
HAPPY READING GUYS
________________________
"iya Max, sebisa mungkin aku pasti tidak akan merepotkanmu karena sifat suamiku itu hehehe..." sahut Aom pada Maxim, lalu Maxim hanya terkekeh menanggapinya...
"Terima kasih banyak nyonya Kim Hans... tapi aku lebih senang memanggilmu nona Kim Hans... kamu masih terlihat awet muda dan cantik sekali..." puji Maxim pada Aom
"panggil aku Aom saja Max, tapi aku ingin tahu kenapa kamu benar-benar bisa tahan berada di dekat Kim yang sifatnya sangat dingin Max... mungkin jika seorang wanita melihatnya mereka akan tergila-gila dan mau melakukan apapun agar bisa dekat dengan Kim... tapi jika pria aku tidak paham... jangan-jangan kamu... " ujar Aom memulai misinya mengorek cerita masa muda suami kerennya dengan memancing teman lamanya suaminya ini untuk buka mulut...
"hahaha... jangan berpikiran yang macam-macam dan negatif seperti itu padaku... jika aku berani seperti itu padanya, maka nasibku sudah pasti akan berakhir seperti para wanita yang gila-gilaan mengejar Kim mu itu dengan segala cara..." sahut Maxim sambil terkekeh geli membayangkan masa muda yang menegangkan dan sangat menarik yang ia habiskan bersama Kim Hans muda itu...
"lalu kenapa kau memutuskan untuk mengikutinya?" tanya Aom lagi
"kau tahu Aom? terkadang seorang pria itu memiliki sebuah ketertarikan untuk mengabdikan dirinya dan hidupnya sepenuhnya untuk orang yang mereka anggap hebat dan keren..." sahut Maxim sambil memutar-mutar pisau makanan yang ada di meja itu dengan tangannya...
"entah dia memiliki magnet seperti apa dalam dirinya, tapi yang aku tahu... dia selalu berhasil membuat orang-orang penasaran dan ingin menjadi pengikutnya, Kim punya jiwa kepemimpinan yang sangat kuat untuk menarik perhatian siapapun... wibawanya bahkan bisa dirasakan saat ia hanya berjalan melewati seseorang... auranya berbeda" lanjut Maxim lagi...
"aku yang hanya seorang gelandang tampan yang tidak punya tujuan kala itu, entah kenapa bisa merasa begitu takjub melihatnya... seorang laki-laki muda tanpa ekspresi di wajahnya, perasaan dan emosi yang ada di dalam dirinya selalu tidak bisa ditebak oleh siapapun. Otak jeniusnya yang selalu membuatnya berhasil melakukan apapun yang ia mau dan ia rencanakan itu membuat kami para laki-laki muda yang sedang mencari jati diri merasa tertarik untuk berada di sekitarnya... percaya atau tidak, banyak sekali pemuda yang berusaha menjadi anak buah Kim... namun kebanyakan dari mereka tidak bisa beradaptasi dengan sosok Kim yang kejam dan dingin itu..." ujar Maxim sambil menggenggam posau makan itu ditangannya saat ini...
"jadi kalian para pria akan dengan senang hati menjadi anak buahnya begitu?" tanya Aom lagi...
"ya... karena kami juga ingin terlihat keren," sahut Maxim lalu ia tersenyum sedikit
__ADS_1
"walaupun aku terlihat lembut dan terlihat seperti para desainer pada umumnya... tapi aku juga punya keterampilan untuk menjadi seseorang petarung atau pembunuh yang hebat... karena Kim bilang, jika aku bahkan tidak sanggup melindungi diriku sendiri maka jangan berharap bisa terus berada di dekatnya walaupun dengan jarak 1 meter sekalipun..." ujar Maxim lagi dengan senyuman tipis di wajahnya
"lalu apa Kim pernah bertemu gadis cantik yang bisa membuatnya sedikit meliriknya karena tertarik?" tanya Aom lagi
"pernah... satu kali di sebuah cafetaria, saat kami berempat, aku, Kim, Jack dan Johnson makan siang..." sahut Maxim dengan santainya... namun berbanding terbalik dengan ekspresi wajah Aom saat mendengarnya, ekspresi wajah Aom berubah menjadi tidak senang...
"apa wanita itu sangat cantik hingga bisa menarik perhatian Kim Max? bagaimana penampilannya?" tanya Aom lagi dengan antusias dan rasa ingin tahu yang berkobar di matanya...
"menurutku dia gadis yang sangat manis... dia cantik dan menarik, tinggi semampai dan juga seksi... dia benar-benar tergila-gila pada Kim, katanya karena dia sudah pernah tidur dengan Kim..." sahut Maxim sambil menyantap sebuah puding cokelat yang dibawakan oleh pelayan yang ada di acara itu...
"apa kau bilang Max?!" seru Aom terkejut mendengar jawaban dari Maxim itu... tapi untungnya suara Aom saat itu tersamarkan oleh suara musik yang sedang mengalun merdu di ruangan itu...
"ah, Kim sudah naik ke atas panggung..." ujar Maxim saat melihat Kim akan memulai sambutannya...
"tidakkah kau merasakan aura menakjubkan dari dirinya Aom? dia seperti heroin yang bisa memabukkan siapapun yang ada di dekatnya..." ujar Maxim tanpa mengalihkan pandangannya dari Kim
"Max!" ujar Aom yang sudah tidak sabar mendengar kelanjutan dari cerita Maxim itu setelah mendengar bahwa katanya Kim pernah tidur dengan wanita itu...
"Huuuuh baiklah-baiklah... sebenarnya aku tidak berminat menceritakannya lagi... tapi ya sudahlah..." sahut Maxim kembali duduk menghadap Aom
"Namanya Patricia... seorang anak dari pengusaha kaya di Chicago..." ujar Maxim sambil menyuap satu sendok puding lagi kedalam mulutnya...
"jadi karena ayahnya seorang pengusaha kaya di Chicago Kim mau tidur dengannya? bukannya kau bilang Kim tidak pernah tidur dengan gadis-gadis itu satu kali pun?" tanya Aom lagi dengan sedikit berapi-api
__ADS_1
"apa aku perlu mengambilkan fire hydrant Aom? kau terlihat terbakar api... api cemburu hahaha" sahut Maxim sambil tertawa senang melihat Aom yang terlihat cemburu itu...
"iiisshhh... jangan bercanda Max, lanjutkan ceritamu!" gerutu Aom
"dia sebenarnya tidak tidur dengan Patricia... dan lagi-lagi aku yang tidur dengan gadis cantik nan seksi itu... hahaha..." sahut Max
"tapi dia berbeda... entah kenapa dia berhasil membuatku jatuh cinta, aku tidur dengannya karena aku jatuh cinta padanya, dia adalah mantan istriku..." sahut Maxim dan saat itu juga ada segurat kesedihan di wajahnya itu...
"Awalnya dia menargetkan Kim, tapi seperti biasanya Kim tidaklah semudah itu bisa disentuh... kala itu, di cafetaria dia mampu menarik perhatian Kim karena ia sedang memegang sebuah pisau dan ingin memotong nadinya jika Kim tidak mau bertanggung jawab atas dirinya..." ujar Maxim
"bertanggung jawab?" tanya Aom kebingungan
"dia hamil... ia pikir itu anak Kim, karena Kim membantuku untuk berpura-pura ia yang tidur dengannya... dan dia terperdaya karenanya..." ujar Maxim
"bagaimana bisa?" tanya Aom tidak percaya...
Bagaimana bisa seorang gadis bisa dengan begitu polosnya terperdaya oleh dua orang laki-laki yang memiliki wajah yang sangat-sangat tidak ada kemiripan ini? jelas-jelas wajah orang benua Asia dan orang dari Amerika pasti sangat berbeda. Pikir Aom
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐