His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Iya Aku Yang Salah


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"tunggu dulu... jangan bilang istriku ini cemburu pada gadis kecil bernama Pei itu? hey... ayolah sayang... mana mungkin aku menggoda gadis yang hampir seumuran dengan anakku sendiri sayang... aku hanya mengajarinya prosedur kerja yang baik di laboratorium itu..." sahut Kim yang mulai paham dari mana asal mulanya kesalahan yang tak ia sadari ini...


"Siapa tahu kau ingin mencari istri muda? mungkin kau sudah bosan denganku makanya kau menggoda para wanita muda di luar sana... siapa yang tahu!" sahut Aom sinis


"astaga sayang... maafkan aku ya, aku benar-benar tidak bermaksud begitu... kenapa kau harus cemburu pada gadis itu... yang aku cintai hanya kamu seorang... kamu tahu itu dengan baik kan... ayolah, jangan cemburu seperti ini..." bujuk Kim lagi


"kau bisa cemburu hanya karena aku tersenyum kepada anak buahmu kan? lalu kenapa aku tidak boleh cemburu pada anak buahmu juga?" sahut Aom sengit tak mau mengalah


"sayang... itu hal yang berbeda... aku hanya mengajari gadis itu caranya menyatukan rantai DNA dalam proses rekayasa genetika... sedangkan mereka yang hanya diam bisa menikmati senyumanmu yang manis itu benar-benar tidak sepadan..." sahut Kim terus mencoba meyakinkan Aom,


"senyuman manisku ini bukannya kamu tidak rela membaginya dengan pria lain?" tanya Aom pada Kim dan Kim langsung mengangguk dengan sangat antusias menyetujui pernyataan dari Aom itu...


"tentu saja aku tidak rela berbagi dengan siapapun, karena kamu hanya milikku..." sahut Kim dengan senyuman penuh kemenangan di wajahnya...


"sepertinya aku sudah mulai berhasil membujukmu sayang..." batin Kim senang


"bagus kalau begitu... dan aku juga tidak rela berbagi sedikit pun sikap manismu itu kepada wanita manapun yang ada di dunia ini, tapi apa? kau malah dengan lugas dan tanpa rasa bersalah memperlakukan seorang wanita cantik itu dengan begitu manis, bahkan sangat romantis di depanku... senang ya bisa mengelap keringat dari seorang wanita cantik yang masih muda... apa jiwa mudamu kembali menggelora? dan kau tidak memperdulikan perasaanku lagi kan?!" ujar Aom saat sudah selesai memasak sup ayam kesukaan Pim, lalu ia berlari dengan cepat kearah kamarnya...


"astaga aku kira dia sudah mau berdamai denganku... ternyata seorang wanita lebih sulit di taklukkan daripada sebuah kekuasaan..." gerutu Kim sambil mengejar Aom ke kamar mereka...


"sayang..." ujar Kim saat melihat Aom duduk di tempat tidur dan memunggunginya...

__ADS_1


"Hey... jangan menangis.... maafkan aku tolong..." pinta Kim sambil berjongkok di hadapan Aom yang menangis dalam diam, ia sendiri sebenarnya juga tidak paham kenapa ia jadi se emosional ini sekarang... rasa cemburu sudah terlalu menguasai dirinya...


"maafkan aku sayang... iya aku mengaku salah... tidak seharusnya aku memperlakukan wanita lain seperti itu... aku salah maafkan aku ya... maaf..." ujar Kim sambil memegang kedua telinganya seperti seorang anak kecil yang sedang meminta maaf pada ibunya...


Sungguh, Kim tampak sangat imut saat ia melakukan ini...


"bagaimana kalau begini saja... kamu bisa menghukumku semaumu bagaimana? apapun itu pasti akan aku lakukan sayang... aku berjanji..." ujar Kim masih dengan posisi yang sama... menatap istrinya dengan lembut, tatapan matanya yang tajam tergantikan dengan tatapan lembut seperti mata seekor anak kucing yang sedang memelas meminta makanan...


"sudahlah Kim... bangun jangan seperti ini..." ujar Aom sambil menarik tangan Kim menyuruhnya untuk bangun, tapi Kim menolaknya...


"tidak mau... aku akan tetap seperti ini sampai kamu mau memaafkan aku sayang..." sahut Kim sambil menggelengkan kepalanya pelan


"ya sudah kalau begitu" sahut Aom lalu ia tidur dan menutup kepalanya dengan selimut, dan tanpa ia sadari entah sejak kapan ia sudah mulai terlelap dalam tidurnya...


***


Pagi ini Aom baru saja terbangun dari tidurnya... ia merentangkan tangannya dan berusaha menggapai sisi tempat tidur di sampingnya... tapi tangannya tak menemukan apapun disana, tidak ada siapapun yang sedang tidur di sampingnya...


"Dimana Kim?" gumam Aom sambil mengucek-ucek matanya dan menguap, khas orang yang baru bangun tidur...


"sudah bangun sayang?" tiba-tiba suara orang yang sedari tadi ia cari mengudara


Dengan refleks Aom menoleh kearah suara Kim itu... dan ia melihat Kim tetap berjongkok disana dengan posisi yang sama persis dengan kemarin sore....


"astaga sayang... kamu benar-benar tidak bergerak sedikitpun, tidak tidur?" tanya Aom khawatir...

__ADS_1


Aom turun dari tempat tidur dan berusaha untuk mengajak Kim duduk di atas tempat tidur tapi ditolak oleh Kim...


"tidak sayang... aku tidak akan berpindah dari posisi ini sedikit pun sampai kamu benar-benar mau memaafkanku... aku tahu aku sudah melakukan kesalahan besar padamu... aku sudah menyakiti perasaan ibu dari anak-anakku... wanita yang paling aku cintai di dunia ini..." ujar Kim dengan sangat tulus kepada Aom


"sayang.... hiks... hiks..." ucap Aom sambil memeluk tubuh Kim yang berjongkok di depannya...


"maafkan aku ya..." pinta Kim... tak bosan-bosannya ia mengatakan ini... tidak ada sedikitpun ego yang ia tunjukkan, ia sama sekali tidak merasa gengsi untuk memohon dan meminta maaf pada istri kesayangannya ini... padahal jika ia mau bisa saja ia bersikap acuh tak acuh, karena ia adalah seorang pria yang sangat di hormati dan ditakuti di luar sana... tak akan sulit jika hanya mencari wanita lain yang mau menjadi istrinya... ribuan orang akan dengan senang mengantri untuknya...


Tapi itu tidak pernah ia lakukan karena hatinya hanya tertaut dengan seorang wanita... cinta pertamanya... gadis kecil cantik yang menyelamatkan hidupnya di tepi sungai itu... wanita cantik yang menjadi ibu dari anak-anaknya dan wanita hebat yang selalu berada di sisinya ini satu-satunya orang yang benar-benar bisa mendapatkan cinta dari seorang Kim Hans...


"iya sayang... maafkan aku juga yang sudah terlalu emosional padamu... seharusnya aku tidak membiarkan diriku dikendalikan oleh rasa cemburuku...." sahut Aom


"tidak sayang... aku yang salah, aku sudah menyakitimu... aku terlalu bodoh dan secara tidak sadar telah membuatmu kecewa... aku lah yang seharusnya meminta maaf padamu... bukan kamu sayang..." sahut Kim saat ia merenggangkan pelukannya dengan Aom


"ayo naik jangan diam di lantai..." ujar Aom sambil berusaha mengajak Kim untuk naik ke tempat tidur mereka itu...


"tapi bisakah kamu berjanji padaku sayang? hal kecil... tapi sangat berarti untukku..." ujar Kim


"apa? bukannya kamu yang seharusnya berjanji padaku untuk tidak mengulangi ini lagi? kenapa aku yang harus berjanji?" tanya balik Aom pada Kim


"tidak bukan itu... iya aku berjanji aku tidak akan mengulangi kesalahanku ini lagi, semaksimal yang aku bisa... tapi aku perlu bantuanmu..." ucap Kim sambil menatap Aom penuh harap...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2