
"Tidak Kim... Kau tidak bisa menghukum ku dengan seberat ini... Kumohon....." Tangis Aom terdengar begitu pilu kemudian tubuhnya terkulai lemas dan tak sadarkan diri saat itu juga...
"Astaga Aom... Hey bro cepat bantu aku membawanya ke dalam kamarnya..." Seru Jeab kepada semuanya, mereka menggendong Aom berempat karena mereka pun masih begitu lemas setelah mendengar berita yang sangat tidak mengenakkan itu...
"Aku akan mencoba menghubungi pihak maskapai penerbangan" teriak Zee sambil merogoh kantongnya untuk mengambil hpnya setelah Aom sudah di kamarnya...
Setelah berbincang cukup lama dan menunggu pihak maskapai penerbangan memastikan data, Jay menghampiri Zee yang terlihat begitu tegang...
"Bagaimana Zee? Apa ada informasi lebih rinci?" Tanya Jay cemas
"Mereka masih melakukan pengecekan..." Ujar Zee gemetar
"Halo tuan, mohon maaf sekali kami harus mengatakan ini... Memang benar bahwasannya tuan Kim Hans Suppanad memang berada di dalam pesawat yang mengalami kecelakaan siang tadi.. kami mohon maaf tuan..." Ujarnya sopan dan prihatin
"Tidak mungkin..." Ujar Zee lirih lalu mematikan sambungan teleponnya
"Nan! Cepat kemari!" Teriak Zee, dengan cepat Nan datang
"ada apa Zee?" Tanyanya sambil tersengal-sengal berlari kearah Zee
"Aku sudah memastikannya, katanya Kim memang ada di pesawat itu..." Ujar Zee dan tanpa sadar air matanya mengalir begitu juga dengan Jay...
Nan yang mendengar hal itu juga tak dapat membendung air matanya lagi...
Mereka menangis mengetahui hal ini merupakan kebenaran bukan hanya sekedar ilusi...
"Nan kita harus bergerak cepat... Aku .. aku akan menghubungi semua stasiun televisi dan maskapai untuk tidak mempublikasikan nama Kim apapun alasannya... Kau dan Jay tolong hack dan urus penyebaran informasi serta lacak kemungkinan dimana pesawat itu jatuh... Setelah ada hasilnya kita akan melakukan pencarian dan penyisiran... Biarkan Jeab yang mengurus keadaan Aom..." Ujar Zee, lalu mereka semua buru-buru menuju ruangan masing-masing,
Zee menghubungi semuanya...
"Anda dan stasiun televisi anda saya pastikan tidak akan bisa beroperasi lagi jika anda mempublikasikan apapun tentang Kim Hans Suppanad" kira-kira begitulah ancaman Zee kepada stasiun televisi dan maskapai penerbangan itu, tentu saja mereka menurutinya karena tau siapa yang sedang mengancam mereka....
SDG tidak pernah main-main...
Itulah yang tertanam di benak semua masyarakat...
Kring!!!! Kring!!!!
Suara telepon rumah Kim berbunyi dan Zee dengan cepat mengangkatnya...
Ternyata itu adalah telepon dari kakak Kim, Yang Mao (YY)...
"Hallo Zee! Bagaimana? Apa ada kabar mengenai Kim?!" Tanya YY bergetar dan terdengar begitu panik
"Kak.... Kim... Pihak maskapai bilang.. Dia memang sudah naik di pesawat itu kak..." Ujar Zee dengan suara berat karena menahan tangisnya
"Cepat lacak dan cari dimana keberadaan Kim Zee! Aku yakin dia tidak akan mati semudah ini! Aku akan segera ke Bangkok! secepatnya!" Perintah YY
__ADS_1
"Tentu kak... Kami akan melakukan yang terbaik untuk menemukan Kim.." sahut Zee
"Sebentar lagi kakak akan ada disana dan ikut mencarimu Kim.." ujarnya lirih dan sambungan telepon itu langsung terputus...
Zee menghapus air matanya, setelah ia cukup tenang Zee kembali fokus untuk mencari informasi yang bisa ia dapatkan untuk menemukan Kim...
Setelah dua hari melakukan pencarian namun tetap tak ada satupun hasil yang jelas yang mereka temukan...
Hanya puing-puing pesawat dan beberapa mayat yang terlah ditemukan, itupun setelah dilakukan test DNA bukanlah mayat Kim Hans...
Aom sangat terpukul atas kejadian ini, ia seakan tak mempunyai semangat hidup sekarang... yang dapat ia lakukan hanya menangis dan berharap Kim akan segera ditemukan dalam keadaan selamat..,
setiap detiknya ia terus berdoa untuk keselamatan Kim, dan dengan setia selalu menunggu orang-orang yang dikerahkan untuk mencari Kim memberikan informasi terbaru terkait dengan pencarian suami tercintanya itu...
Namun setiap malam tetap nihil, orang-orang itu dan para sahabat Kim selalu pulang dengan tangan hampa... Tanpa kejelasan tentang keadaan dan keberadaan Kim sekarang...
***
Tiga hari setelah kecelakaan pesawat itu, kakak Kim Yang Mao tiba di Bangkok bersama dengan begitu banyak anak buahnya...
Sedikit lama karena harus mengurus penerbangan dengan begitu banyak orang... Ia langsung menuju rumah Kim
Saat sampai di rumah Kim semua orang menyambutnya dengan hormat, sama halnya dengan Kim yang merupakan pimpinan mafia terbesar di Thailand, kakaknya Yang Mao juga merupakan pimpinan mafia terbesar yang begitu disegani di China... Ia begitu ditakuti di dunia bawah disana...
Tapi tak satupun orang yang tau bahwa Kim dan dirinya adalah saudara kandung, karena sejak lahir mereka sudah dipersiapkan untuk menjalani takdirnya menjadi raja kegelapan, yaitu pimpinan Mafia di Negara tersebut... serta menjaga keamanan masing-masing mereka agar tidak menjadikan satu sama lain sebagai kelemahan yang bisa dimanfaatkan pihak asing...
"Kak kami menemukan titik jatuhnya pesawat itu... Tapi sampai sekarang masih belum bisa mendapatkan informasi yang jelas tentang keberadaan Kim kak, gelombang dan ombak disana sangat keras menyebabkan kapal kesusahan menyisiri disana, beberapa kali kapal hampir terbalik kak..." Sahut Mario
"Kami sudah melakukan penyisiran mengitari lautan di sekitar sana dan juga pesisirnya... Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Kim kak" sahut Jeab
"Kak Yang Mao... Apa kakak akan bisa tinggal disini dalam waktu yang lama kak? Karena kami tau, menjaga stabilitas di urusan kemafiaan itu sangatlah sulit kak, apalagi di China..." Tanya Nan serius
"Aku akan tetap berada disini selama kurang lebih satu Minggu Nan... Dan aku yakin kita bisa menemukan Kim secepatnya" ujar YY sangat optimis untuk menemukan adiknya ..
"Ternyata kak Hans adalah Yang Mao... Ketua mafia yang memiliki pengaruh besar kata Mike.." batin Aom yang tak sengaja mendengarkan percakapan mereka
"Lalu dimana dia?" Tanya YY tiba-tiba
"Maksudnya kak?" Tanya Mario kebingungan
"Dimana wanita itu? dimana Aom?" Tanyanya lagi, mendengar namanya disebut Aom kaget dan berjalan menuju ruang tamu itu...
"Aku disini kak Hans..." Sahutnya lembut, dan ingin mencium tangan kakak iparnya, namun tak bisa karena YY menghindarinya
"Kalian semua pergilah..." Perintah YY kepada mereka yang ada di ruang tamu itu.. setelah ruangan itu sepi YY kembali berbicara
"Aku sudah tau apa yang telah kamu lakukan pada Kim Aom... Aku tidak menyangka anak dari paman Manaying pria terhormat bisa melakukan hal serendah itu... Dan! yang paling penting adalah, beraninya kamu membuat adikku terluka seperti itu... Kau menghancurkan hatinya dengan luar biasa hebat! luar biasa sekali keberanianmu" Ujar YY sambil menahan emosinya yang sudah memuncak...
__ADS_1
"Aku tau aku salah kak... Salah besar... Kesalahan yang sangat fatal... Tapi aku ingin memperbaiki semuanya, aku ingin keluar dari paskus itu dan kesatuan... aku hanya ingin bersama dengan Kim selamanya..." Ucapan Aom langsung di sambar oleh YY
"Setelah kau membuat adikku menangis lagi untuk pertama kalinya setelah kematian ayah! Dan kau ingin meminta maaf dan menyesal dengan mudahnya? Kenapa adikku begitu bodohnya mencintai wanita sepertimu selama belasan tahun lamanya" ujar YY penuh emosi yang tak dapat ia tahan lagi...
Sementara Aom hanya terdiam mendengar perkataan kakak Kim itu, ia semakin merasa bersalah... Namun ia tersadar akan perkataan kakak Kim yang membuatnya cukup bingung...
Dirinya dan Kim hanya menjalin hubungan belum ada 1 tahun lamanya, tapi kenapa YY mengatakan bahwa Kim telah mencintainya selama belasan tahun lamanya? Aom memberanikan dirinya untuk menanyakan hal itu kepada YY
"Kak Hans... Kenapa kakak mengatakan Kim mencintaiku selama belasan tahun? Aku baru menjalin hubungan dan benar-benar mengenal Kim belum ada 1 tahun penuh kak..." Ujarnya sambil menangis...
"Tentu saja tidak ada yang tau! Dia memendam perasaannya sendiri... Bahkan sahabatnya tak ada satupun yang tau, aku bisa tau karena ketidak sengajaan saat pemakaman ayah kami... Dia begitu sedih dan terpukul tapi harus tetap terlihat kuat di depan banyak orang... Tidak mudah menjalani hidup seperti ini Aom, tak ada yang boleh tau kelemahanmu sedikitpun" sahutnya sambil memandang jauh ke perbukitan yang terlihat dari tembok kaca rumah Kim itu
"Tapi bagaimana bisa kak... Aku..." Ucapan Aom kembali terpotong
"diam! Jangan mendebatku! Jika bukan karena Kim dan perintah ayah aku pasti sudah membunuhmu karena berani membuat adik kesayanganku sedih dan terluka!" Bentaknya membuat Aom bergidik ngeri...
Kakak beradik ini memang sama-sama sangat menakutkan setiap kali mereka marah...
Setelah sedikit menenangkan dirinya Yang Mao kembali berbicara pada Aom
"Aku tau kau tak akan bisa dengan mudah paham terhadap besarnya cinta Kim padamu... Maka sekarang ikutilah denganku" ujarnya sambil menarik dengan kasar tangan Aom dan menyeretnya menuju ruangan terlarang Kim, yang tak seorangpun bisa masuk kesana kecuali dirinya dan kakaknya...
Pintu hitam itu...
YY menekan security pass codenya memasukkan PINnya juga, keamanan khusus pada pintu itu juga mendeteksi sidik jari hanya 2 orang yaitu Kim dan Yang Mao saja...
Itupun atas permintaan Yang Mao dan Kim tidak menolak permintaan kakaknya karena alasan disaat darurat banyak segel dan lencana yang harus kakaknya ambil disini...
Setelah pintunya terbuka YY masuk dan menarik Aom dengan kasar... Aom bisa melihat meja kerja Kim di depan sana, ruangan ini sangat maskulin, seperti kepribadian Kim... Saat sudah dekat dengan sofa di depan meja kerja Kim YY menghempaskan tubuh Aom dengan kasar ke sofa itu... Aom meringis karena tubuhnya terbentur dengan sangat kasar di sofa itu...
Saat ia mengakat kepalanya matanya dapat menangkap pemandangan puluhan Poto dirinya terpajang di dinding ruangan itu... Potonya bersama Kao dari sejak baru masuk SMA, potonya sedang jalan-jalan bahkan potonya saat mengenakan toga kelulusannya dari universitas...
Semuanya dalam keadaan saat ia sedang bahagia dan tersenyum manis... Di meja dekat poto-poto itu dipajang juga masih ada beberapa Poto yang belum sempat dipajang oleh Kim, Aom melihat-lihat Poto itu...
Air matanya kembali mengalir melihat Poto itu, Poto itu memperlihatkan saat dirinya cidera dan digendong oleh Kim, serta Poto mereka saat sedang bersama di taman hiburan....
Ia semakin merindukan Kimnya saat ini, rasa penyesalan, rasa bersalah dan rindu bercampur aduk ia rasakan sekarang...
Aom memeluk potonya bersama dengan Kim sambil menangis tersedu-sedu...
"Kau adalah cinta pertama Kim Aom... Tapi dia tidak pernah mau mendekatimu dan menjadikanmu sebagai kekasihnya, karena dia tidak mau merusak masa depanmu yang begitu memimpikan untuk menjadi penegak hukum... Entah sebagai polisi ataupun tentara yang jelas Kim tau takdirnya sangat bertolak belakang dengan impian terbesarmu... Dia selalu menjauhiku tapi tetap mengawasi dan menjagamu dari jauh... Adikku mempunyai cinta yang sangat luar biasa..." Ujar YY sambil mengenang wajah bahagia Kim saat ia tau Aom sudah bisa meraih impiannya setelah lulus kuliah....
"Dia selalu mencintaimu dalam diam... Sampai akhirnya kalian mengetahui wasiat dari ayah dan papamu.. Kim memberitahuku lewat telepon dengan begitu bahagia, dia terus berbicara tanpa henti dan berkata ayah memberikan hadiah yang sangat besar untuknya.... Dia sangat bahagia bisa mendapatkan cintanya setelah bertahun-tahun lama hanya mencintaimu dari jauh... Tapi aku melarangnya, aku khawatir kamu hanya akan memanfaatkan cintanya untuk menjatuhkan SDG, makanya hari itu aku pulang dan bertemu denganmu di dermaga... Aku sudah sangat curiga padamu Aom, tapi Kim meyakinkanku bahwa dia akan membuatmu benar-benar jatuh cinta pada dirinya dan keluar dari pasukan khusus itu dan menjalani hidup dengannya sampai kematian menjemput dirinya..." Ujar YY lagi dan ia duduk di kursi kerja Kim
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
__ADS_1
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...