
Maaf author agak lama up episodenya ya... author sedikit sekali dapat waktu untuk menulis karena sibuk buat penelitian skripsinya author...
HAPPY READING GUYS
_________________
Aom bergidik ngeri mendengar ucapan suaminya itu…
ia tau kemana arah pembahasan ini akan berlanjut…
Aom sudah melanggar aturan yang Kim berikan padanya sebelum ia memberikan Aom izin untuk ikut menyelamatkan putra mereka saat itu….
“aku tidak akan memaafkanmu jika kau terluka seujung kuku pun! ingat itu!” Kata-kata yang Kim ucapkan itu kembali terngiang di dalam pikiran Aom…
Seujung kuku pun? Ia bahkan lebam dan mengalami luka di bibirnya saat ini….
Apa yang harus ia lakukan sekarang agar Kim tidak marah padanya nanti?
“Oke selesai… semua lukamu sudah diobati bos… tapi beberapa hari ini lukanya akan memberikan efek kaku pada otot-ototmu karena proses penyembuhan… ku mohon jangan melakukan aktivitas yang berat oke bos?” ujar Jeab pada Kim, lalu menoleh ke arah Aom yang juga mendengarkan dirinya
“Rawat suamimu dengan baik Aom… dia sangat keras kepala…” ujar Jeab lalu beralih ke Art untuk mengobati luka-luka yang didapatkan Art juga...
“Aduuuuh keponakan paman yang tampan ini jadi jelek sekarang ya…” goda Jeab sambil memberikan obat luka dan lebam yang ada di tubuh keponakannya ini....
Art hanya bisa cemberut mendengar ejekan paman Jeabnya karena memang benar bahwa sekarang dirinya sedang sangat acak-acakan dan tidak rapi sama sekali…
__ADS_1
Jeab mengoleskan salep untuk mempercepat penyembuhan lebam-lebam di tubuh Art...
“Sekarang kita harus cek kandunganmu Aom… kau terlalu mengambil resiko hari ini…” ucap Jeab berhati-hati karena tau Kim pasti sedang dalam mood yang kurang baik karena anak dan istrinya terluka sekarang...
“Jeab ibu di rawat di ruang mana?” tanya Kim dengan nada datarnya
“Ibu sudah dipindahkan ke ruang perawatan VVIP di lantai 3 Kim… ruang Royal Rose 4” sahut Jeab sambil menoleh sekilas kepada Kim yang sudah beranjak dari tempat tidur pemeriksaan itu…
“Hey Tuan Kim Hans kau harus istirahat dulu! aku baru mengobati kaki dan pundakmu yang tertembus peluru itu!” teriak Jeab pada Kim yang sudah mulai melangkah keluar ruangan pengobatan mereka ini...
“Kim…” panggil Aom lembut, Kim berhenti namun Kim tidak menoleh kepadanya
“Aku tidak perlu istirahat Jeab” sahutnya singkat dan kembali berjalan lagi...
“Papa Art ikut!!!” seru Art sambil melompat dan mengejar papanya yang sudah keluar dari ruangan ini...
“Tidak apa… tetap bersikap manislah padanya sekarang... jangan membantahnya, menurut dan mengalah dulu padanya, maka ia tidak akan marah lagi padamu Aom… dia sangat mencintaimu makanya ia bersikap seperti itu…” ujar Jeab sambil menatap lurus kearah monitor alat USG yang sedang ia gunakan untuk memeriksa kandungan Aom itu...
“Aku tau… tapi dia pasti akan sering menghindar sekarang…” sahut Aom lemah
“Jangan memaksanya, tunjukkan penyesalanmu dan teruslah bersikap manis…” ujar Jeab yang masih fokus menganalisa keadaan janin yang ada di kandungan Aom
“syukurlah tidak ada dampak buruk yang dapat mengganggu calon anak kalian berdua, dia kuat seperti ayahnya kurasa (Jeab tersenyum)… tapi aku ingatkan sekali lagi padamu Aom… jangan keras kepala dan melakukan aktifitas yang dapat melelahkan karena itu tidak baik untuk anakmu ini, jika terjadi sesuatu padamu dan calon anakmu ini, aku tidak tau apa yang bisa dilakukan oleh Kim nantinya jika ia kehabisan akal sehatnya…” ujar Jeab lalu ia merapikan kembali semua peralatan yang sedari tadi ia pakai untuk mengobati mereka
“Terima kasih untuk semuanya Jeab…” ucap Aom lalu ia beranjak turun dari tempat tidur pasien itu
__ADS_1
“Tidak perlu berterima kasih padaku… apapun yang bisa ku lakukan untuk Kim, untuk kejayaan dan kebahagiaannya akan selalu menjadi prioritas kami semua” sahut Jeab santai namun serius dengan perkataannya
Setelah keluar dari ruang perawatan khusus itu Aom segera melangkahkan kakinya menuju lift… lift itu terbuka dan ia segera masuk kedalamnya…
Ia langsung menekan lantai 3… ia juga sangat menghawatirkan keadaan ibunya yang mengalami luka-luka karena kecelakaan yang sengaja disetting oleh OG untuk menculik Art kemarin…
“Mama…” ucap Aom saat ia membuka pintu kamar rawat inap VVIP yang ditempati oleh ibunya itu, disana juga ada Kim dan Art yang sedang menemani neneknya...
“Aom…” ujar mamanya lemah…
Terlihat cukup banyak peralatan kedokteran yang menempel pada tubuh ibunya…
Keadaannya memang cukup parah, tapi tidak separah 2 pengawal yang menjaga ibu Wana dan Art…
mereka berdua masih dalam keadaan kritis karena berada di bangku depan mobil yang mereka kendarai dan ditabrak dari arah depan oleh para penculik...
“ma…” ucap Aom lagi dengan matanya yang sudah basah… ia tak sanggup melihat mamanya terluka seperti ini, Aom memeluk tubuh mamanya dengan lembut, mencium kedua pipinya juga…
“mama pasti akan segera sembuh ma… aku akan merawat mama dengan sangat baik ma” ucap Aom sambil menggenggam tangan mamanya dengan sangat lembut dan penuh dengan kasih sayang...
“Tidak apa sayang… kamu harus banyak istirahat juga… ingat kamu itu sedang hamil…” ujar mamanya dengan lembut
_______________
jangan lupa vote, like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating/bintang juga ya...
⭐⭐⭐⭐⭐