His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Memendam Rasa


__ADS_3

Di depan rumah Kim sudah ditunggu oleh Zee, Nan, Mario dan Jeab...


Aom memperhatikannya dari jendela, terlihat Zee menyerahkan banyak surat-surat dan paspor... Melihat itu Aom benar-benar syok, ia langsung paham dengan apa yang sebenarnya akan terjadi setelah ini... Apakah Kim akan pergi meninggalkannya keluar negeri?


"Tidak aku tidak bisa melihatmu pergi... Kumohon jangan pergi Kim!" Teriaknya berlari menuruni tangga dengan sekuat tenaganya, namun saat sampai di depan rumah, Kim sudah diantar pergi oleh Mario dan Jay..


"Tidak kimm.... Jangan pergi... Nan... Jeab... Zee... Kim mau kemana?..." Tangisnya semakin keras... Dan berlutut melihat mobil Kim sudah hilang dari pandangannya...


"Dia akan pergi ke China... ayo cepat masuk Aom.. ini akan segera turun hujan" ujar Jeab memapah tubuh Aom kedalam rumah, saat ia di dudukan di sofa Nan angkat bicara...


"Apa yang telah kau lakukan kepada Kim... itu sungguh di luar dugaanku... bisa-bisa kau..." Ujar Nan terpotong karena Jeab menghentikannya, agar Aom tidak semakin terpuruk dan membuat kondisinya semakin drop...


"Kamu harus mengikuti perintah Kim kali ini mau tidak mau Aom... Simpel sekali.. yaitu kamu harus benar-benar sehat kembali... Itu saja.." ujar Jeab


"Kapan Kim akan kembali?" Tanya Aom disela tangisannya


"Segera setelah ia menyelesaikan urusannya..." Sahut Zee


"Dengar Aom.. jujur saja kami akan sangat berat bersikap baik pada seorang penghianat... Apalagi orang yang dengan sangat berani menyakiti Kim kami dengan begitu dalamnya seperti ini... Tapi karena perintah dari Kim sendiri, maka kami akan selalu memperlakukanmu dengan sangat baik... Maka jangan lakukan apapun yang bisa menyakiti dirimu sendiri" ujar Zee lagi to the point...


Aom hanya menundukkan kepalanya, tidak ada yang bisa ia harapkan lagi... Memang ini yang pantas ia dapatkan, satu-satunya yang ia harapkan sekarang hanyalah Kim bisa memaafkan kesalahannya...


Hanya itu...


Saat semuanya sudah kembali ke lantai dua tempat tinggal mereka, tiba-tiba Jay datang menemui Aom...


"Aku sudah tau apa yang kau lakukan Aom... Kenapa kau melakukan semua ini? Apa kau selalu bisa melakukan hal serendah ini agar misimu berhasil huh? Bos semakin terpuruk karena ulahmu Aom..." Ujar Jirayu sinis


"Aku memang bodoh Jay... Aku tau itu, aku ingin keluar dari kesatuan... Tapi terlambat, saat aku berdebat dengan Mike ia mengetahui semuanya... Semua kebodohanku... Semua penghianatanku kepadanya... Ia marah besar..." Ucap Aom kembali menangis tersedu-sedu...


"Aku pikir kau akan berubah setelah mendapat cinta yang begitu besar dari bos... Tapi tidak, kau malah semakin menghianati cinta yang ia berikan..." Ujar Jay lalu ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan...

__ADS_1


"Aku rasa sebenarnya kamu adalah orang yang sangat spesial untuk bos Aom, makanya dia begitu terluka karenamu..." Ujar Jay terakhir kali sebelum meninggalkan Aom sendiri di kamarnya itu.


Sementara Aom hanya diam, ia mencerna setiap perkataan Jay dalam tangisnya...


***


17.27 waktu Beijing ... Kim sampai di rumah kakaknya, kopernya dibawakan oleh anak buah kakaknya masuk kedalam, sementara kakaknya sudah menunggunya di pintu masuk...


Kakaknya sangat senang menyambut kedatangan Kim..


"Halo jagoan... Sudah tidak sabar melihat keponakan barumu ya?" Tanya kakaknya sambil memeluk Kim...


Kim membalas pelukan kakaknya dengan sangat erat,..


"Ada yang salah dengannya..." Batin kakaknya


"ayo kita masuk" ajak kakaknya sambil menarik tangan Kim menuju kamarnya...


"Ia kak aku baru saja sampai.. boleh aku gendong si jagoan kecil kita inu? Aku ingin melihatnya dari dekat.." ujar Kim tersenyum senang


"Tentu saja boleh Kim.. kamu kan pamannya.... Nah sayang.. sekarang kamu digendong paman tampan ya sayang..". Ujar kakak iparnya lalu memindahkan putranya kedalam gendongan Kim...


Kim tersenyum melihat keponakan barunya... Bayi mungil yang imut dan lucu, itu yang terlintas pertama kali dalam benak Kim...


Namun setelahnya Kim tampak sedikit murung, matanya membendung air matanya yang hampir jatuh... Lalu ia dengan cepat tersenyum lebar kepada kedua kakaknya yang sedang memandanginya dengan penuh kebingungan...


"Dia lucu sekali... Aku bawa ke Bangkok ya kakak ipar?" Goda Kim kepada kakak iparnya itu


"Enak saja kamu Kim... Dia pangeranku... Makanya cepat menyusul juga..." ujar kakak iparnya membalas candaan Kim, namun di luar dugaan reaksi Kim berbeda...


Dia terlihat sedih dan memalingkan wajahnya sambil menggendong keponakannya... Untuk mengalihkan pembicaraan itu..

__ADS_1


Kakak dan kakak iparnya saling melemparkan pandangan saling menatap bingung satu sama lainnya...


"Sayang... Sepertinya anak kita sudah sangat mengantuk, segera tidurkan dia kasihan..." Ujar kakak Kim kepada istrinya sambil mengedipkan matanya, istrinya langsung paham dan mengambil alih menggendong putranya dari Kim...


"Kim.... Ikut kakak ke teras ya.. sudah lama kita tidak mengobrol kan? Aku merindukan adik kesayanganku ini.." ajak kakaknya sambil merangkul pundak Kim dan mengajak ke taman belakang rumah itu...


"Sedang butuh pelukan? Hmmm?" Goda kakaknya saat mereka sudah berada di taman...


Kakaknya juga menyuruh semua anak buahnya agar tak berada di sekitar taman itu...


"Apa sih kak... Aku kan bukan anak kecil lagi.." sahut Kim sedikit tertawa geli...


"Seberapapun hebatnya dirimu sekarang tapi menurut kakak kamu masihlah adik kecilku yang paling manis dan yang paling aku sayangi..." Ujar kakaknya lalu memeluk Kim dengan hangat..


Kim semakin mengeratkan pelukannya, ia membenamkan wajahnya di bahu kakaknya


"Benar dugaanku, dia sedang dalam masalah" pikir kakaknya, lalu ia mengelus pundak Kim menenangkan adiknya...


"Ada apa Kim?... Bisa ceritakan pada kakakmu ini? Ada masalah apa?" Tanya kakaknya lembut


"Kak... apa takdirku dari kecil memang tidak pernah memiliki hak untuk merasakan cinta? Apa aku tidak pantas mendapatkan cinta dari seorang wanita pun kak?.... Termasuk juga cinta ibu untukku? Tuhan tidak pernah mengizinkanku memiliki seorang wanita yang akan menemani hidupku kak..." Ujar Kim sendu dan air matanya menetes, namun tak dapat dilihat oleh orang lain selain kakaknya yang sedang memeluknya...


"Yy... Aku sudah muak... tuhan mengambil ibu beberapa saat setelah aku lahir dan Kao ku juga ia panggil begitu cepat... Bahkan cinta pertamaku yang selalu kupendam sendiri juga membuatku terluka sekarang..."


Mendengar adiknya sedang begitu sedih dan tertekan seperti ini membuat hati kakaknya benar-benar hancur... Tangisan kecil adiknya terdengar begitu memilukan di telinganya ini...


____________


jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...


karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...

__ADS_1


__ADS_2