His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Ya Begitulah...


__ADS_3

Hay... akhirnya author bisa nulis 1 eps lagi...


maafkan author yang lagi sibuk-sibuknya ini... jadi jadwal updatenya terganggu...


hehehe....


HAPPY READING GUYS


______________


Kim menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk itu secepat mungkin yang bisa ia lakukan dan tentunya tanpa membuat pergerakan yang bisa menggangu Aom yang sudah tertidur dengan nyaman di dadanya itu sedari tadi...


Hampir 1 jam ia bekerja dengan posisi aneh ini... dia beberapa kali merasakan pegal di bahunya karena harus mengetik dan menahan kepala Aom yang bersandar di bahunya itu, namun ia menahannya dan tetap fokus menyelesaikan pekerjaannya saat ini...


“Akhirnya selesai…” ucap Kim setelah menyelesaikan berkas terakhirnya itu… sebuah kesepakatan kerja bersama pemerintah negaranya...


“Nah sekarang ayo kita ke kamar sayang… kalau lama seperti ini lehermu akan sakit saat bangun hehehe” ucap Kim lembut dan menggendong Aom dengan posisi yang masih sama dalam keadaan memeluk dirinya dengan erat itu… ia berjalan perlahan menuju kamar mereka, dan dengan gerakan perlahan ia membuka pintu kamarnya yang nyaman itu...


Saat sudah sampai di depan ranjang mereka, Kim dengan sangat perlahan-lahan merebahkan tubuh Aom di sisi kiri Art dan menyelimutinya agar tidak kedinginan… tak lupa pula ia mengecup kening dan bibir Aom dengan lembut…


“Selamat malam sayang… tidurlah dengan nyenyak… mimpi indah...” bisik Kim dan dia ikut naik keatas ranjang tepatnya di sisi kanan putra kesayangannya itu


***


Pagi hari telah tiba…. Sinar hangat sang mentari pagi sudah menjangkau ke dalam kamar melewati jendela dan celah-celah yang ada... mengusik insan-insan yang masih nyaman terlelap dalam tidurnya itu…


Karena merasa terganggu oleh sinar yang menyilaukan matanya Kim mulai terbangun dan berusaha menggerakkan tubuhnya untuk sedikit meregangkan tubuhnya dan hendak menuju kamar mandi…


Namun tubuhnya terasa sedikit berat, ia akhirnya hanya mengucek-ngucek matanya dan melihat 2 orang yang ia cintai dan sayangi itu tengah memeluknya dengan sangat kompak…


Memeluk tubuhnya dengan sangat posesif dan tanpa celah sedikitpun…


Ia merasa bahagia melihat wajah damai istri dan anaknya yang tengah tidur dengan nyenyak itu…


Akhirnya Kim menyerah dan hanya diam membiarkan mereka berdua menikmati tidur nyenyak mereka itu sampai mereka bangun dengan sendirinya… ia hanya menutupi wajahnya dengan bantal agar tidak merasakan silaunya cahaya matahari yang menyeruak masuk kedalam kamarnya lagi…


Cukup lama akhirnya Aom terbangun dan merentangkan tangannya melemaskan otot-otot tubuhnya…


“Akhirnya bangun juga sayang… Ayo mandi, ini sudah hampir jam setengah 8” suara Kim mengudara


“hmmm… Kim…” ucap Aom lembut


“Iya sayang?” sahut Kim sambil menggendong Art yang sudah setengah sadar itu

__ADS_1


“Aku juga ingin digendong…” ucap Aom dengan manja


“Huh?” ucap Kim terkejut mendengar permintaan istrinya yang manja kali ini...


“Gendong aku…” ucap Aom lagi dengan sendu


“oke-oke ayo naik di punggungku… kita mandi bersama…” sahut Kim sambil menunduk dan Aom dengan semangat naik ke punggung Kimnya ini...


Kim hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah manja keduanya ini…


Sekitar 25 menit mereka semua sudah selesai mandi, Art sudah memakai bajunya dan Aom juga sudah tampak rapi dengan dress biru muda selututnya itu, hanya tinggal Kim yang memakai kemejanya, saat hendak memasang kancing lengan kemejanya, Aom mengalungkan dasi hitamnya dan memasangkannya dengan telaten di depan Kim…


Kim tersenyum manis dan mengecup kening Aom ketika sudah selesai mengikat dasinya dengan sangat rapi…


“Terimakasih sayangku…” ucap Kim kepada Aom dan Aom hanya tersenyum manis kepadanya


Art berlari menuju papanya itu…


“Art tidak papa cium juga?” tanyanya dengan pipi yang ia kembungkan membuat Kim semakin gemas melihatnya


“Kenapa tidak? Cup! Cup! Cup!” Kim mencium kedua pipi gembul dan kening putranya itu…


“Ayo kita sarapan… nenek pasti sudah menunggu…” ajak Kim, dan mereka langsung menuju meja makan


***


“Sudah siang aku berangkat dulu ya bu… sayang aku berangkat kerja ya…” ucap Kim lalu mencium kening Aom dengan lembut setelah itu ia mencium tangan mama Aom dan menggendong Art… menciumi kedua pipi dan keningnya Art…


Saat hendak keluar Kim melihat Aom memandanginya dengan begitu murung…


“Ada apa?” tanya Kim lembut sambil mengusap-usap pipi istrinya pelan


“Aku ingin bersamamu… tapi kamu harus bekerja…” rengek Aom


Astaga…


Kim seperti tersihir oleh keimutan istrinya pagi ini… terlalu manis untuk ditinggalkan dirumah….


Cup!


Kim mengecup bibir Aom singkat lalu mengusap pucuk kepala Aom pelan…


“Aku akan segera pulang… tidak lama kok sayang… hanya beberapa jam saja kan…” ujar Kim memberikan istri kesayangannya ini pengertian karena ia harus bekerja sekarang ini...

__ADS_1


“Baiklah….” Ujar Aom dengan wajah lesunya


“Kenapa kamu semakin menggemaskan sih sayang?” ujar Kim sambil mencubit pipi Aom pelan


“Sudah ya aku kerja dulu… kasian Nan dan Zee menunggu lama dibawah…” ujar Kim sebelum benar-benar pergi ke kantornya pagi ini...


Siang harinya...


“Ma… kenapa Kim sangat lama pulangnya?” rengek Aom pada mamanya


“Hoiiiih… sejak kapan anak mama semanja ini?” ledek mamanya sambil tersenyum geli menghadapi tingkah laku putrinya ini


“Mau peluk ma…” pinta Aom kepada mamanya


“Sini anak mama sini mama peluk…” ujar mama Aom sambil terkekeh


Sementara itu Art sedang bermain-main dengan beberapa buku Kim yang ada di meja kerjanya… Art selalu menyelinap masuk kedalam ruang kerja Kim saat Kim tidak ada di rumah... walaupun sebenarnya Kim tidak pernah melarangnya, tapi biasanya Aom yang akan melarangnya karena takut Art akan tidak sengaja mengambil berkas penting atau hal lainnya yang menyangkut pekerjaan Kim yang tersimpan disana...


Art belajar membaca sebuah buku yang ada di tangannya secara perlahan...


“Teknik Mekanikal… Sniper elite militer” ucap Art penasaran lalu membukanya mengamati setiap gambar yang mengagumkan baginya…


Walaupun ada beberapa tulisan angka dan rumus yang tak dapat ia mengerti, Art tetap menikmati mengamati buku itu...


Begitu banyak ada jenis senapan laras panjang yang begitu gagah bentuknya terpampang nyata di depan Art… matanya berbinar-binar melihat semua itu…


Kemudian pandangannya teralihkan ke sebuah samurai yang terpajang rapi di sebuah desk ruangan itu, samurai itu adalah samurai kesayangan papanya…


ia berjalan mendekat dan berusaha mengambilnya…


Kini samurai itu sudah berada di genggaman tangannya…


Namun saat hendak membuka dan menarik samurai itu dari sarungnya, Aom membuka pintu dan menemukan anaknya sedang bermain-main dengan samurai kesayangan Kim itu…


“Sayang… mama sudah bilang kan jangan masuk ruangan kerja papa sembarangan… dan ini tidak boleh kamu ambil, ini sangat tajam” ujar Aom memperingati putranya ini dengan lembut


“Kan papa gak ada ma, jadi aku mau main disini… seperti ada papa di setiap sudut ruangan ini ma…” ujarnya dengan lugunya


“Ini juga sangat keren ma… papa pernah memperlihatkannya padaku...” ucap Art lagi


“Tetap saja tidak boleh sayang… ini benda tajam… kalau Art sudah lebih besar baru boleh memegang ini…” ujar Aom sambil menggendong Art keluar dari ruang kerja Kim itu setelah meletakkan samurai itu kembali dengan rapi...


_______________

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komentarnya guys....


__ADS_2