His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Hidup Harus Berguna 2


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Jadi, alasan ayah selalu membantu orang-orang yang bahkan tidak pernah ayah kenal jauh di pelosok sana adalah untuk menjadi orang yang berguna? Lalu bekerja keras setiap hari untuk membuat mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk merubah hidup mereka dengan bantuan yang bisa ayah berikan secara tidak langsung begitu?" Tanya Art lagi...


"Ya... Benar sekali... Ayah tidak mau ada banyak sekali orang yang menjadi korban dari keadaan yang sangat buruk... Lingkungan yang tidak mendukung perubahan mereka setiap saatnya... Semua orang berhak untuk memiliki kesempatan yang sama untuk berjuang... Saat ayah bisa membantu mereka untuk meraih kesempatan itu, sisanya terserah mereka sendiri... Jika mereka mau berjuang mereka akan sukses, jika mereka enggan untuk mencoba berjuang maka biarkan mereka terus berada di lingkaran nasib yang sama hingga akhirnya hidup mereka... Ayah bisa melakukan semua ini dengan sangat bahagia juga karena ayah sudah memiliki begitu banyak kebahagiaan yang tak ternilai harganya... Sahabat yang setia dan selalu ada, istri cantik yang telah menguasai seluruh perasaan cinta yang ayah miliki, dan juga putra putri yang begitu tampan dan cantik selalu bisa membawa kebahagiaan dan keceriaan dari setiap hal kecil yang mereka lakukan setiap harinya..." Ujar Kim sambil tersenyum manis pada Art,


"Jadi kebahagiaan ayah sangat simpel bukan? Sisanya ayah hanya melakukan apapun yang ayah bisa sampai nanti ayah tidak akan bisa melakukan apapun lagi untuk semuanya... Ayah sudah menerima begitu banyak kebahagiaan jadi ayah juga ingin memberikan kebahagiaan juga sebagai balasannya... Salah satu contoh kecil yang telah dirimu lakukan selama ini adalah keberadaan Decha di sisimu, dia bisa memberikan sumpah setianya padamu karena dirimu bisa membuatnya yakin dan percaya bahwa ia bisa mendapatkan hidup yang lebih baik dengan mengikuti setiap langkah yang kau ambil dalam hidup ini... Dengan sesuatu yang kau lakukan untuk Decha beberapa tahun lalu telah membuat pria itu terlahir kembali, membawa harapan yang baru lagi dan kebahagiaan baru yang ingin ia capai nantinya... Nak masih banyak yang harus dirimu pelajari di dunia ini... Karena dunia ini tidak selalu hitam dan putih, terkadang juga harus bisa menjadi abu-abu..." Ujar Kim sambil mengusap kepala putranya dengan penuh kasih sayang...


"Ayah bukanlah orang yang baik, ayah mempunyai segudang catatan hitam dosa karena tindakan yang ayah lakukan... Tapi menurut ayah secara pribadi, bukan kah akan lebih baik jika kita menjadi orang yang memiliki begitu banyak catatan hitam namun berguna bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan? Pikirkanlah itu baik-baik nak... Karena siapapun yang berhasil berdiri di puncak pasti akan memiliki sejarahnya masing-masing... ayahmu ini telah membunuh begitu banyak orang, namun juga disaat yang sama selalu menghidupkan kembali orang-orang yang tidak memilik kesempatan sebelumnya..." Ujar Kim lagi,


Acara itu pun berlanjut hingga malam hari...


Semua orang nampak pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah yang bahagia...


Tan yang nampak beberapa kali bertengkar dengan Pim dan Pie yang juga ikut membantu disana, Art yang juga ikut sesekali membantu menyediakan berbagai macam makanan tanpa orang-orang lain tahu bahwa dia adalah putra pertama seorang Kim Hans Suppanad yang memberikan semua amal makanan hari ini...


Kim dan Aom yang sudah kembali pulang, Nan dan Mario yang ikut menikmati makanan lezat yang ada, Zee, Ji dan Jeab yang juga nampak menikmati minuman yang ada disana serta anak-anak mereka yang ikut membantu dan juga menikmati riuhnya suasana hari ini...


Hingga semuanya berakhir ketika hari dan tanggal sudah sepenuhnya berganti...

__ADS_1


***


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali rumah besar itu sudah benar-benar riuh akibat dari keributan yang dibuat oleh Tan dan Pim ketika mereka saling mempermasalahkan barang bawaan yang akan mereka bawa untuk berlibur bersama hari ini...


Untung saja sekarang hanya keluarga kecil Kim yang tinggal di rumah ini, sementara keempat sahabatnya yang lain telah memutuskan untuk pindah ke rumah yang lain agar keluarga kecil mereka bisa lebih leluasa semuanya... Alasan lainnya juga agar rumah-rumah aset Kim tidak kosong dan terus menjadi bangunan kosong tak berpenghuni seperti biasanya karena hanya dijadikan aset investasi oleh seorang Kim Hans Suppanad...


"Kau mau camping atau mendaki gunung? Membawa barang sebanyak itu..." Ledek Tan kepada Pim yang telah menggendong ransel yang sangat besar di punggungnya...


Entah berapa pasang baju yang ia bawa di dalamnya, hanya dirinya yang tahu...


"Aku tidak suka kotor, memangnya kenapa? Ada masalah?!" Sahut Pim sewot


"Hey, kalian berdua ini ya... Kenapa tidak bisa sebentar saja tidak bertengkar dengan alasan yang sepele? Tidakkah kalian bosan adik-adikku sayang?" Tanya Art yang baru saja menuruni anak tangga...


"Astaga... Aku hanya mengatakan fakta kak, lihatlah seberapa banyak ia membawa barang bawaan... Dia pikir kita mau mendaki gunung apa... Hahaha" ledek Tan yang langsung menghindar ketika Pim melemparkan sebuah bantal sofa kearahnya...


"Wleeee... Tidak kena..." Ujar Tan sambil menjulurkan lidahnya meledek Pim yang meleset,


"Kalian berdua tidak usah ikut liburan jika masih seperti ini..." Ujar suara bariton itu yang tidak lain adalah suara ayah mereka yang baru akan turun dari lantai 2 rumah itu bersama dengan ibu mereka juga...


"Dia yang salah ayah... Aku tidak ikut-ikutan..." Ujar Pim cemberut,

__ADS_1


"Dan kamu sayang... Apa yang kamu bawa sebanyak ini? Kita tidak perlu banyak hal disana... Semuanya sudah disiapkan..." Ujar Aom setelah ia berada di dekat putrinya itu...


"Hahaha... Tuh kan ibu saja setuju bahwa barang bawaan'mu itu benar-benar tidak wajar! Hahaha..." Ujar Tan tertawa puas karena mendengar ibunya juga menanyakan apa saja isi dari ransel besar yang di gendong oleh Pim saat ini...


"Aku bawa baju beberapa pasang bu..." Sahut Pim cemberut karena merasa kalah dari Tan yang saat ini sedang tertawa puas...


"Berapa?" Tanya Aom yang curiga,


"10 pasang bu..." Sahut Pim dengan polosnya dan membuat Tan semakin tertawa lepas...


"Hahahaha! Kamu ini mau tinggal dan menetap di pulau kecil itu apa? Astaga... 10 pasang... Hahaha!" Ujar Tan sambil tertawa puas sementara Art hanya menahan tawanya dan menggelengkan kepalanya...


"Untuk apa sebanyak itu sayang?" Tanya Kim


"Jika benar disana sangat indah seperti yang ayah katakan, aku tidak akan mau membuang kesempatan untuk mengabadikan momen disana... Dan aku tidak mau dengan baju yang sama, lagi pula aku tidak tahu apa konsep busana yang cocok... Jadi aku bawa saja semuanya..." Sahut Pim dengan polosnya


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2