His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Dia dan Junior


__ADS_3

"Kimmm... Maafkan kebodohanku... maaf..." Ujar Aom lirih dan sesenggukan karena masih terus menangis


"Aku bahagia adikku bisa kembali ceria setelah menikah denganmu, tapi... Beberapa hari yang lalu ia menangis karena penghianatan besarmu kepadanya, dia sangat terluka dan menderita! Hatiku bagaikan ditikam dengan belati tajam berkali-kali, melihatnya menangis sedih dalam pelukanku... Dia hanya bisa menangis dihadapan ku saja tidak kepada orang lain... Adik kesayanganku begitu menderita walaupun aku masih hidup! Itu membuatku sangat marah!" Ujar YY kepada Aom menatap Aom dengan sangat tajam


"Aku bisa mengabaikan wasiat ayahku tentang Kim agar Kim menjagamu selama hidupnya! Tapi aku tidak bisa mengabaikan permintaan adik kesayanganku itu... dia sangat berharga bagiku..." ujarnya YY lagi penuh penekanan...


"Maafkan aku kak... Aku memang bodoh... sangat bodoh kak..." Ujar Aom terus menangis, akhirnya Yang Mao keluar dari kamar itu tanpa menyahuti permintaan maaf Aom...


Ia langsung mengajak anak buahnya untuk mencari Kim lagi... Jeab sudah menghubungi mama Aom dan meminta beberapa anak buah untuk menjemputnya di Pattaya...


Sore harinya saat Aom sedang termenung dan memeluk potonya yang sedang digendong oleh Kim itu, tiba-tiba mamanya datang dan memeluk tubuhnya dari belakang...


"Sayang... Anakku tersayang.." ujarnya sambil mencium pipi Aom bergantian, lalu ia duduk disamping Aom dan mengelus lembut pundak putri kesayangannya ini...


"Mama... Kim ma... dia belum ditemukan ma..." Ujar Aom kembali menangis di pelukan mamanya, meluapkan rasa sedihnya...


"Iya sayang... Mama tau Kim kecelakaan.. berdoalah untuk keselamatannya setiap waktu, setiap saat..." Sahut mamanya dan mengelus rambut putrinya itu dengan sangat lembut untuk menenangkannya...


"semua ini karena aku ma... Aku salah ma... Kim marah... Makanya ia menghukum ku seperti ini... Aku salah... Aku benar-benar istri yang buruk ma..." Ujarnya semakin menangis tersedu-sedu


"Ada apa? Apa kalian bertengkar sebelumnya? Lalu Kim pergi begitu?" Tanya mamanya dengan sangat lembut


"Iya ma... Ini... ini kesalahanku... Karena keegoisanku dia sangat terluka ma... Aku menghianatinya hanya untuk mensukseskan misi pasukan khususku... Aku sangat melukainya ma..." tutur Aom terdengar begitu menderita dan menyedihkan di telinga mamanya


"Apa yang telah kamu lakukan Aom? Kim pria yang sangat baik, dia juga sangat mencintaimu nak... Dia tidak akan marah dengan semudah itu..." Ujar mamanya sambil terus mengelus rambut putrinya itu


"Aku... Aku.. aku berpura-pura hamil agar Kim selalu menuruti keinginanku... Aku melakukan ini atas perintah dari atasanku juga... Karena keegoisan dan obsesiku aku mau melakukan semua itu pada Kim... Aku..."


Plakkkk!!!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Aom dari mamanya...


"Sejak kapan mama dan papamu pernah mengajarkanmu untuk bisa melakukan hal serendah itu hanya untuk mencapai tujuan dan ambisimu Aom?!!!" Bentaknya sedikit tersulut emosi, Aom memegang pipinya yang memerah dan perih karena tamparan itu...

__ADS_1


Ia hanya bisa menunduk, ia merasa menjadi manusia yang paling buruk saat ini... Aom menangis tertahan...


"Mama menamparmu bukan karena membela Kim walaupun Kim memang pantas mama bela sekarang... Mama kecewa denganmu Aom... Bagaimana bisa putri kesayangan papa dan mama ini melakukan hal yang begitu rendah seperti itu... kamu anak kesayangan kami... tolong jangan melakukan hal bodoh lagi setelah ini nak... tolong..." Ujar mamanya yang sudah ikut menangis...


"Maafkan kebodohan putrimu ini ma... Aku memang bodoh.. sangat bodoh.." ujar Aom sambil memukul-mukul kepalanya sendiri...


Mamanya memegang kedua tangan putrinya itu dan memeluknya dengan erat...


"Jangan menyiksa dirimu sendiri nak.." ujarnya


"aku memang sangat pantas di benci ma... Aku tidak pantas..." Ucap Aom namun mulutnya di tutup oleh mamanya...


"Sudah sayang... Lebih baik kamu istirahat dulu, jangan kelelahan... Mungkin besok Kim sudah ditemukan, jadi kamu bisa meminta maaf kepadanya..." Ujar mamanya dan mengajak Aom masuk ke dalam kamar...


Mama Aom menemani putrinya tidur agar ia tak kesepian... ia memeluk putri kesayangannya yang tampak begitu lemah saat ini setelah kehilangan suami tercintanya...


***


Di pesisir pulau Koh Kong Kamboja, Yang Mao dan Mario serta anak buahnya melakukan penyisiran di laut serta daratan...


Namun sampai malam hari tiba merekapun tidak menemukan apapun terkait dengan Kim...


Berhari-hari...


Berminggu-minggu...


Dan akhirnya satu bulan sudah setelah kecelakaan pesawat itu terjadi, pemerintah sudah menghentikan pencarian korban karena sudah 1 bulan lamanya pencarian sesuai dengan target pemerintah...


Yang Mao kakak Kim itu juga harus rela kembali ke China walaupun belum menemukan adik kesayangannya itu, untuk mengurus kelompok mafia warisan ayahnya dan juga menjaga istri dan anaknya disana...


Dengan berat hati ia harus meninggal Thailand tanpa hasil dari pencarian Kim selama ini, ia merasa sangat hancur karena kepergian Kim adik kesayangannya...


"Seharusnya aku mencegahnya pulang ke Thailand saat anak kita menangisi kepergian pamannya dengan kencang... seakan putra kita tau akan terjadi hal buruk dalam penerbangan itu sayang..." Sesal Yang Mao karena tidak menyadari pertanda buruk bagi adiknya kesayangannya itu, ia begitu tertekan dan sedih karena kehilangan adik kecilnya...

__ADS_1


"Jangan menyalahkan dirimu seperti ini sayang... Kim itu laki-laki yang kuat... Aku yakin dia pasti selamat dan akan segera ditemukan... "Ujar Zheng menyemangati suaminya itu...


***


Sementara itu keadaan Aom tidak kalah buruknya, ia benar-benar terpukul....


Kim tidak ditemukan setelah sekian lama pencarian... Ia benar-benar kehilangan semangat hidupnya, kondisinya semakin memburuk, sampai-sampai Jeab harus memasangkan infus lagi kepadanya karena kondisinya yang semakin drop...


Ia masih terus percaya bahwa Kim masih hidup, dia tak akan mati semudah ini, seperti yang telah dikatakan Yang Mao kepadanya... hanya harapan ini yang bisa membuatnya tetap semangat menjalani hidupnya yang begitu terasa sepi dan menyedihkan saat ini...


"Aom... Kamu jangan menyakiti diri sendiri begini, bangkitlah... Kim tidak akan suka melihatmu lemah seperti ini... bantu kami menepati janji untuk selalu menjagamu saat dia yak ada disampingmu" Ujar Jeab saat membawakannya obat dan vitamin, serta mamanya juga membawakan bubur untuknya...


"Tidak Jeab... Kim... Aku yakin dia akan kembali... dia pasti selamat... aku yakin itu..." sahutnya lemah


"Iya... Kami juga percaya akan hal itu, tapi tolong jangan seperti ini... Tubuhmu kian melemah Aom... Setidaknya pikirkan keadaan calon anakmu dan Kim... Jangan biarkan dia menderita juga..." Ujar Jeab mengingatkan tentang kehamilannya...


Aom terdiam, ia hampir lupa kalau dirinya sedang mengandung anaknya dan Kim...


Mama Aom juga terkejut karena baru mengetahui kalau anaknya sedang n


benar-benar hamil...


"Kenapa mama tidak diberi tahu nak? Kamu tidak memberitahu mama tentang kehamilanmu.." ujarnya sambil langsung duduk di sisi Aom setelah meletakkan bubur yang ia bawa di atas meja


"Aku hampir lupa ma... Aku hanya memikirkan Kim..." Sahutnya disela-sela tangisnya


"Maka dari itu ayo makan lalu minum obatnya Aom... Ingatlah Kim masih ada disini bersamamu selalu..." Ujar Jeab sambil mengelus lembut perut Aom


"Maafkan ibu nak... Ibu membuatmu menderita juga, tapi ibu yakin ayahmu pasti akan kembali bersama kita..." Ujarnya sambil mengelus lembut perutnya yang tengah mengandung buah cintanya bersama Kim...


____________


jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...

__ADS_1


karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...


__ADS_2