His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Sudah Siap


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


__________________


"maafkan aku sayang... tapi ini harus... mereka sudah dewasa... pilihan sudah mereka tentukan sebelumnya... aku memberikan beberapa list universitas terbaik di dunia untuk mereka pilih... lalu mereka memutuskan hal ini setelah mendengar nasihat dan arahanku... aku tidak pernah memaksa mereka... ini murni keinginan mereka... dan aku mendukung mereka sepenuhnya... aku harap kamu juga akan mendukung pilihan anak-anak kita... mereka selalu perlu dukungan dan doa kita sebagai orang tua mereka..." ujar Kim lembut sambil mengelus lembut kepala Aom... menenangkan hati istrinya yang sedang bergejolak hebat saat ini....


Setelah cukup lama menangis, akhirnya Aom berhasil menenangkan dirinya...


ini memang sebuah cobaan yang berat bagi seorang ibu, ia harus merelakan kedua putranya pergi jauh darinya...


mereka akan dipisahkan oleh beribu-ribu mil jauhnya melintasi samudera dan berada di benua yang berbeda....


"jangan menangis lagi... aku berjanji tidak akan membiarkanmu merasa kesepian... beberapa tahun tidak akan terasa..." ujar Kim lembut sambil mengusap-usap pucuk kepala Aom dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang... terselip juga sedikit rasa bersalah karena harus memisahkan seorang ibu dan kedua anaknya ini...


"mereka akan baik-baik saja..." ujar Kim namun langsung dipotong oleh Aom


"kau bisa berjanji padaku kau tidak akan membahayakan mereka?! aku tau dirimu! aku tau latar belakang keluarga ini, aku tau semua yang harus anak-anakku lalui karena terlahir sebagai anak yang menyandang nama Hans Suppanad! aku tau! aku tau!!!" sahut Aom dengan suara yang meninggi, air matanya kembali mengalir namun segera ia hapus kembali... Kim hanya memandanginya dalam diam... ekspresi wajah yang datar... namun tidak dingin...


"apa kamu menyesal karena menjadi ibu dari anak-anakku sayang?" tanya Kim tak sedetikpun berhenti menatap mata Aom begitu dalam, seakan menuntut jawaban dari hatinya yang terdalam...


"tidak... aku tidak bermaksud begitu sayang... aku tidak menyesal sedikitpun... aku hanya takut... aku takut terjadi sesuatu pada mereka disana... aku terlalu takut untuk membayangkan bagaimana nanti kehidupan putra-putraku disana... jauh dari rumah, hidup di lingkungan baru yang bahkan adat dan kebiasaan masyarakatnya sangat berbeda dengan kita... maafkan aku.... huhuhu" sahut Aom sambil memeluk tubuh Kim erat...


"mereka punya jalan hidupnya masing-masing sayang... biarkan mereka berkembang... biarkan mereka mengenal dunia yang lebih luas... kehidupan yang akan mereka tempuh tergantung dari jalan yang mereka ambil..." ujar Kim lalu ia mengusap pipi Aom yang basah karena air mata itu...


"sudah jangan menangis lagi... malu pada anak-anak, nanti aku dikira ayah yang jahat karena telah membuat ibu mereka menangis sedih seperti ini..." ujar Kim lagi

__ADS_1


Setelah membasuh wajahnya, akhirnya Kim dan Aom mengajak anak-anak mereka untuk kembali ke rumah utama...


Walaupun melihat kantung mata ibu mereka sedikit terlihat sembab seperti sehabis menangis, tapi tak satupun dari mereka bertiga berani menanyakannya, karena Aom berusaha sebaik mungkin untuk tidak terlihat sedih sedikitpun...


"ingat kalian berdua jam 9 malam, datang ke ruangan ayah... tersisa beberapa menit lagi sebelum jam 9" ujar Kim dan langsung disahuti oleh mereka berdua dengan mengangguk patuh pada perintah ayahnya itu...


"aku tidak ikut ayah?" tanya Pim penasaran sambil menarik-narik lengan ayahnya itu


"tidak... ini belum saatnya untuk putri kesayangan ayah ini... kamu masih harus fokus sekolah... lebih baik kamu dan ibumu siapkan semua keperluanmu untuk semester baru yang akan segera dimulai... oke?" ujar Kim sambil mengusap lembut kepala putri cantiknya itu...


"kasihan sekali.... ckckck" ujar Tan dengan nada mengejek pada Pim


"dasar! awas kau ya!" ujar Pim sambil berusaha menggapai kerah baju bagian belakang Tan yang tengah berlari daridi depannya itu...


***


Pukul 9 malam


Tok!Tok!Tok!


"malam ayah... boleh kami masuk?" tanya Art dari luar ruangan kerja Kim itu...


"masuklah..." sahut Kim dari dalam


Lalu Art dan Tan masuk kedalam ruang kerja ayahnya itu, mereka berdua berjalan mendekati ayahnya yang terlihat sedang sibuk dengan berbagai berkas yang tengah ia tangani saat ini...

__ADS_1


mereka berdua pun duduk di kursi depan meja kerja ayahnya itu, dan menunggu ayahnya angkat bicara...


Setelah cukup lama Kim akhirnya selesai memeriksa berkas-berkas itu dengan sangat teliti, berkas itu terpisah menjadi 2 dan langsung ia serahkan masing-masing satu kepada Art dan Tan...


Ternyata itu adalah berkas-berkas yang diperlukan untuk perkuliahan dan juga semua dokumen yang mereka perlukan untuk tinggal di USA nanti...


"itu adalah berkas-berkas yang kalian perlukan untuk melanjutkan pendidikan kalian di universitas pilihan kalian masing-masing... ayah sudah mengeceknya dan semuanya sudah lengkap... hanya saja..." ujar Kim pada mereka berdua yang tengah serius mendengarkan dirinya berbicara...


"hanya saja apa ayah? apa ada yang kurang?" tanya Art dan Tan kompak


"iya... ada satu hal yang kurang... temuilah ibu kalian, minta doa darinya... dia sangat sedih karena kalian akan pergi jauh selama beberapa waktu...." sahut Kim sambil tersenyum lembut...


"Tan kau harus benar-benar serius belajar bisnis karena Hans Group adalah tanggung jawabmu kelak... sedangkan kau Art... tanggung jawabmu lebih berat kau paham itu kan?" tanya Kim dengan sangat serius


"aku paham ayah..." sahut Art dengan sangat tegas


"kalian masih sangat muda... berhati-hatilah disana... kultur dari negara adidaya itu berbeda dengan tanah kelahiran kalian ini... jangan sampai terjerumus dalam hal-hal negatif, jangan sampai terkena narkoba, jangan pernah masuk dalam pergaulan **** bebas, jika kalian sampai terjerumus pada hal-hal seperti itu maka tidak ada yang bisa menolong diri kalian lagi... tanamkan itu pada pikiran dan hati kalian..." ujar Kim mengingatkan kedua anaknya itu...


"baik ayah" sahut mereka berdua kompak


"ayah akan datang kesana saat waktunya sudah tepat... setelah itu kita bisa menjalankan tugas besar yang telah kita semua susun sejak lama..." ujar Kim lagi, lalu tiba-tiba terdengar suara ketukan dari arah pintu,


"paman... boleh aku masuk?" tanya seseorang dari luar ruangan kerja Kim itu...


______________________

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2