaik ayah, tidak hanya menyelesaikan kuliah tapi juga aku akan berusaha membangun relasi yang kuat di sana yang bisa menguntungkan Hans Group kedepannya hitung-hitung sebagai sarana latihan sebelum aku mengambil semua bisnis dan hartamu ayah, jadi bersiaplah untuk bermalas-malasan bersama ibu dan liburan kemanapun kalian mau saat semua itu, karena Hans group akan aku buat puluhan kali lebih besar dari ini... ” sahut Tan penuh percaya diri,


“ Hohoho, kesombongan yang keluar dari mulutmu itu terdengar sangat meyakinkan... Aku akan menunggu hingga hari itu tiba, semoga ayahmu ini tidak lebih dulu memakai tongkat hingga semua itu terwujud ” sahut Kim tersenyum seakan mengejek putranya itu,


“ Tunggu dan lihatlah ayah! ” sahut Tan lagi sambil mengepalkan tinjunya,

__ADS_1


“ Hal yang sama juga berlaku padamu Art, segera selesaikan studimu di sana sembari menyelesaikan perawatan yang diperlukan dan meskipun tubuhmu terasa baik-baik saja, selalu lakukan cek up rutin dan sebisa mungkin hindari masalah yang bisa menyebabkan kontak fisik yang membahayakan tubuhmu, setelah itu semua selesai baru kamu bisa segera berusaha untuk ambil alih SDG dari tangan Kim Hans ini ” ujar Kim pada putra pertamanya sambil menyeringai penuh percaya diri padanya,


“ Aku tidak tahu apa yang salah pada tubuhku karena aku tidak merasakan hal aneh selama ini bahkan di rumah sakit pun sama saja... Tapi aku akan tetap mengingat dan mematuhi semua yang ayah katakan ” sahut Art sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya,


“ Di sana akan ada beberapa kelompok yang berafiliasi dengan SDG namun mereka tentu saja belum mengenal kalian, jika memang menemukan keadaan yang tidak dapat diatasi dengan normal, gunakan mereka... Tapi tentu kalian berdua harus menunjukkan bahwa kalian berdua layak menjadi bos mereka, karena para gangster di sana tidak akan mudah tunduk hanya dengan uang dan kekuasaan kelompok, tapi kalian harus menunjukkan kekuatan yang layak untuk mereka hormati di sana, markasnya ada di hotel ini, lokasinya ada diantara New York dan Los Angeles tepatnya di Kansas” ujar Kim pada mereka berdua sambil memberikan dua buah kartu hotel kepada kedua anaknya itu,


“ Apa hotel ini milik ayah? bukankah ini hotel yang cukup memiliki nama dan terkenal mewah? ” tanya Tan setelah melihat kartu hotel itu,


“ Tampaknya dirimu sudah sangat lincah mencari banyak hotel saat ke Amerika Serikat Tan... kalau ayah boleh tahu sudah berapa hotel yang kamu jelajahi dan dengan siapa itu hmmm? ” ujar Kim menggoda putranya itu,


“ Hahaha, itu informasi yang mahal ayah... aku tidak akan membiarkanmu tahu jika tidak memberikan harga yang pantas untuk itu ” sahut Tan sambil tertawa terbahak-bahak sambil menggesekkan jempol dan telunjuknya mengisyaratkan uang,


“ Sampai jumpa nanti ” ujar Kim sambil mengangkat tangannya pada Tan dan Art yang melambaikan tangannya sembari berjalan menjauh di balik gate penerbangan internasional itu,


“ Tinggal beberapa menit lagi sebelum jam penerbangan anda pulang kembali ke Thailand bos, apa ada yang ingin anda sampaikan pada ketua divisi Mario? ” tanya salah satu anak buah Kim yang menunggunya di sana,


“ Langsung kembali ke Thailand ya... Ya mau bagaimana lagi karena istriku sudah mengetahui semuanya jadi waktunya sudah habis... Lagi pula masalah yang ada juga hampir selesai semuanya, katakan pada Mario untuk segera membereskan kekacauan yang tersisa dan urus kesepakatan bisnis dengan si psikopat itu ” sahut Kim sambil berjalan menuju gate penerbangan internasional lainnya dimana ia harus melakukan cek in beberapa menit lagi,

__ADS_1


“ Baik bos, kami akan segera menyampaikannya setelah anda lepas landas, lalu apa anda yakin ingin menggunakan pesawat komersial biasa? tidak ingin menggunakan pesawat pribadi bos? ” tanya anak buahnya itu untuk memastikan kenyamanan bos besar mereka ini,


“ Tidak perlu, aku hanya ingin meninggalkan bukti bahwa aku sudah pergi sehingga para tikus pemerintah negara ini yang mengikuti kita sedari tadi bisa memastikan dengan yakin kalau aku sudah pergi dari sini ” ujar Kim sambil menoleh ke beberapa arah dimana ada pria yang menggunakan masker dan kacamata hitam sedang berpura-pura menjadi penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan sebagai kamuflase pengintaian yang mereka lakukan pada salah satu tokoh kunci perang antar geng yang terjadi di negara Hongkong ini,


Tentu saja meskipun para aparatur sipil Hongkong tidak bisa banyak mengambil tindakan pada kerusuhan yang membuat beberapa wilayah menjadi mencekam beberapa waktu ini, mereka tetap harus waspada dan melakukan berbagai macam tindakan pencegahan yang diperlukan, dan saat mendengar berita bahwa salah satu ketua geng yang terlibat konflik akhir-akhir ini akan pergi dari negara mereka ini maka mereka harus memastikan kebenarannya sendiri dan dapat mengatur tindakan selanjutnya dengan baik untuk mengembalikan stabilitas politik dan juga stabilitas ekonomi yang sempat berhenti total di beberapa wilayah akibat dari konflik yang terjadi selama ini,


3 jam kemudian,


di bandara internasional Bangkok,


Kim di jemput oleh beberapa orang anak buahnya dan langsung berangkat lagi menggunakan mobil menuju ke Pattaya untuk menemui istrinya yang cukup lama sudah tidak ia lihat wajahnya demi meredakan konflik yang terjadi di Hongkong itu,


“ Apa kata-kata pertama yang harus aku katakan padanya? sepertinya dia akan marah besar ” gumam Kim dalam hatinya sambil tersenyum simpul menatap keluar jendela,


“ Aku tidak pernah menyangka kalau aku akan merasa seresah ini menyiapkan suatu jawaban untuk wanitaku satu-satunya itu, padahal di hadapan orang lain aku tidak pernah merasakan urgensi untuk memberikan alasan yang dapat diterima oleh lawan bicaraku hahaha ” gumam Kim pada dirinya sendiri saat ia merasa lucu dengan perasaan resah yang ia alami saat ini,


______________________________________

__ADS_1


See You Tomorrow Guys,


_________________________


__ADS_2