His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Tetap Liburan~


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Hmmm... Seharusnya kamu meminumnya 2 minggu lalu Aom, tapi aku lupa karena saking sibuknya..." Sahut Jeab sambil mengingat beberapa tanggal penting itu,


"Jangan bilang kalau..." Ujar Jeab menggantung, ia menatap Aom sambil menyipitkan matanya dan Aom hanya mengangguk pelan...


"Astaga... Kalian ini ya... Tapi sekarang semuanya jadi kesalahanku karena lupa memberikan pilnya tepat waktu padamu..." Ujar Jeab sambil mengusap-usap pelipisnya pelan...


"Kita hanya bisa menunggu waktu, jika Tuhan masih selalu berpihak pada Kim maka keinginan Kim selama ini akan segera terwujud... Tapi menurutku kamu harus bersiap-siap Aom, karena Tuhan selama ini selalu menyayangi Kim lebih daripada manusia lainnya sepertinya... Hahaha" ujar Jeab sambil tertawa...


Semua yang ia katakan barusan jika dipikir-pikir memang sangat masuk akal, karena bagaimana tidak...


Jika Tuhan tidak selalu melindunginya maka Kim mungkin sudah mati sekarang karena belasan kali sudah pernah masuk dalam keadaan sekarat selama ini...


Tertembak, tertembus peluru panas, kecelakaan pesawat dan berbagai nasib buruk yang membuat nyawanya hampir melayang tidak ada yang benar-benar berhasil untuk mencabut nyawanya...


Semua nasib sial itu hanya datang bertamu dan menyapa, tidak ada yang tetap tinggal dan memberikan luka atas kehilangan...


Wajah Aom menegang, tangannya bergerak menyentuh perutnya sendiri...


"Tenanglah... Memangnya kenapa jika kamu hamil lagi? Bukankah itu akan membuat Kim semakin bahagia?" Tanya Jeab sambil menyentuh lengan Aom yang tampak masih tenggelam dalam lamunannya...


"Tapi anak-anak sudah besar Jeab... Aku juga sudah tidak lagi muda, tidakkah ini sedikit memalukan jika aku hamil di usia yang sudah terbilang cukup tua?" Sahut Aom


Mendengar itu Jeab langsung refleks menutup mulut Aom dengan tangannya, ia bahkan lupa jika Kim masih ada di rumah dan apa yang ia lakukan ini bisa saja membahayakan dirinya karena sifat posesif Kim tidak pernah pandang bulu...


"Jangan pernah mengatakan hal buruk seperti itu Aom! Karena jika Tuhan menitipkan seorang anak pada kita, maka Tuhan sangat percaya bahwa kita bisa menjaga mereka dengan baik, karena tidak semua orang bisa seberuntung itu untuk memiliki anak... Aku dan teman-teman yang lain sampai sekarang masih menginginkan anak lagi tapi Tuhan hanya mempercayakan seorang anak pada kami... Kenapa kau bisa berkata hal-hal bodoh seperti itu?!" Ujar Jeab kesal...


"Singkirkan tanganmu atau tanganmu akan aku patahkan sekarang juga!" Ancam Kim dari arah tangga membuat Jeab segera memundurkan langkahnya menjauhi Aom...

__ADS_1


"Hey, jangan salah paham... Aku hanya membawakan pil untuk dia... Hehehe" ujar Jeab dengan sangat hati-hati karena Kim sudah menatapnya dengan sangat tajam dari kejauhan...


"...................." Aom hanya diam dan menundukkan kepalanya menatap perutnya,


Benarkah dirinya akan hamil lagi?


Sebenarnya bukannya Aom tidak mau, tapi jika seandainya ia benar-benar hamil lagi maka rentang umur dari anak-anaknya akan sangat jauh...


Bahkan mungkin Art akan lebih cocok jika menjadi ayah dari adiknya jika seandainya ini benar-benar terjadi...


Jarak 20 tahun itu benar-benar luar biasa...


***


Setelah mendengarkan penjelasan singkat dari Jeab, akhirnya mereka semua pun kembali melanjutkan perjalanan liburan mereka...


Tidak seperti biasanya, di dalam mobil Limosin itu Aom terlihat sangat pendiam, ia bahkan melamun hingga membuat Kim, Art, Tan dan Pim kebingungan melihat sikapnya saat ini...


Padahal pagi tadi ia masih terlihat sangat ceria dan begitu bersemangat untuk berlibur bersama anak dan juga mamanya...


"Ada apa?" Tanya Kim lagi namun Aom masih saja melamun, matanya menerawang jauh...


"Ibu... Jika ibu sedang tidak enak badan ataupun berubah pikiran, lebih baik kita batalkan saja liburan kali ini... Nanti bisa kita rencanakan di hari lain..." Ujar Art yang juga merasa sedikit cemas melihat ibunya yang nampak begitu pendiam di hari yang masih sepagi ini, entah menguap kemana semangat dan keceriaannya tadi itu...


"Ya kakak benar bu... Tidak apa-apa jika kita ganti hari lain saja... Sebaiknya ibu istirahat saja... Ayo kembali ke rumah..." Ujar Tan


"Walaupun sedikit disayangkan jika liburan ini dibatalkan, tapi demi ibuku tersayang lebih baik kita atur ulang saja liburannya lain kali... Mari putar balik ayah..." Ujar Pim yang juga setuju dengan apa yang diusulkan oleh kakak-kakaknya itu...


"Tidak sayang... Ibu baik-baik saja... Hanya saja sedikit lelah dan mengantuk... Tidak ada pembatalan, kita lanjutkan liburan yang menyenangkan ini..." Ujar Aom sambil tersenyum manis pada ketiga anaknya itu, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kim seakan mencari tempat yang nyaman untuknya bersandar dan beristirahat sejenak...


Mereka berempat saling tatap dan Kim tersenyum dan mengangguk pelan yang berarti semua yang dikatakan oleh istrinya ini akan dilakukan sesuai dengan permintaannya tadi...

__ADS_1


Perjalanan tetap berlanjut, ketiga anak-anak mereka bermain-main bersama, minum jus jeruk yang ada di mini bar dalam mobil dan juga bermain kartu dengan nyaman dan santai seakan saat ini mereka sedang berada di rumah bukan berada di dalam mobil Limosin...


Sementara Kim merendahkan posisi duduknya agar Aom bisa tidur lebih nyaman di antara bahu dan dada bidangnya...


Tangan kanannya mengelus-elus rambut Aom dengan sangat lembut agar ia bisa tidur lebih nyaman lagi dengan buaian lembutnya..


"Kamu kenapa sayang? Tidak biasanya dirimu seperti ini..." Gumam Kim dalam hatinya karena tidak dapat ia pungkiri bahwa dirinya merasa sangat cemas pada kondisi Aomnya saat ini...


***


2 jam lebih perjalanan sudah dilalui, hingga kini mereka sudah sampai di Pattaya...


Tepatnya di depan rumah nenek mereka, ibu mertua dari Kim Hans Suppanad...


"Nenek!" Teriak Pim yang langsung berlari memeluk tubuh neneknya itu...


"Aaa... Senangnya nenek bisa menemui cucu nenek secara lengkap sekarang... Art, Tan, Pim..." Ujar neneknya sambil tersenyum lebar karena sangat senang bisa melihat semua cucunya lagi setelah sekian lama...


"Nenek, kami merindukan nenek... Kapan-kapan ikut kami ke USA ya nek..." Ujar Tan dan Art sambil memeluk tubuh nenek mereka yang sudah semakin tua saat ini...


"Jangan bercanda... Mana mungkin nenek ikut pergi sejauh itu cucuku sayang..." Sahut neneknya sambil mengusap wajah kedua cucu laki-lakinya itu...


"Kalian sangat tampan... Benar-benar mewarisi wajah ayah kalian yang tampan itu ya hahaha..." Ujar neneknya sambil tertawa pelan


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2