His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Setiap Kehidupan Baru


__ADS_3

Happy Reading Guys


_____________________


Mereka berdua masih tidur dengan sangat lelap,


namun Aom tiba-tiba saja mengerutkan keningnya karena merasakan sakit yang muncul dari perutnya hingga ia terbangun dengan keringat yang sudah membasahi keningnya saat ini,


“ Kim... ” ujar Aom lirih ia mengguncang tubuh Kim sekuat yang ia bisa sambil meringis menahan sakit di perutnya itu,


” Hmmm? Aom... ” ujar Kim dengan suara parau baru bangun tidur sambil menyesuaikan matanya yang masih mengantuk itu,


“ Perutku... ” ujar Aom kesakitan yang seakan seperti sambaran petir di telinga Kim hingga ia melompat dari tempat tidurnya dan melempar selimut yang tadinya mereka gunakan itu ke sembarang arah, mata Kim langsung tertuju pada kaki Aom lalu ia sedikit bisa lebih tenang karena tidak ada darah disana,


” Kemari Aom... ” ujar Kim yang langsung mengangkat tubuh Aom dan membawanya keluar,


“ Siapa saja! Cepat siapkan mobil! ” teriak Kim menggema dari lantai 2 ke para bawahannya yang berjaga malam ini hingga mereka semua berlari tunggang langgang ke berbagai arah, ada yang bersiap membuka pagar, ada yang berlari ke garasi dan ada yang langsung mengambil HT lalu berlari mendekati arah suara bos mereka terdengar untuk memastikan apa yang harus mereka siapkan selanjutnya karena hanya ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi saat ini hingga bos mereka ini menjadi panik, yang pertama adalah serangan musuh dan yang kedua adalah situasi darurat istrinya yang sedang hamil itu,


Setelah berlari sekuat tenaga hingga ia melihat sosok bosnya mengangkat istrinya menuruni anak tangga dari rumah utama itu, ia langsung mengerti apa yang harus dilakukan selanjutnya hingga ia langsung mengganti frekuensi HT nya hingga menjangkau seluruh pos penjagaan di jalan menuruni bukit rumah Kim itu,


“ Siaga 1 !, Siaga 1 !, amankan jalur menuju rumah sakit segera ! ” ujar anak buah Kim itu lewat HT nya, lalu ia langsung buru-buru membantu membuka pintu keluar untuk Kim,


“ Dimana mobilnya?! ” teriak Kim pada anak buahnya itu dan terlihat jelas wajah paniknya saat ini,


“ Sedang dikeluarkan bos, nah itu dia... ” sahutnya dengan cemas


“ Aom... bersabarlah sayang... ” ujar Kim sambil menatap Aom yang merintih kesakitan,


Wajah Aom mulai terlihat putih pucat menahan sakit membuat Kim ikut menjadi pucat ketakutan, tangannya mulai bergetar namun tetap bisa menopang beban tubuh Aom dengan kuat di kedua lengannya,


Mobil yang dibawa oleh anak buahnya berhenti tepat di depan Kim lalu dengan sangat cepat anak buahnya yang menemaninya sedari tadi berdiri di sampingnya itu membukakan pintu mobil itu agar memudahkan bosnya ini masuk lalu tanpa basa-basi sedetikpun mobil itu langsung melaju meninggalkan mansion itu menuruni bukit menuju rumah sakit SDG,

__ADS_1


Kim langsung membuka kotak penyimpanan yang dibuat di pintu mobil itu untuk mengambil tabung oksigen kecil darurat yang ada di sana bersama dengan peralatan p3k lainnya, tangan Kim dengan cepat memasang masker oksigen darurat itu pada Aom untuk mencegahnya kesulitan bernapas,


“ Jeab, ya... aku harus menghubunginya ” gumam Kim lalu ia berusaha merogoh sakunya namun ternyata ponselnya tertinggal di kamarnya,


“ Sial! ” umpat Kim pada dirinya sendiri


“ Berikan ponselmu ” ujar Kim pada supirnya saat ini,


“ Ini bos ” sahut supirnya itu sambil menyerahkan ponselnya dengan sangat cepat,


” Apa ada nomor ponselnya Jeab disini? ” tanya Kim sambil membuka kontak ponsel itu,


“ Tidak bos, tapi ada kontaknya bos Mario ” sahut supirnya itu,


“ Sial! dia tidak mengangkatnya ” umpat Kim lagi setelah teleponnya tidak tersambung,


“ Tentu saja bos Mario tidak akan mengangkat telepon dari bawahan sepertiku di tengah malam begini ” gumam supir itu dalam hatinya


“ Baik tuan Kim ” sahut suster shift malam ini yang mengangkat telepon itu,


“ Kim Hans... Tenanglah... ” ujar Aom lirih,


“ Bagaimana aku bisa tenang? melihatmu kesakitan seperti ini bersama calon anak kita membuat setiap inci dari tubuhku ketakutan setengah mati ” sahut Kim sambil menggenggam tangan Aom


“ Kamu lihat ini? seumur hidupku hanya 3 kali tanganku bergetar seperti ini... ” ujar Kim sambil mengangkat tangannya di depan wajah Aom yang ada di pangkuannya saat ini,


” Kapan itu? selain saat ini? ” tanya Aom bersusah payah untuk menahan sakit perutnya agar Kim tidak terlalu cemas lagi,


“ Saat kamu kecelakaan dan... ”ujar Kim tiba-tiba tampak ragu untuk melanjutkannya,


“ Dan? ” tanya Aom lagi

__ADS_1


“ Saat Kao tertembak musuhku ” sahut Kim tanpa menoleh pada Aom, ia seolah tidak mau menatap matanya


” Kao... sudah lama kita tidak pergi ke pusaranya, setelah aku melahirkan bayi kita ini... ” ujar Aom, ia menatap Kim yang menoleh kearahnya saat ini,


” Ayo kita kesana... ” ujar Aom lagi sambil tersenyum pada Kim,


“ ............ ” Kim terdiam sejenak lalu ia menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia setuju,


“ Bagaimana mungkin... ini... ” gumam Kim dalam hatinya, detak jantungnya berdetak sangat kencang saat ini,


***


Di rumah sakit,


Banyak perawat dan dokter yang menunggu di depan pintu IGD setelah kegaduhan yang terjadi saat mendengar bahwa bos besar pemilik rumah sakit ini akan membawa istrinya ke IGD rumah sakit ini yang kemungkinan besar adalah untuk melahirkan karena hampir semua yang bekerja di sini tahu bahwa istri bos besar mereka itu sedang hamil besar saat ini,


“ Cepat tandunya ” ujar salah satu dokter saat melihat mobil hitam itu berhenti di depan IGD, lalu Kim membawa Aom keluar dibantu oleh para perawat dan dokter yang ada di sana dan ia langsung dibaringkan di tempat tidur dorong itu yang langsung diarahkan menuju ruang bersalin,


” Mohon tunggu disini tuan, kami akan melakukan yang terbaik untuk istri dan anak tuan ” ujar salah seorang dokter yang biasanya menjadi asisten Jeab itu pada Kim dan Kim hanya bisa mengangguk setuju,


5 menit kemudian Jeab terlihat berlari di ujung koridor sambil memakai jas dokternya dengan terburu-buru, Kim melihatnya dengan alis yang sudah mengkerut penuh kecemasan dan ketidakpuasan, namun ia juga tidak bisa menyalahkan sahabatnya ini karena tidak mungkin juga ia harus selalu standby di rumah sakit 24 jam, bagaimana pun juga seorang dokter pasti perlu istirahat kan...


” Aku masuk dulu ” ujar Jeab berlari masuk ke ruang operasi itu sebelum Kim sempat mengatakan apapun padanya,


Kim hanya bisa menunggu dalam kecemasan disana, apakah Aom akan langsung melahirkan malam ini atau bagaimana itu belum pasti...


ia hanya bisa menunggu dengan cemas saat ini karena Aom sedang menjalani pemeriksaan di dalam sana... Setelah beberapa menit berlalu,


Jeab dengan cepat keluar dari ruangan itu dan menghampiri Kim dengan wajah seriusnya,


___________________

__ADS_1


See You Tomorrow


__ADS_2