His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Satu Persatu


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Sekarang kau mau kemana? Bagaimana dengan permasalahan yang terjadi di Hongkong? Disana ada masalah yang pelik, begitu juga dengan yang terjadi disini..." Tanya Zee sambil mengimbangi langkah kaki Kim yang begitu sangat cepat melangkah ke depan,


"Aku akan ke Pattaya, setelah itu aku akan pergi ke Hongkong untuk menyelesaikan masalah yang terjadi disana... Sementara masalah yang terjadi disini, selama mereka belum mengambil tindakan secara terang-terangan maka kita hanya bisa menginvestigasi dan juga mengantisipasi setiap rencana yang akan mereka lakukan nantinya... Tingkatkan pemasukan dari bisnis dan juga tingkatkan terus kemampuan militer dari setiap anak buah kita... Jika memang dibutuhkan maka kita akan habis-habisan untuk melawan siapapun yang mencoba mengusik SDG ku ini" Sahut Kim sambil memberikan isyarat kepada salah satu anak buahnya untuk menyiapkan mobil dari kejauhan,


"Dan juga, saat aku pergi ke Hongkong tingkatkan keamanan istri dan juga calon anakku, perbanyak pengamanan untuk Pim di sekolahnya, dan lakukan semua itu seperti biasanya... Dengan penyamaran yang sempurna dan jangan sampai ada tindakan yang begitu mencolok hingga mengundang perhatian orang-orang awam..." Ujar Kim lagi pada Zee untuk menegaskan segala perintahnya,


"Kondisi saat ini semakin memburuk kemungkinan besar karena usahamu untuk menggapai wilayah Amerika Serikat bos... Banyak para tokoh penting dunia bawah yang mulai memperhatikan dan juga mengincar mu karena menganggap kau dan SDG ini telah tumbuh menjadi suatu ancaman yang semakin serius... " Sahut Zee yang mencoba menganalisa kondisi saat ini,


"Setiap perubahan besar yang kita ambil pasti akan menimbulkan resistensi... Baik dari pihak kartel Amerika maupun Italia yang banyak terfokus di New York City... Aku punya firasat yang kuat bahwa sebentar lagi akan terjadi gesekan yang cukup kuat antara dunia bawah wilayah Asia dengan benua barat itu... Para Triad di Cina juga tidak akan tetap berdiam diri menonton semua ini, karena dari informasi yang kakakku sampaikan sebelumnya mereka juga sudah mulai mengambil tindakan sedikit demi sedikit untuk menekan para gangster dan mafia besar yang berada di kota pusat bisnis dunia itu... Dimulai dari perang dagang antar dua negara maju ini, sampai saling bunuh antar anggotanya itu sudah sangat biasa..." Sahut Kim,


"Lalu bagaimana dengan Charles yang membantumu mendapatkan beberapa aset atas namanya, apa dia akan diincar juga? Apa kita perlu memberikan bantuan pengamanan untuk nya dan juga putrinya itu?" Tanya Zee ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil,


"Rumah Pattaya" Ujar Kim yang sudah langsung dimengerti oleh anak buahnya yang kini bertugas mengantarkan bos besarnya ini kemanapun yang bosnya ini inginkan...


"Untuk saat ini tidak perlu... Mereka belum akan melakukan pengecekan sejauh itu... Terlebih lagi semua upaya pengamanan untuk satu-satunya putrinya itu pasti sudah ia pikirkan matang-matang... Keluarga Geraldine tidak akan kehabisan uang jika hanya untuk menyewa beberapa bodyguard pribadi..." Sahut Kim dengan entengnya,


"Bodyguard yang disediakan oleh jasa keamanan kualitasnya rendahan... Bahkan 3 orang dari mereka tidak sebanding dengan satu orang anak buah kita... " Sahut Zee lagi

__ADS_1


"Memang... Tapi jumlah polisi yang ada disana juga sangat banyak bahkan sangat cukup untuk menangani masalah sepele seperti perbuatan yang tidak menyenangkan misalnya seorang tetangga menyebalkan yang menyetel lagu keras-keras hingga mengganggu tetangganya saja bisa mereka penjarakan..." Ujar Kim sambil menaikkan sebelah alisnya yang memberikan kesan menyepelekan,


"Intinya saat ini masih belum perlu... Berbeda halnya jika nanti mereka mulai mengincar keluarga Geraldine maka kita pun akan bertindak semaksimal mungkin... " Ujar Kim lagi,


"Siap bos" Sahut Zee


***


Satu setengah jam perjalanan,


Akhirnya mereka sampai di Pattaya...


Udara yang sejuk dan wangi dari kebun bunga yang indah itu menyambut kedatangan Kim hari ini...


"Akhirnya kamu datang juga juga nak..." Ujar ibu Wana sambil melepas sarung tangan yang ia pakai untuk berkebun,


"Tentu saja aku akan datang bu... Ibu, istri dan juga calon anakku berkumpul disini, bagaimana bisa aku menahan diri untuk tidak datang kemari... " Sahut Kim yang akhirnya mendapatkan sebuah jeweran di kupingnya oleh ibu Wana,


"Kau pikir usiamu masih remaja? Kenapa masih saja bertengkar seperti ini? Dimana kedewasaan kalian? Apa belum cukup memiliki 3 orang anak membuat kalian bisa semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak? Kenapa masih saja ngambekan seperti anak muda saja... Isi kabur-kabur segala... " Cecar Ibu Wana sambil menarik kuping Kim, sementara Kim hanya bisa tersenyum melihat betapa kesalnya wanita tua yang ia sayangi ini karena ulahnya dan juga Aom...


Apa yang ibu Wana katakan memang benar... Dengan usia yang sudah berkepala 4 seharusnya mereka berdua bisa menjadi pribadi yang lebih sabar dan menyelesaikan masalah dengan hati dan pikiran yang tenang dan dingin... Bukannya malah bertengkar seperti pasangan baru yang baru saja saling mengenal keburukan dari pasangannya masing-masing...

__ADS_1


"Ini semua salahku bu... Ketika Aom mulai sensitif seperti biasanya, aku tiba-tiba tidak dapat menahan diriku untuk kesal dan marah dengan beberapa situasi yang tidak menyenangkan dan akhirnya mengatakan sesuatu yang membuat Aomku sedih... Aku tidak dapat mengendalikan kondisi emosionalku yang memang tidaklah normal ini di waktu yang diperlukan seperti biasanya... Tapi ternyata ada sesuatu yang menyebabkan hal itu bisa terjadi padaku bu, bukan secara alami tapi dimanipulasi... Aku akan memberikan mereka pelajaran setelah membujuk istriku yang sedang marah dan mungkin juga sangat kecewa padaku... Jadi bantu aku ya bu..." Ujar Kim sedikit menjelaskan apa yang telah terjadi diantara dirinya dan juga Aom,


"Apa yang terjadi? Apa mereka meracunimu? Atau membuatmu mabuk? Atau apa?" Tanya ibu Wana dengan segenap rasa khawatirnya, ia melepaskan sarung tangan yang ia pegang lalu langsung menangkup kedua pipi Kim seakan sedang memeriksa kondisi tubuhnya apakah ada yang terluka atau tidak...


"Tidak apa-apa bu... Mereka hanya menggunakan obat yang membuatku berhalusinasi dan sering berpikiran yang tidak-tidak hingga membuat paranoid ku semakin parah... Tapi tenanglah bu, putramu ini tidak akan apa-apa... Karena aku tidak akan rela terluka sampai calon anakku yang ke-empat ini lahir dengan selamat ke dunia yang keras ini... Setelahnya, aku masih memiliki banyak tanggung jawab yang harus aku penuhi kepada mereka dan masa depannya... Siapapun tidak akan aku biarkan untuk melukaiku sebelum aku menyelesaikan semua kewajiban ku ini bu..." Ujar Kim dengan penuh percaya dirinya...


***


Hallo Semuanya!


Kali ini Author membuat tantangan terbuka bagi kalian semua yang masih suka baca novel ini untuk memberikan analisa/tebakan terbaik kalian terkait beberapa teka-teki/misteri yang ada dalam alur cerita kedepannya...


Kira-kira ceritanya akan seperti apa ya?


Nah.. Jika ada yang dapat memecahkannya maka author akan crazy up ceritanya...


Mari kita berpikir sejenak dan membuat deduksi tentang kasus ini sepintar-pintarnya sobat :)


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2