His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Seorang Anak Nakal


__ADS_3

Happy Reading Guys


_____________________


Saat sampai di parkiran rumah ibu,


Saat Kim keluar dari mobil tubuhnya langsung di tubruk oleh seorang gadis manis yang tidak lain adalah Pim,


“ Hey ternyata putri kesayangan ayah... ” ujar Kim sambil tersenyum dan membalas pelukan erat putrinya itu,


“ Kenapa ayah pergi lama sekali? aku merindukanmu... ” ujar Pim tanpa melepaskan pelukannya hingga wajahnya tak terlihat sedikitpun,


“ Pekerjaan menumpuk terlalu banyak jadi ayah harus segera menyelesaikannya, tapi sekarang semuanya sudah hampir selesai jadi ayah tidak akan sesibuk ini lagi... ” sahut Kim sambil menarik putrinya agar melepaskan pelukannya,


“ Tapi, kamu ini sudah besar sekarang... Jangan terlalu manja pada ayah, bagaimana jika tidak ada pria yang berani mendekatimu karena ini? hahaha ” ujar Kim menggoda putrinya yang selalu bersikap manja padanya,


“ Kalau tidak ada yang berani mendekatiku, berarti mereka tidak memiliki nyali yang cukup untuk menjadi suamiku... Jadi untuk apa aku peduli? ” sahut Pim penuh percaya diri,


“ Hahaha... Bagus-bagus... itu memang yang seharusnya ” ujar Kim lalu memandang seorang pria muda yang berdiri di dekat mereka berdua,


“ Selamat datang kembali paman... ” ujar pria itu yang tidak lain adalah Lee,


“ Bagaimana? Apa Pim merepotkan belakangan ini? ” tanya Kim padanya,


“ Tidak terlalu paman, untungnya dia akhir-akhir ini sibuk belajar untuk ujian jadi jarang keluar dengan teman-temannya ” sahut Lee sambil tersenyum tipis,

__ADS_1


“ Hey, kakak menjadi CCTV berjalannya ayah? kenapa harus terus melaporkan semua yang aku lakukan?! menyebalkan! ” omel Pim pada Lee yang selalu dan selalu saja mengatakan semua aktivitas hariannya pada ayahnya seakan laporan harian wajib yang harus Lee lakukan untuknya,


“ Ayah selalu memantau dirimu hanya demi keselamatanmu, Lee bahkan sampai harus ikut bersekolah lagi dan berada di kelas yang sama denganmu demi menjagamu setiap saat... Kenapa? kamu tidak nyaman dengan Lee? mau ayah ganti dengan orang lain? ” tanya Kim sambil mengernyitkan dahinya,


“ Tidak! jika diganti maka aku harus... beradaptasi ulang, ya... aku tidak mau ribet beradaptasi ulang lagi ayah! sudahlah! ” sahut Pim langsung berjalan pergi dari sana menuju rumah,


“ Hahaha... Alasan... ” ujar Kim lalu ia mengejar putrinya lagi,


“ Bagaimana keadaan ibumu? baik-baik kan? ” tanya Kim setelah mereka berjalan sejajar,


“ Ibu baik-baik saja, hanya saja ia merasa sedih karena ayah tidak pernah pulang... ayah pergi terlalu lama kali ini tahu... ” sahut Pim


“ Tidak ada pilihan lain ayah mau bagaimana lagi kan... Lalu, menurutmu apa yang harus ayah katakan pada ibumu agar dia tidak kecewa atau marah sekarang? ” tanya Kim lagi, ia berusaha mencari solusi yang bagus dari putrinya ini karena jika sesama wanita mungkin akan lebih paham perasaan satu sama lainnya,


“ Kenapa tanyakan itu padaku ayah? ayah yang pergi jadi saat kembali, maka ayah lah yang harus memikirkan bagaimana caranya... Lagi pula ibu kan istri ayah jadi ayah harus benar-benar memahami cara untuk meluluhkan hatinya, memangnya dulu ayah saat melamar ibu meminta saran dari orang lain juga? tidak kan? hmmm... ” cecar Pim padanya sambil menggerakan bahunya tanda tidak mau ikut campur,


“ Haisss, anak ini... ” ujar Kim saat melihat Pim berlari lagi sambil mengejeknya,


Kim berjalan menyusuri taman bunga yang terhampar cukup luas di halaman depan rumah ibu mertua nya ini, semuanya terlihat indah dan terawat dengan sangat rapi. Para pekerja yang melihatnya datang langsung bergegas memberikan salam dan mengabaikan pekerjaan yang sedang mereka kerjakan saat ini,


Mereka semua terlihat sangat mengagumi dan menghormati Kim dari dalam hati mereka karena orang inilah yang membantu mereka agar bisa memiliki pekerjaan yang layak dan tidak perlu khawatir tentang makanan dan kebutuhan rumah mereka di usia yang semakin tua ini, hampir seluruh orang yang dipekerjakan disini adalah orang-orang yang sudah cukup tua untuk mencari pekerjaan yang layak di luar sana. Sementara disini mereka digaji sangat layak dan hanya dipekerjakan disini untuk mengurus taman bunga dan kebun kecil dibelakang rumah yang tentunya tidak memerlukan tenaga yang besar karena jumlah mereka cukup banyak sehingga bisa melakukan perawatannya secara bergiliran,


“ Anda sudah kembali tuan... ” ujar mereka sambil membungkukkan badannya,


“ Ya, dan kalian tidak perlu bergegas menyapaku seperti ini, lakukan tugas kalian seperlunya saja jangan memaksakan diri ingat usia ” ujar Kim tanpa menghentikan langkahnya langsung meninggal para pekerja itu,

__ADS_1


Namun ketika melihat seorang pemuda yang membantu pekerja yang sudah lanjut usia memindahkan pot semen besar, langkah kakinya melambat sampai akhirnya berhenti, entah kenapa tatapan mata pemuda itu membawa perasaan nostalgia yang luar biasa dalam hatinya... Seakan ada sebuah masa lalu yang tak sengaja ia lupakan datang kembali, intuisi Kim jarang sekali meleset, tapi siapa pria ini? kenapa seorang pria asing yang berusia hampir mirip dengan putra sulungnya itu dapat mengalihkan perasaannya?


“ Perasaan apa ini? apa ini hanya imajinasi sekilas karena aku mengkhawatirkan keadaan Art? tapi mata itu... Kenapa aku merasa sangat familiar dengannya? ” gumam Kim dalam hatinya, menyadari keberadaan Kim pemuda itu langsung berjalan mendekat dan membungkuk memberi hormat padanya,


“ Selamat datang tuan Kim ” ujarnya sambil membungkuk beberapa saat lalu menegakkan badannya dan membalas tatapan mata Kim,


“ Siapa kamu? ” tanya Kim langsung tanpa basa basi lagi


“ Saya adalah orang yang dibantu oleh dokter Jeab saat mengalami kecelakaan lalu lintas, tapi saya tidak dapat mengingat nama saya dan saya kehilangan semua barang bawaan saya jadi beliau mengizinkan saya membantu di sini tuan ” sahut pemuda itu pada Kim,


“ Apa kita pernah bertemu sebelumnya? ” tanya Kim lagi,


“ ............ ” pemuda itu terdiam sebentar,


“ Maafkan saya, sepertinya saya tidak ingat apapun tuan... Mungkin saya pernah bertemu dengan anda, atau mungkin saja saya tidak pernah bertemu dengan anda... maafkan saya tuan ” ujarnya setelah beberapa saat,


“ .............. ” Kim memperhatikannya lagi secara menyeluruh namun tetap tidak dapat memahami apapun,


“ Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu ” ujar Kim lalu langsung masuk ke dalam rumah,


“ Mana mungkin kamu mengingatku? kamu bahkan sudah melupakan ibu hanya karena wanita itu! ” gumam pria itu dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya ketika ia berjalan menjauhi rumah itu,


“ Bagaimana aku bisa punya nama yang resmi dan bisa aku gunakan sebagai identitas jika ibu sudah tiada saat aku lahir dan kau malah ada di negara ini bersenang-senang dengan wanita bernama Aom itu... Tunggu saja aku akan membalas semua ini 'ayah' ” geramnya dalam hati sambil menggunakan cangkul untuk mengalihkan emosinya agar tidak terlihat oleh orang luar


_____________________

__ADS_1


See You Tomorrow~


__ADS_2