His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Menyandingkan Rasa Kelam Itu Dengan Kebahagiaan


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"tapi ayah janji, jika situasi dan kondisinya memungkinkan dan aman... maka ayah akan mengizinkanmu melanjutkan kuliah dimana pun kamu mau sayang... dan ayah akan selalu mengusahakan itu... kamu hanya perlu menunggu, belajar yang rajin dan berdoa saja..." ujar Kim lagi yang saat itu juga langsung berhasil membuat senyuman lebar penuh kegembiraan terlukis indah di wajah putrinya yang sudah tumbuh semakin besar menjadi remaja putri yang sangat cantik ini...


"ayah yang terbaik... aku mencintaimu ayah! ah ya... aku juga sangat mencintaimu ibuku sayang..." ujar Pim yang langsung berpindah ke tengah-tengah ayah dan ibunya itu, merangkul kedua lengan orang tuanya dengan riang gembira pagi ini...


Ia masih saja bersikap manja, selalu dan selalu ingin manja seperti ini... karena menurut Pim ini sangat menyenangkan tentunya... hanya saja untuk saat ini ada yang terasa masih kurang... kekurangan yang terasa karena ketidakhadiran dari kakak Art dan juga musuh bebuyutan kesayangannya si Tan...


Setiap bersama dengan ayah dan ibunya maka Pim pun akan kembali merasakan kesepian karena saudara laki-lakinya yang pergi kuliah begitu jauhnya hingga mereka sangat sulit bertemu secara langsung...


paling beruntung mereka hanya bisa bertemu via online di fitur video call saja...


Memang menyebalkan sebenarnya bagi Pim untuk mengakui bahwa Pim memang sedang merindukan kakak-kakaknya itu... tapi mau bagaimana lagi? karena rasa rindu itu yang memang ia rasakan setelah mereka pergi ke USA dan belum bisa pulang kemari karena belum ada liburan musim panas ataupun libur semester dari universitas mereka masing-masing...


***


Perjalanan pun dimulai, mereka semua menikmati keindahan dari setiap destinasi wisata yang mereka kunjungi hari ini... mulai dari air terjun indah yang juga berdampingan dengan sebuah air terjun yang seakan sudah mengeras sejak dahulu kala itu...


pemandangan pedesaan yang masih begitu asri dan memegang erat kebudayaan kuno juga membuat mereka semua antusias kecuali Kim yang terlihat begitu biasa saja... hingga mereka sampai di sebuah pondok tua... sebenarnya itu hanya pondok tua biasa yang sudah lama ditinggal, bukan sebuah pondok yang memiliki nilai sejarah yang penting dalam perkembangannya...


Tapi tetap pondok ini memiliki sebuah arti penting bagi Kim, karena setelah sekian lama melakukan penyelidikan dan menemukan hasilnya... ternyata disinilah penyiksaan itu dilakukan...


Tempat Kim disekap oleh para penculiknya ketika kecil... sebuah tempat yang berjarak kurang lebih 30an kilometer dari rumah Aom dan keluarganya dulu di Pattaya ini...


"kalian duluan saja ke taman bunga yang terletak di dekat kuil... aku dan Aom ada urusan sebentar..." ujar Kim pada mereka semua...

__ADS_1


"ada apa sayang?" tanya Aom kebingungan karena Kim mulai mengeratkan genggaman tangannya...


"aku sadar selama ini aku sangat banyak menyimpan rahasia darimu sayang, aku tahu semua hal tentang dirimu tapi kamu tidak tahu semua hal tentangku, bukankah itu tidak adil?" ujar Kim dan tiba-tiba saja Aom menjadi gugup dan berdebar-debar...


"kenapa dia sampai bisa berpikiran begini? apa Kim pernah mendengarku mengeluh karena ini?" gumam Aom sedikit cemas dalam hatinya, Aom hanya tidak mau Kimnya ini terbebani lagi oleh masa lalu yang selalu ingin Aom ketahui sebenarnya... tapi sejak malam kemarin, ia sudah memutuskan untuk membiarkan semuanya berlalu begitu saja...


toh itu semua hanyalah masa lalu, pikirnya...


"Aku akan mengatakan semuanya... semua hal buruk dan hal baik dalam hidupku selama ini, agar kamu juga dapat mengenali seluruh kehidupan yang aku miliki sayang... tidak perlu berusaha untuk menggalinya tapi aku akan langsung membawakannya untukmu..." ujar Kim yang menyiratkan akan sesuatu hal yang tidak begitu jelas dapat dipahami oleh siapapun...


"tidak sayang... aku tidak mau memaksamu mengingat masa lalu lagi... biarkan saja semuanya berlalu dan..." ujar Aom yang langsung dipotong oleh Kim...


"sudah hampir semuanya kamu ketahui maka sedikit detail lagi tidak akan masalah bagiku sayang... tenanglah, ini tidak akan membuat suamimu ini tertekan... justru sebuah cara yang patut dicoba untuk melatih kemampuanku untuk mengendalikan emosiku... karena kamu endorfinku maka aku yakin aku bisa berusaha melepaskan diriku dari belenggu trauma kecil di masa laluku sayang..." ujar Kim sambil menarik tangan Aom mengajaknya masuk ke dalam pondok tua itu...


Dimana puluhan tahun lalu seorang anak kecil disiksa dengan sangat kejam oleh para orang dewasa, bahkan diperlakukan layaknya binatang disana...


"katakan padaku sebenarnya ini tempat apa Kim?!" seru Aom yang mendapati gelagat Kim yang mulai berubah, begitu juga genggaman tangannya yang semakin erat...


seperti sebuah dokumen lama yang berdebu dan sering membuat orang merasa sesak karena kepulan debu yang ada di tumpukan dokumen lama itu...


Tapi walaupun begitu, semua dokumen yang tidak berguna dan sudah usang bukankah memang lebih baik dibersihkan dan juga disingkirkan secepatnya? ya....


"disinilah awal mulanya, disinilah tempat aku mulai memiliki pengalaman buruk disiksa oleh begitu banyak orang dewasa, diperlakukan bahkan lebih buruk dari seekor anjing... dihajar untuk kesenangan mereka, dan juga untuk menekan ayahku agar segera menyerahkan daerah kekuasaannya... namun siapa sangka kejadian itu juga menjadi ujung dari benang merah yang menghubungkan aku dan dirimu ketika kecil... aku tidak bermaksud untuk membuka luka lama, tapi aku hanya ingin mengingatkan pada diriku sendiri bahwa semua itu tidaklah buruk karena sekarang aku bisa berdiri disini bersamamu... aku ingin menggabungkan ingatan kelam itu dengan dirimu yang tersenyum manis padaku... berikan aku senyuman manismu itu sayang..." ujar Kim lalu dengan cepat ia mengangkat dagu Aom sambil mengecup bibir itu dengan lembut dan singkat...


Walaupun sedikit sulit bagi Aom untuk bisa tersenyum setelah mendengar bahwa tempat inilah yang menjadi saksi nyata bahwa Kim dulu pernah disiksa yang entah sekejam apa hingga sampai sekarang masih menjadi trauma kecil dalam diri suaminya ini...


"aku setuju dengan apa yang ibu katakan kemarin malam padaku... aku akan lebih jujur padamu tentang diriku sendiri sehingga tidak adalagi yang tersembunyi dan tidak kamu ketahui tentang diriku sayang..." ujar Kim sambil tersenyum lembut...

__ADS_1


"aku dengar tadi Jeab sudah sedikit membahas tentang terapi untukku... bagaimana menurutmu?" tanya Kim lembut


Aom langsung memeluk tubuh Kim dengan sangat erat... ia tahu bahwa Kim sedang berusaha menekan luapan emosi yang ada di dalam dirinya karena kembali ke tempat terburuk di dalam ingatannya...


"tentu saja aku mau, aku bisa melakukan apapun untukmu sayang... dan aku percaya sepenuhnya pada Kim ku ini... jadi jangan pernah ragukan apapun..." ujar Aom lalu ia mengecup bibir Kim secara tiba-tiba...


Kim tersenyum cerah karena ulahnya itu, maka terapi kognitif ini sudah bisa dikatakan dimulai dari sekarang... Aom yang notabene adalah seorang mantan agen di badan intelijen tidaklah begitu mengejutkan jika ia juga mengetahui dan menguasai bidang-bidang psikologis seperti ini...


Dengan memunculkan kebahagiaan di tempat dimana hanya dipenuhi oleh kemuramanan dan kebencian sebelumnya, sedikit demi sedikit bisa mengubah semua ingatan buruk yang juga ada di tempat ini agar bisa berdampingan dengan ingatan ceria dan menyenangkan ini...


Aom menarik tangan Kim, mengajaknya keluar dari sana... suatu cara yang ia lakukan agar seolah-olah sedang menarik Kim dan perasaan terdalam dari diri suaminya untuk keluar dari bayangan gelap itu... sebuah kenangan buruk yang tidak harus dikubur yapi harus disandingkan dengan kenangan yang lebih indah dan juga membahagiakan agar kenangan buruk itu bisa menjadi netral dan tidak terasa begitu menekan lagi...


Setelah berhasil membuat Kim tersenyum manis seperti itu, terlintas sebuah ide lagi di dalam benak Aom...


"Kim... gendong aku ya..." pinta Aom sambil tersenyum manis layaknya remaja yang masih menikmati masa-masa indah pacarannya...


"baiklah nyonya Kim Hans... ayo naik ke punggungku..." sahut Kim dengan senang hati...


Akhirnya merekapun menuruni perbukitan itu, entah mengapa bisa kedua orang pria dan wanita yang sudah berumur 40an tahun dan sudah memiliki 3 orang anak ini masih terlihat begitu romantis seperti remaja yang dimabuk cinta saat ini...


Menuruni perbukitan dengan canda tawa, si pria yang dengan senang hati dan bangga menggendong kekasih hatinya ini, sedangkan si wanita merasa sangat nyaman dan bahagia di gendongan prianya yang penuh cinta ini...


Sampai pada akhirnya Kim dengan jahilnya berlari di jalan turunan berbatu itu sehingga membuat Aom memukulinya pundaknya karena takut jika nantinya mereka akan terjatuh dari sana...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2