His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Tidak Lagi


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


_____________


Kim melangkahkan kakinya menuju kamarnya itu dan masuk secara perlahan kedalam kamar itu…


dari ujung pintu kamarnya ini ia dapat melihat dengan jelas Aom sedang meringkuk di tempat tidur dan memunggunginya sekarang


“Pasti masih menangis hmmmm….” Batin Kim


Ia berjalan perlahan mendekati istri kesayangannya ini… mengusap lembut rambut Aom


“Sayang… maafkan aku jika aku salah… aku tidak mau meninggalkanmu sedikitpun kok… percayalah padaku…” ujar Kim berusaha membujuk Aomnya ini


“Kau pasti sudah bosan denganku kan Kim? Karena aku semakin genduk dan jelek… kau mau mencari gadis lain di luar sana kan? Katakan saja jangan berbohong padaku! Huhuhu….” Ujar Aom di sela-sela tangisnya dengan mata sembabnya tentunya


“Astaga… sayang… kamu berpikir terlalu jauh sayang… aku tidak akan pernah melakukan itu… percayalah… mana mungkin aku bisa meninggalkanmu… tidak akan pernah…” sahut Kim sambil membelai lembut pipi Aom yang sudah sangat basah itu...


“Dan asal kamu tau sayang…. Kamu itu semakin cantik dan seksi setelah hamil sayang… membuatku sulit berkedip saat ada di dekatmu, karena tak ingin melewatkan sedetikpun untuk menikmati anugerah terindah Tuhan untukku ini…” bisik Kim menggoda di telinga Aom


“apaan sih Kim Hans!!!!” seru Aom dengan wajah meronanya itu


“Aku tidak bohong sayang… jika tidak ada si calon jagoanku disini, aku pasti sudah membuatmu mendesah dibawah kuasaku setiap malamnya…” bisik Kim lagi sambil mengelus perut Aom dengan sangat lembut


“apa kamu tidak bohong Kim? Aku lihat dikaca aku sangat gendut…” rengek Aom sambil memperhatikan pantulan dirinya di cermin yang ada tidak jauh di depannya itu

__ADS_1


“hmmmm? Mana yang gendut?” tanya Kim sambil menarik lembut tangan Aom dan menuntunnya menuju kaca rias panjang itu..


Kim beralih memeluk pinggang Aom dengan begitu mesra sambil memperhatikan pantulan diri mereka di cermin itu…


“Bagian mana yang terlihat gendut? Aku lihat tidak ada satupun yang terlihat buruk sayang… ini semakin seksi dan menggoda… ini semakin menarik untuk aku peluk… terus ini semakin besar dan menggoda untukku remas kau tau hehehe…” goda Kim dengan tangannya yang dengan sangat nakal bermain di seluruh bagian tubuh Aom itu


Aom hanya tersenyum dan menunduk merona malu akibat godaan Kimnya ini…


kemudian Kim membalikan tubuh Aom dengan sangat cepat, memindahkan tangan Aom agar memeluk lehernya setelah itu tangannya menarik pinggang Aom hingga menghilangkan jarak diantara tubuh mereka berdua, lalu tangan kanannya menarik lembut tengkuk Aom dan pada detik berikutnya ia mencium bibir mungil Aom dengan begitu mesra dan sarat akan cintanya yang begitu besar untuk istrinya ini….


Setelah cukup lama menikmati ciuman manis mereka itu, Kim melepaskan ciumannya karena sadar Aom akan kekurangan udara untuk bernafas dan itu tidaklah baik untuk dirinya sekarang…


Kim mengusap lembut ujung bibir Aom yang basah akibat ciuman mereka tadi…


“Dan ini terus menggodaku… ia melambai-lambai seakan minta aku cicipi setiah saat…” ujar Kim terkekeh dan kembali mencium bibir Aom singkat…


Hari-hari yang Kim lalui dipenuhi dengan kemanjaan dan permintaan Aom yang terkadang tidak masuk akal…


Misalnya Aom mau makan Bakpao di Shanghai China langsung dari dagangnya… mau makan mangga muda yang harus Kim petik langsung di kebun tanpa bantuan siapapun… dan masih banyak lagi hal lainnya yang terkadang membuat Kim hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi keinginan istrinya ini, memang tidak sulit untuk memenuhinya tapi memakan banyak waktu tentunya…


Kini kehamilan Aom sudah memasuki usia 3 bulan lebih sedikit …


Pagi ini Art dan neneknya sudah berangkat ke sekolah diantar oleh dua orang anak buah Kim tentunya…


lalu Kim masih berkutat dengan berkas yang kemarin malam tidak sempat ia selesaikan karena Aom memintanya untuk menemaninya tidur sambil memeluknya dengan erat…

__ADS_1


sedikit saja Kim memindahkan dirinya saat Aom sudah tertidur, dengan secepat itu pula Aom akan langsung terbangun dan memarahinya… hingga Kim hanya pasrah ikut tidur dan memeluk istrinya dengan tenang agar istrinya juga bisa beristirahat dengan cukup…


"Kenapa wanita hamil bisa sangat sensitif ya?" batin Kim sebelum benar-benar terlelap dalam tidurnya juga


Sore hari sudah menjelang namun tidak ada tanda-tanda kepulangan ibu Wana dan Art, biasanya kalau tidak pulang tepat waktu pasti akan mengabari... hal ini membuat Kim benar-benar khawatir, apalagi ponsel kedua anak buah Kim yang mengantar mereka tidak aktif semakin membuat Kim semakin gusar…


“Ada apa ini… hatiku tidak bisa tenang sekarang…” gumam Kim pada dirinya sendiri lalu ia menelepon Mario


“Mario cepat suruh semuanya kemari, dan jangan lupa suruh Nan membawa alat pelacak lengkap… ada yang tidak beres dengan ibu dan Art…” ujar Kim penuh kewaspadaan dan tentunya itu disadari Mario...


“Oke 5 menit lagi kami sampai Kim” sahut Mario tanpa bertanya kenapa… yang jelas ia tau bahwa ini memang keadaan darurat


5 menit kemudian mereka semua sudah berkumpul di rumah Kim, beberapa anak buah lainnya juga diajak oleh Mario untuk berjaga-jaga….


“Ada apa Kim?” tanya Zee saat sudah berdiri di samping Kim yang nampak kebingungan


“Mereka belum pulang, kedua pengawalnya juga tak bisa dihubungi…” ucap Kim sedikit bergetar


“Nan cepat lacak lokasi ponsel ibu… dan juga pin kecil Art… semoga ia memakainya…” perintah Kim dan Nan pun langsung bekerja dengan cepat dibantu wakil divisinya yang sengaja ia ajak ikut kemari


“Ini… aku rasa firasatmu benar Kim… ada yang tidak beres… titik koordinat ponsel ibu Wana dan pin Art sangat berbeda jauh… antar provinsi…” jelas Nan dengan hati-hati


“Tidak…. Tidak lagi… jangan anakku dan ibu…” ucap Kim frustasi


______________

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komentarnya guys...


__ADS_2