His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Hidup Harus Berguna 1


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Pukul 10 pagi,


Semua persiapan sudah selesai dilakukan oleh seluruh anak buah SDG dan juga dari semua karyawan Hans Group...


Mereka semua diliburkan dari pekerjaan hari ini, dan bagi yang berkenan untuk membantu acara amal ini mereka sangat dipersilahkan untuk ikut serta menjadi apapun dalam kegiatan ini...


Berita pun menyebar dengan begitu cepat sehingga ribuan orang sudah berbondong-bondong datang memadati beberapa titik-titik yang dijadikan lokasi untuk menyiapkan banyak makanan yang enak-enak untuk semua orang yang datang...


Hanya ada satu peraturan yang berlaku di acara ini yaitu,


Makanan tidak boleh kurang seharian ini...


Jadi siapapun yang datang harus pulang dengan penuh kenyang, bahkan jika mereka sanggup menghabiskan 10 kg makanan langsung di tempat juga tidak akan jadi masalah selama semuanya tidak terbuang sia-sia...


"Oh Tuhan... Perbanyaklah manusia-manusia baik seperti mereka ini agar kami para rakyat kecil juga dapat bertahan hidup dengan sedikit lebih mudah..." Ucap seorang wanita tua yang nampak sudah begitu berumur setelah menerima makanan yang di bagikan itu...


Tubuhnya terlihat begitu letih, ia juga mengajak seorang cucunya yang tampak masih begitu muda... Paling tidak ia baru seumuran dengan seorang anak SMP saat ini...


"Ayo nek, kita bisa makan sepuasnya hari ini... Nenek tidak perlu bekerja lembur lagi hanya untuk makan kita hari ini..." Ujar cucunya yang nampak begitu menyayangi neneknya itu...

__ADS_1


Cucunya itu terlihat seperti seorang pemuda yang penuh dengan semangat dan juga sangat menyayangi neneknya...


Tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka sedari tadi...


Ia nampak begitu menikmati pemandangan ini, orang itu kemudian memanggil seorang pria yang berdiri tidak jauh darinya...


"Decha, Kemarilah..." Ujarnya memanggil pria itu,


"Iya tuan muda? Ada yang bisa saya lakukan untuk anda tuan?" Sahut pria itu ketika sudah berada di samping pria yang ia panggil dengan nama tuan muda itu...


Siapa lagi dia kalau bukan Art,


"Coba kau cari tahu tentang kedua orang itu... Mereka tampaknya tidak memiliki nasib yang begitu baik..." Ujar Art memberikan perintahnya,


"Baik tuan muda, segera saya lakukan..." Sahut Decha yang langsung pergi melakukan perintah dari tuan mudanya itu...


Orang-orang seperti Decha inilah yang menjadi sasaran empuknya karena Decha adalah salah satu dari sekian banyak anak yatim-piatu yang ada di negara ini...


Anak-anak yang dengan berbagai alasan harus benar-benar kehilangan kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya disayangi oleh kedua orang tua yang bertanggung jawab untuk membuat mereka hadir di dunia ini...


Art yang sedang memperhatikan kedua orang itu tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah tepukan di pundaknya...


"Kenapa kamu memperhatikan mereka seperti itu anakku?" Tanya Kim yang datang bersama dengan Aom yang tentunya sudah mengenakan masker karena itu adalah salah satu syarat khusus yang selalu tak terbantahkan dari Kim ketika mereka berada di keramaian ataupun di luar rumah...

__ADS_1


Tentu saja alasannya hanya satu,


Kim tidak mau berbagi kecantikan istrinya ini kepada siapapun... Dan meski sudah berumur lebih dari 40 tahun saat ini, istrinya tentu masih sangat terlihat cantik dan awet muda karena rajin olahraga, makan makanan bergizi, rutin melakukan yoga, dan juga mendapatkan perawatan kulit kelas atas yang sudah diatur sedemikian rupa oleh dokter pribadi seluruh keluarga Hans Suppanad siapa lagi kalau bukan Jeab...


"Mereka tampak begitu letih... Apakah hidup bisa sesulit itu ayah?" Tanya Art kepada ayahnya yang kini berdiri di sampingnya...


"Tentu saja nak... Hidup itu sangat sulit, tidak semua orang diberkati oleh Tuhan dengan hidup yang mudah karena sudah memiliki segalanya dari orang tua mereka... Banyak yang dari mereka harus merangkak perlahan untuk terus berjuang hanya demi sesuap nasi, banyak dari mereka yang benar-benar susah hidupnya karena terlanjur berada dalam kondisi itu meskipun mereka sudah terus berusaha dengan keras untuk bangkit, namun tidak semua orang memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang lebih nyaman dan lebih mudah... Pernah dengar bahwa kebahagiaan itu relatif?" Tanya Kim kepada putranya ini dan ia langsung mengangguk mengiyakan...


"Kebahagiaan seseorang sangat sulit untuk dapat diukur karena setiap orang memiliki kebahagiaan mereka masing-masing tergantung dari pikiran dan hati orang itu sendiri... Banyak orang di luar sana yang bahkan lebih kaya dari kita belum merasa bahagia, tapi lihatlah mereka... Hanya dengan bisa makan banyak dan seenak itu saja mereka sudah benar-benar bahagia sampai meneteskan air mata karena rasa makanannya begitu enak... Mungkin setiap harinya mereka bahkan hanya bisa makan nasi ditambah garam saja... Atau bahkan mungkin tidak setiap hari bisa makan..." Ujar Kim


"Ayahmu benar anakku sayang... Kebahagiaan seseorang itu terletak disini, namun jangan sampai sesuatu yang disebut dengan ego merusak kebahagiaan yang sebenarnya sangat sederhana itu..." Ujar Aom sambil menyentuhkan tangannya di depan dada putranya, ia berusaha untuk menekankan bahwa kebahagiaan itu sebenarnya sangat sederhana dan semua itu berasal dari hati yang tenang dan nyaman...


"Aku salah satu orang yang beruntung karena memiliki kalian berdua sebagai orang tuaku... Ayah, ibu... Tapi ayah, jika kebahagiaan bisa sesederhana itu... Lalu untuk apa dirimu mengumpulkan kekayaan selama ini hingga sebanyak sekarang ini? Jika benar kebahagiaan sesederhana itu maka kenapa kalian tidak hidup sederhana saja?" Tanya Art dengan polosnya...


Walaupun ia seorang pria yang jenius seperti ayahnya, ia juga memiliki sisi lugu yang teramat sangat jika sedang berada di depan kedua orang tuanya ini...


"Dasar anak muda yang naif... Jangan biarkan pikiran sempit itu ada di dalam otakmu anakku... Berpikirlah dengan lebih rasional... Memang kebahagiaan tidak perlu banyak uang, namun jika kau tidak memiliki uang sedikitpun apa kebahagiaan itu mungkin untuk dapat kau nikmati saat perutmu mulai kelaparan? Atau jika kau lebih memilih hidup sederhana saat kau memiliki kesempatan untuk menjadi lebih kaya dan berguna bagi orang lain, itu akan menjadi sebuah kesalahan... Karena apa? Kau bisa mendapatkan kebahagiaan dan juga bisa memiliki kesempatan untuk membantu orang-orang, namun kau lebih memilih menikmati ketenangan itu sendiri dan membiarkan orang-orang yang memerlukan pertolongan tetap menderita diluar sana... Ataupun sebaliknya, saat kau menjadi sangat kaya namun semua kekayaan itu hanya kau gunakan untuk membahagiakan diri sendiri maka semuanya akan menjadi sia-sia..." Ujar Kim panjang lebar di tengah keramaian itu...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2