His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Mari Berlibur...


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Minumlah jusnya, jangan banyak bicara..." Ujar Aom sambil mengambil segelas jus dari nampan itu dan ia berikan kepada Kim dan juga anak-anaknya...


"Terima kasih sayang..." Ujar Kim lembut kepada istrinya ini... Tatapan matanya yang terlihat jelas bahwa ia sangat merindukan istrinya ini... Tapi sedari tadi mereka berdua bahkan belum saling berpelukan, belum saling memeluk tubuh satu sama lainnya hanya sekedar untuk menyalurkan rasa rindu ini... Walaupun hanya beberapa hari, tapi tetap saja rindu itu menumpuk seakan sudah setahun tidak bertemu...


"Ah, ya... Bagaimana kalau lusa kita pergi ke Bamboo island? Kita liburan disana dan juga berkemah tentunya karena tidak ada penginapan ataupun hotel di pulau kecil itu, tapi pasti akan sangat menyenangkan..." Ujar Kim tiba-tiba menyarankan mereka semua untuk berlibur bersama...


"Wow... aku sudah begitu lama ingin mengunjungi pulau indah itu... tapi apa hanya kita-kita saja ayah?" Tanya Pim yang tiba-tiba meloncat kegirangan mendengar ajakan berlibur dari ayahnya itu...


"Ya, sebelum kakak-kakak mu ini kembali kuliah di USA tentunya kita harus menghabiskan waktu bersama-sama... Ah ya... Kita akan menjemput nenek juga karena nenek pasti juga sangat merindukan cucu-cucunya yang tampan dan cantik ini..." Sahut Kim lalu ia menoleh kearah Aom seakan meminta persetujuan darinya dan Aom mengangguk setuju...


"Ide yang bagus ayah... Aku setuju..." Sahut Art


"Apalagi aku yah... Sangat setuju!" Sahut Tan semangat


"Kalau begitu nanti ayah atur-atur schedule-nya... Dan kalian ingat semasih kalian libur, pekerjaan kantor dan juga pekerjaan di SDG yang sudah kalian ambil alih masih berlaku untuk besok dan juga beberapa hari lagi sebelum kalian kembali ke USA..." Ujar Kim setelah itu ia langsung meminum habis jus yang ada di dalam gelas yang sedang di genggamannya...


"Baik ayah... Kami ingat dan pasti selalu bertanggung jawab atas apa yang telah kami putuskan setiap saatnya..." Sahut Art dengan penuh percaya diri...


"Siap 86 bosku... Aku juga sudah menjadi general manager yang mempesona, jadi aku cukup betah saat ini di kantor yah... Hahaha" ujar Tan sambil tersenyum bangga,


"Hahaha kepedean!" Seru Pim pada Tan


"Aku memang tampan dan mempesona tahu... Tidak seperti kau gadis manja... Wleee..." Sahut Tan


"Tentu saja... Kan aku gadis cantik, bukan seorang pria... Jadi mana mungkin aku tampan... Wleeee..." Sahut Pim

__ADS_1


"Astaga... Kalian ini kenapa selalu bertengkar, seperti kucing dan tikus saja..." Ujar Aom sambil geleng-geleng kepala melihat putra dan putrinya ini yang selalu saja beradu mulut saat berada di tempat yang sama...


"Sudahlah bu biarkan saja... Mereka hanya berusaha menutupi rasa sayang mereka berdua kepada satu sama lainnya... Makanya mereka bertengkar terus untuk mencari perhatian satu sama lainnya..." Sahut Art to the point


"Kakak diam!!!!" Teriak kedua adiknya itu kompak bersamaan...


"Hahaha..." Art hanya tertawa senang melihat respon kedua adiknya itu karena itu memang kebenarannya...


Saat mereka berada jauh satu sama lainnya, mereka akan saling merindukan, tapi saat bertemu mereka selalu saja bertengkar bahkan hanya untuk hal-hal sepele sekalipun... Saling ejek itu sudah sangat biasa bagi mereka berdua...


***


Setelah selesai makan malam, semuanya kembali ke kamar mereka masing-masing, begitu juga dengan Kim dan Aom yang kembali ke kamar mereka...


Tapi karena Kim perlu mengambil suatu berkas di ruang kerjanya, jadi Aom masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu...


Saat Kim sudah selesai dengan urusannya, Kim langsung kembali ke kamarnya...


Wanita yang selama ini selalu membuatnya tergila-gila, wanita yang telah menjadi ibu dari ketiga anaknya yang sudah mulai beranjak dewasa saat ini terlihat begitu cantik malam ini...


Begitu cantik dan juga menggairahkan bagi Kim tentunya...


Kim terpesona, benar-benar terpesona...


Kim terus berjalan mendekati istrinya tanpa bisa berkedip lagi seolah-olah dirinya telah benar-benar terjerat sihir dari kecantikan istrinya malam ini, ditambah lagi kerinduannya yang benar-benar tak dapat ia tahan lagi...


"Sayang..." Ujar Kim lembut sambil mengulurkan tangannya kearah dagu Aom ketika dirinya sudah berada di dekat Aom, menyentuhnya dengan lembut dan tatapan matanya yang tak pernah lepas dari mata cantik istrinya itu...


"Kim... Aku merindukanmu... Sangat-sangat merindukanmu sayang..." Ujar Aom sambil menarik tangan Kim dan memeluk tubuh suaminya itu dengan sangat erat seolah-olah tidak akan ada lagi kesempatan lain untuk memeluknya lagi...

__ADS_1


"Sayang... Aku tidak akan kemana-mana... Aku akan selalu disini dan menemanimu... Mana mungkin aku rela dan mau pergi dari sisi bidadari cantik yang telah tuhan ciptakan khusus hanya untuk diriku ini..." Sahut Kim kemudian merenggangkan pelukan mereka, mengelus pipi mulus istrinya lalu mencium keduanya bergantian... tentu saja Kim juga tidak melewatkan bibir mungil istrinya yang begitu manis dan selalu berhasil menggodanya ini...


Cuuuppphhh...


Ciuman lembut penuh kerinduan itu mereka nikmati bersama... Semakin lama semakin menuntut lebih dan lebih...


Kim memeluk pinggang Aom dan semakin merapatkan tubuh mereka berdua sambil terus menikmati ciuman ini, sementara Aom mengalungkan tangannya di tengkuk Kim dan juga menarik tengkuk suaminya itu untuk memperdalam ciuman mereka berdua...


"Hahaha.... Kapasitas udara'mu semakin berkembang ya sayang... Aku jadi bisa semakin lama mencium'mu... Luar biasa..." Ujar Kim sambil merebahkan tubuh Aom perlahan namun pasti...


Aom hanya tersipu malu karenanya, sementara Kim masih sibuk mencium keningnya, pipi dan juga bibirnya beberapa kali namun hanya ciuman singkat yang terus diulanginya...


"Kim..." Ucap Aom pelan ketika Kim sudah mulai menciumi leher jenjangnya, membuat beberapa kissmark favorit disana yang memerah seperti sebuah stempel kepemilikan yang legal...


"Aku mau kamu sayang... Heeeuuummm... Sangat menginginkan dirimu malam ini..." Ujar Kim dengan suaranya yang begitu rendah sambil menghirup wangi tubuh istrinya ini...


Tangan Kim otomatis menarik lepas simpul ikatan yang ada pada gaun tidur istrinya malam ini ketika Aom sudah mengangguk setuju... Tentu saja Kim tidak mau buang-buang waktu untuk menunggu lebih lama lagi...


Kim mencium bibir Aom lagi dengan begitu intens sementara tangannya sibuk melucuti gaun tidur istrinya hingga benar-benar terlepas sempurna, walaupun tanpa melihat secara langsung, tangan Kim seakan sudah hafal bagaimana dan seperti apa caranya untuk membuka gaun tidur itu...


______________________


Pada


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2