His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Rindu yang Tebal


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu saja..,


Aom sedikit demi sedikit kembali menata hidupnya...


Semangat hidupnya pun sudah mulai berangsur kembali demi buah hatinya yang sedang terus berkembang di dalam perutnya ini... bukti cinta Kim yang begitu tulus padanya, bukti cinta mereka berdua...


Walaupun Kim tidak lagi ada disisinya tapi Aom tidak pernah dibiarkan merasakan kesepian oleh semua orang kepercayaan Kim..,


Jeab selalu memantau kondisi Aom dan juga mengontrol perkembangan dari anak Kim yang ada di perut Aom... calon penerus Kim Hans yang hebat...


Zee selalu mengurus administrasi dan segala keperluan hukum dan perbukuan perusahaan serta menjaga stabilitas perekonomian...


Nan mengurus informasi dan media, dengan kata lain dialah yang bertanggung jawab atas segala bidang IT, serta ia juga selalu berusaha menghibur Aom bersama dengan sahabatnya yang lain...


sementara Mario fokus mengatur stabilitas keamanan dan kekuatan SDG serta mengendalikan seluruh pasukan bersama dengan Jirayu...


Kim memang sudah tak ada disisi mereka, tapi calon anak Kim itu bisa memotivasi mereka untuk selalu melakukan yang terbaiknya...


Di dalam lubuk hati seluruh anggota SDG masih terus menganggap bos besar mereka itu masih hidup dan akan kembali dengan selamat...,


Walaupun dari hari ke hari harapan mereka hanyalah tinggal harapan...


Tak ada satupun penumpang pesawat itu yang ditemukan dalam keadaan selamat...


Mereka semua hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Kim Hans sosok pemimpin yang sangat mereka kagumi dan banggakan...


__________ _______ _______ _______ ___________


setelah 9 bulan kehamilannya, akhirnya Aom pun melahirkan seorang bayi laki-laki yang begitu tampan... setampan ayahnya yang telah tiada lagi disisinya untuk melihat kelahiran putra pertamanya yang begitu tampan ini...


seorang putra yang sangat tampan dan menggemaskan... tentunya ia juga mewarisi senyuman manis yang begitu memikat hati dari ayahnya...


Aom semakin hari semakin menempa hatinya agar bisa menerima kenyataan pahit bahwa Kim Hans... suami tercintanya tidak lagi ada disisinya untuk menemaninya merawat dan menjaga putra semata wayang mereka ini...


Namun dengan ketabahan hati yang terus ia rajut selama beberapa bulan ini, ia bisa merawat bayinya dengan baik bersama mama serta semua sahabat-sahabat Kim yang selalu ada untuknya...


setelah beberapa bulan umur anaknya Kakak Kim, Yang Mao datang menjenguk keponakannya...


"keponakan paman yang tampan sekali...." ujar Yang Mao sambil menciumi kedua pipi putra pertama adiknya itu


"terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk mengunjungi kami kak..." ujar Aom pelan, ia masih takut-takut dan sadar diri bahwasanya dia memang tidak pantas meminta maaf sekalipun setelah membuat Yang Mao begitu marah dulu...


"sudahlah Aom, aku sudah berusaha mengikhlaskan kepergian Kim... mungkin semuanya memang sudah ditakdirkan..." ujar Yang Mao menatap Aom, lalu memandangi wajah keponakannya yang masih nyaman tertidur di gendongannya...


"Mungkin ayahmu yang setangguh Lautan itu memang ditakdirkan untuk abadi di dalam samudera yang begitu luas itu nak... kamu juga akan menjadi setangguh dirinya kelak..." ujar Yang Mao lalu ia mencium kening keponakannya cukup lama, sebelum ia akan kembali lagi ke China...


"nanti disaat waktunya sudah tepat aku akan membawanya ke China untuk melatihnya bersama dengan putraku, karena Kim telah tiada... dia harus menjadi penerus Kim yang hebat" ujar Yang Mao lagi, dan tentunya itu membuat Aom menjadi was-was, ia tidak rela kalau putranya nanti akan pergi jauh darinya...


namun ia juga tidak akan bisa menentang hal ini... karena garis keturunan ini memang keras dan sangat terikat pada kewajiban mereka...


Dunia yang begitu keras...

__ADS_1


 


\_


 


[2 tahun sudah kepergian Kim setelah kecelakaan itu]


Aom sudah bisa sedikit menerima apapun takdir yang harus ia hadapi sekarang...


Ia sedikit bisa menerima kepergian Kim karena ada seorang jagoan kecil yang selalu ada untuknya saat ini...


Arthit Hans Suppanad...


Itulah nama yang ia berikan kepada putra pertamanya dengan Kim...


Nama keluarga dan marga Kim melekat pada diri putra pertamanya itu, ketampanannya sangat mirip dengan Kim dan ia juga memiliki bibir yang indah seperti Aom...


Pemberian nama itu juga sudah disetujui oleh Kakak Kim Yang Mao...


Ia datang menjenguk keponakan bersama dengan istrinya untuk pertama kalinya ia mengajak istrinya ke rumah adiknya ini di Thailand...


"Hallo... Pasti kamu Aom kan?.." ujar Zheng ramah sambil menggendong putranya juga...


"Ah iya kak... Kakak istrinya kak Yang kan kak? Cantik sekali..." Ujar Aom memuji kecantikannya...


"Kamu juga sangat cantik Aom... Pantas saja Kim jatuh cinta padamu..." ujarnya dan membelai pipi Aom...


Namun saat mendengar nama Kim lagi membuat rasa rindu kembali menyelimuti hatinya... menyesakkan dadanya...


"Tidak apa kak... Ngomong-ngomong siapa namanya... Dia tampan seperti kak Yang... Hallo sayang..." Sapa Aom ramah kepada keponakannya itu...


"Chao...." Ucapnya riang


"Hooiiih ... Dia sangat ceria tampaknya... Apa kamu bahagia punya adik ya..." Goda mamanya..


"adik Chao..." Ucapnya sambil tertawa yang begitu membuat para orang dewasa gemas kepadanya...


Aom tertawa melihat tingkah lucunya, balita itu sudah cukup lancar untuk berbicara...


"Kami memberinya nama Ma Chao Lee Suppanad Aom... Panggil saja dia Chao... Ya kan sayang?" Ujarnya dan langsung ditanggapi tawa ceria balita lucu itu...


"Nama yang bagus kak... Sangat gagah dan cocok padanya.." sahut Aom sambil mengelus pipi anak itu dengan lembut


"Arthit... Kalau tidak salah YY mengatakan itu artinya sang mentari.... Nama yang indah Aom... Kamu pintar memberikannya sebuah nama yang begitu pas dengan anakmu ini..." Ujar Kakak Zheng


"Terima kasih kak... Art memang seperti sang mentari yang selalu menyinari semuanya... Dia membawa kebahagiaan untuk semua orang... dan ia juga menjadi sumber semangat hidupku sekarang..." tutur Aom dan tersenyum melihat anaknya yang sedang asik minum susu itu...


"Aku dengar dia sudah mulai belajar berbicara Aom?" Tanya kak Yang saat masuk ke kamarnya setelah selesai berbincang-bincang dengan seluruh sahabat Kim itu... Baifren dan Tae juga datang...


"Iya kak... Dia sudah bisa bilang mama... Dan beberapa kata lainnya... Dia sangat pintar..." Ujar Aom sangat bahagia, YY sudah bisa bersikap semakin baik kepada Aom setelah kehadiran Art... Tidak ada yang tidak menyayangi mereka berdua...

__ADS_1


Ibu Aom juga menetap di rumah itu bersama dengan Aom, Baifren dan Tae juga menetap disana atas perintah Jeab dan semua sahabat Kim yang lainnya untuk membantu segala keperluan Aom dan anaknya...


Mereka juga menyetujuinya karena Kim terakhir kali memerintahkan mereka untuk selalu menjaga dan menemani Aom...


Walaupun sudah ditinggalkan oleh Kim cukup lama...


Namun tetap setiap tengah malam Aom pasti akan selalu terbangun dan masuk ke dalam ruangan pribadi Kim itu... Ia menutup sistem pengunci pintunya dengan menutupi sensornya agar tidak lagi dapat terkunci rapat... Itu ia lakukan saat kak Yang menunjukkan ruangan itu untuk pertama kalinya... Ia bisa merasakan kehangatan dan merasakan kehadiran Kim di setiap sudut ruangan ini...


Aom selalu duduk di depan begitu banyak Poto yang terpajang disana sambil memeluk potonya bersama Kim...


Ia selalu menangis pelan karena menahan rindu yang sangat besar kepada suaminya... Walaupun sudah 2 tahun Kim pergi, Aom belum bisa menerima dengan ikhlas kepergian Kim itu...


Setiap malam ia akan datang kemari untuk melepaskan rindunya kepada suaminya itu...


"Kim.... Aku merindukanmu... Sangat merindukanmu sayang..." Ujarnya sambil terisak pelan...


Hatinya sangat sesak merasakan rasa rindu ini selalu datang dan memenuhi relung hatinya yang terdalam...


Jeab yang tak sengaja melihat Aom di dalam sana saat ia hendak kembali setelah merapikan berkas-berkas perusahaan itu ikut merasakan kesedihannya.... namun ia tak berani masuk kedalam, karena siapapun tidak pernah diizinkan masuk oleh Kim... ia masih sangat menghormati hal itu... tak dapat dipungkiri juga bahwa mereka semua juga sangat merindukan seorang Kim Hans.... ia hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan dan kembali ke kamarnya di bawah...


Saat sang mentari sudah hampir menunjukkan dirinya lagi, Aom mengusap pelan mata dan pipinya yang basah oleh air matanya yang terus saja mengalir...


lalu Aom memutuskan untuk kembali ke kamarnya, menemani putra mereka yang masih tertidur dengan nyenyak dibawah selimutnya...


Aom mencium kening putranya sebelum ikut tertidur di sampingnya...


***


"Aom... aku mencintaimu... selalu mencintaimu..." ucap Kim dengan senyuman manisnya sambil mengulurkan tangannya untuk Aom... Aom tersenyum manis dan berkata


"Kim... akhirnya kamu kembali... Kim Hanku..." sahut Aom sambil berusaha meraih tangan Kim... Namun tiba-tiba cahaya yang begitu menyilaukan matanya membuat jarak antara mereka berdua... Kim perlahan-lahan menghilangkan disana sambil terus tersenyum kearahnya...


"Tidak Kim... jangan pergi lagi.. aku mohon..." pinta Aom terus berlari mengejar cahaya itu


"Kim Hans!" teriaknya kuat...


lalu ia terbangun... ternyata itu hanyalah mimpi....


Kimnya tidak benar-benar kembali lagi...


Aom menangis dan menoleh kearah putranya dan ia bersyukur karena teriakannya tidak menggangu tidur putra kesayangannya itu...


Aom berlari menuju kamar mandi dan langsung mencuci mukanya di wastafel...


setelah sedikit lebih tenang akhirnya ia kembali ke tempat tidur dan memeluk anak kesayangan...


perpaduan dirinya dan Kim... setengah bagian dirinya dan setengah bagian diri Kim yang selalu bisa menjadi penyemangat hidupnya...


"Artith Hans Suppanad anakku... ibu selalu bersyukur kamu ada disini menemani ibumu ini nak..." ucapnya lalu mencium lembut kening putranya cukup lama


____________

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...


karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...


__ADS_2