
HAPPY READING GUYS
________________________
Mendengar hal itu, ibu Wana tersenyum sambil mengusap lembut rambut Kim yang berarti bahwa dirinya percaya sepenuhnya kepada putranya ini... ia percaya bahwa Kim bisa melakukan semuanya dengan baik...
Meskipun sebenarnya ibu Wana merasa khawatir dengan apa yang sebenarnya terjadi saat ini, tapi ia memilih untuk tetap diam sampai Kim sendiri yang mengatakannya nanti... seperti yang kim ucapkan tadi...
"semoga tidak ada hal buruk lagi nak..." gumam ibu Wana di dalam hatinya
"ayah... aku mau tidur..." ujar Pim sambil menepuk-nepuk paha ayahnya seperti sedang membuat sebuah bantal yang ada di tempat tidurnya agar terasa lebih empuk lagi...
Entah kenapa, saat ini Pim lebih memilih untuk tidur di atas pangkuan ayah kesayangannya ini... entah hanya naluri alamiah semata, atau apa...
"baiklah... ayo sini tidur yang nyenyak, karena besok pagi sudah harus ke sekolah..." ujar Kim sambil meletakkan kepala putrinya itu diatas pangkuannya lalu tangan kirinya mengusap rambut Pim dengan sangat lembut...
Tanpa perlu waktu yang lama, Pim nampak sudah terlelap di dalam tidurnya, napasnya yang sudah mulai begitu teratur menandakan bahwa ia sudah benar-benar tertidur dengan sangat nyenyak...
"ibu tidurlah... perjalanan kita masih panjang... dan ingat aku tidak suka kalau ibu begadang karena alasan apapun!" ujar Kim dengan tegas hingga membuat Aom tertawa karena posisi mereka seperti terbalik sekarang...
Karena biasanya ibu yang akan memarahi dirinya dan Kim, tapi sekarang malah Kim yang selalu lebih banyak bicara dan menegur ibu demi menjaga kesehatan ibu dengan sebaik mungkin...
ibu hanya tersenyum dan menuruti apa yang Kim katakan, demi ketenangan dan juga istirahat yang cukup di dalam mobil ini... karena dirinya tahu bahwa betapa keras kepalanya putra sekaligus menantu satu-satunya ini...
"kamu juga harus tidur... istirahat yang cukup... kemarilah..." ujar Kim sambil merentangkan tangan kanannya untuk Aom...
Aom terkekeh geli sambil memeluk Kim dari samping... sementara Kim mengecup pucuk kepala Aom dengan lembut dan cukup lama...
ia menghirup wangi rambut Aom yang terasa begitu lembut ketika dihirupnya...
__ADS_1
"aku tidak tahu setelah ini apa yang akan terjadi sayang... tapi aku pasti akan memastikan bahwa apapun yang terjadi nantinya, kamu dan anak-anak kita semuanya harus aman..." gumam Kim di dalam hatinya...
Aom pun terlelap sambil memeluk tubuh Kim dengan erat... hanya Kim saja yang tidak tidur malam ini... di perjalanan pulang ini, ia sibuk mengotak-atiknya ponselnya dengan tangan kirinya yang masih dapat bergerak bebas...
Memeriksa begitu banyak laporan yang masuk untuknya... mulai dari penyadapan yang badan intelijen negara lakukan kepada SDG, penggeledahan yang berakhir dengan tangan kosong karena mereka tidak berhasil menemukan apapun disana...
***
Disisi lain,
Di sebuah gedung bertingkat, yang merupakan kantor dari badan intelijen negara Thailand ini, terlihat beberapa orang agen dari badan intelijen sedang sibuk membahas banyak hal...
Orang-orang yang tengah sibuk ini bukanlah orang sembarang, melainkan para petinggi dari beberapa elit politik yang bergabung sejak lama di badan intelijen negara...
mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat pintar, cerdas, licik...
Perpaduan yang sangat pas untuk bekerja di balik layar mengatur segala macam urusan yang ada di permukaan dan dapat disaksikan oleh banyak orang...
menjabat sebagai kepala BIN di Thailand saat ini (Badan Intelijen Negara)...
Pria yang sangat pintar, cerdik, licik dan penuh dengan tipu muslihatnya...
dengan semua sifat yang ia miliki ini, maka tak heran jika ia bisa menjadi seorang kepala dari badan intelijen negara mereka ini...
Ia tidak mengenal kawan maupun lawan, jadi apapun bisa dan mau ia lakukan demi untuk melancarkan setiap misi yang sedang mereka kerjakan di badan intelijen negaranya ini...
selain ingin menjamin keamanan negaranya, Charka juga sudah mulai terobsesi untuk dapat mengatur negaranya ini dari balik layar...
Jadi apapun permasalahan yang terjadi, ia selalu ingin ikut andil serta penyelesaiannya juga berpatokan pada apa yang menurutnya benar... bahkan sang perdana menteri yang terpilih dan menjabat saat ini juga sangat mempercayai dan menyetujui apapun yang Charka katakan...
__ADS_1
Apa yang ia anggap benar, haruslah menjadi kebenaran yang mutlak baginya...
suatu sifat yang benar-benar memperlihatkan bahwa ia adalah salah satu figur pemimpin yang otoriter, hanya saja ia selalu bekerja dan memerintah dari balik layar... tidak secara terang-terangan di depan khalayak umum seperti sang perdana menteri yang selama ini sudah ia pengaruhi dan cuci otaknya itu...
Braaakkkk!!!
Suara tumpukan dokumen-dokumen itu jatuh berserakan di atas lantai ruangan tertinggi di gedung itu...
"sudah berhari-hari melakukan penggeledahan tapi tetap tidak menemukan bukti apapun untuk memberatkan si pimpinan SDG itu! nampaknya dia selalu menyelesaikan permasalah dengan sangat mulus dan tanpa jejak... tapi tidak! sepandai apapun dia menyembunyikan sesuatu jika kita terus menggalinya maka kita pasti akan menarik rahasia itu dengan paksa untuk segera muncul ke permukaan!" ujar Charka geram setelah memeriksa beberapa dokumen hasil dari penggeledahan markas SDG yang selama beberapa hari terakhir ini telah mereka lakukan...
Akan tetapi sampai hari ini belum menemukan atau mendapatkan suatu bukti apapun yang dapat memberatkan Kim sebagai pelaku pembunuhan aparatur sipil negara yang memiliki jabatan cukup tinggi di dalam badan intelijen negara Thailand ini...
Tuduhan dan tuntutan atas pembunuhan seorang pria bernama Ananda Everham yang juga merupakan seorang agen dari badan intelijen negara sudah mereka ajukan ke kejaksaan dan sedang dalam proses penanganan...
Maka dari itu mereka berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan bukti lain yang lebih kongkrit dan bisa membuat Kim mendekam di dalam penjara dalam waktu yang sangat lama...
Tapi sampai saat ini mereka hanya memiliki sebuah bukti saja...
"tapi bukankah ini sudah bisa digunakan sebagai bukti yang sangat meyakinkan di pengadilan pak? ini bukti yang benar-benar dapat dilihat secara nyata!" ujar anak buahnya itu pada Charka...
"kau pikir kita sedang berusaha menangkap ikan kecil yang tergeletak di selokan? kau pikir mengalahkan seorang Kim Hans Suppanad semudah itu? kenapa bisa ada anggota badan intelijen yang se-naif dirimu!" ujar Charka setengah berteriak pada anak buahnya itu...
"buruan kita bukan ikan kecil... bukan juga ikan cakalang yang cukup besar... tapi buruan kita adalah seekor Hiu putih yang begitu besar dan kuat di lautan ini... ia bisa mencabik dan menghancurkan apapun yang ada di depannya dengan gigi-gigi tajamnya dan juga kekuatan besar yang ia miliki... bahkan agen 04 Aom Shusar juga telah berkhianat demi dirinya... hahaha! karena hal inilah aku tidak pernah bisa yakin sepenuhnya kepada para agen wanita, hati mereka sering kali terlalu lemah untuk melakukan sebuah tugas yang berat!" ujar Charka lagi...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐