
Aom terlihat senang karena Kim telah pulang... Ia berlari kearah Kim sampai selang infusnya terlepas dengan paksa dari tangannya.. tapi saat ia memeluk Kim, sedikitpun Kim tidak bergeming atau mengatakan sepatah kata pun kepadanya...
"Kim... Maafkan aku... Aku memang bodoh! Aku telah menyakiti dan menghianati suamiku sendiri.." ujar Aom berlutut meminta maaf kepada Kim, Kim menunduk dan memapahnya kembali ke tempat tidur lalu berteriak memanggil Jeab...
"Jeab! Cepat kemari!" Seru Kim dengan lantang, Jeab masuk kedalam kamar dan sesuai dengan perintah Kim ia kembali memasang alat infus itu di tangan Aom...
Aom merasa sangat senang karena tadi Kim menggendongnya kembali ke tempat tidur sehingga Aom bisa memeluknya walaupun hanya sesaat...
Tak berselang lama, di luar ruangan terlihat ada beberapa anak buah Kim yang meminta izin untuk melaporkan sesuatu... mereka melaporkan bahwa ada beberapa orang pengacau dan anggota pasukan khusus yang tertangkap sedang berusaha membebaskan Mike dari kurungan mereka di pelabuhan itu...
"Apa yang harus kami lakukan setelah ini bos?" Tanya mereka dengan penuh rasa hormat dan kepatuhan kepada Kim
"Habisi siapa saja yang berani mendekati dan macam-macam terhadap SDG" perintah Kim tak terbantahkan
"Kim... Perintah macam apa itu? Pikirkan secara matang keputusanmu" Protes Jeab
"Beraninya kau menasehatiku Jeab" ucap Kim dingin, mendapat respon seperti itu Jeab memilih untuk diam
"Itu juga berlaku untuk kalian, jika kalian menemukan orang yang berani bermain-main dengan SDG, habisi mereka" ucap Kim begitu dingin pada sahabatnya itu...
"Keluarlah.." perintah Kim kepada semuanya yang ada di ruangan itu... Ketika semuanya sudah keluar, Aom kembali berbicara dan meminta maaf kepada Kim
"Maafkan aku Kim.. aku bodoh.. sangat amat bodoh karena mau mengikuti rencana Mike yang gila dan menghianatimu setiap saat..." Ujar Aom tersedu-sedu
"Makanlah jangan sakiti dirimu sendiri" ujar Kim datar lalu berdiri hendak meninggalkan kamarnya, Aom menahan lengan Kim agar tak pergi meninggalkannya...
"Aku mohon maafkan aku Kim...aku mohon.." pinta Aom menangis dengan pilu... Kim melepaskan genggaman Aom lalu menuju pintu sebelum ia keluar ia berkata
"mulai sekarang jangan mempersulit dirimu dengan berpura-pura tentang apapun lagi Aom.. aku akan tetap menepati janjiku pada ayah dan guruku paman manaying, untuk menjagamu dari segala bahaya.. itu saja" Kim memutar kenop pintu itu
"dan satu lagi.. tidak usah berpura-pura mencintaiku lagi" ucap Kim sebelum benar-benar meninggalkan kamar itu...
__ADS_1
Aom hanya bisa terus menangis dengan sisa tenaganya, ia benar-benar telah menghabiskan tenaganya karena telah menangis selama 2 hari, ia mengutuk dirinya sendiri yang begitu bodohnya...
Entah kenapa kepalanya semakin terasa berat dan rasa pusing yang tak dapat ia tahan lagi, lalu ia jatuh pingsan...
Jeab yang datang membawakannya obat serta vitamin terkejut melihat itu...
"Aom... Bangun.. Aom..." Lalu ia berlari mengambil peralatan medisnya dan memeriksa keadaan Aom, tanpa asupan gizi tubuh Aom menjadi sangat lemah...
Apalagi dengan tekanan psikologisnya sekarang membuat keadaannya semakin memburuk..
"Aku tidak tau dia benar-benar menyesali perbuatannya atau hanya pura-pura... Tindakannya benar-benar membuat kepercayaan siapapun hilang kepadanya..." Gumam Jeab sambil menyuntikan obat kedalam infusnya, ia mengompres dahi Aom karena badannya panas.. setelah itu Jeab menemui Kim yang sedang melamun di rumah kaca yang penuh bunga itu di roof top rumah Kim ini...
"Kim... Keadaannya semakin memburuk dia pingsan.." ujar jeab dari belakang Kim, Kim tersadar dari lamunannya dan berbalik menghadap Jeab
"tolong lakukan apapun untuk membuatnya kembali sehat Jeab.." ujar Kim
"dia tertekan Kim.." ucap Jeab
"Tertekan? Karena apa? Karena misinya gagal? Ia tak bisa menghancurkanku dan SDG? Hahahaha..." Kim tertawa... lebih tepatnya memaksakan dirinya untuk tertawa
"Kim... Aku tau kau terluka, tapi jangan buat dirimu terpuruk... Aku mohon kawan..." ujar Jeab sambil memegang bahu Kim dan menepuknya pelan
"Selamat sore bos, saya mau melaporkan bahwa unit pasukan khusus itu sudah binasa sesuai perintah anda bos... Tapi Komandan mereka yang kita tahan itu selalu membuat keributan bos..." Lapor salah satu anak buah Kim
"Aku rasa dia sudah bosan hidup, bawa dia keatas dok kapal dalam 30 menit" perintah Kim dengan sorot matanya yang tajam
"Siap bos, segera dilaksanakan!" Sahutnya patuh
"Apa yang akan kau lakukan bos?" Tanya Jeab hati-hati
"Sudah pasti aku akan memberikan kematian yang menarik untuk sang komandan" sahut Kim datar dan berhasil membuat bulu kuduk Jeab merinding mendengar ucapan Kim, ia tau benar apa yang Kim maksud dengan kematian yang menarik...
__ADS_1
"sifat menyeramkannya kembali" batin Jeab
Dan benar saja... Kim menghajar Mike tanpa ampun, mereka beradu duel dengan samurai atas keinginan Kim...
Jika Mike menang ia akan dibebaskan, jika kalah dia akan mati di tempat itu juga... peraturan ini diberikan langsung oleh Kim kepada semua yang ada disana... anak buahnya berjejer mengitari dok itu, mereka mendapatkan keberuntungan untuk menyaksikan kekuatan pimpinan mereka secara langsung...
namun sebaliknya, ini merupakan kemalangan bagi Mike karena harus menghadapi seorang pria tangguh, kejam tak berperasaan sebagai lawannya... hanya dengan keajaiban dia bisa mengalahkan Kim Hans seorang diri....
****
setelah beberapa menit bertarung dengan Kim,
Kim dengan mudahnya berhasil membuat tubuh Mike hancur.... Seluruh bagian tubuhnya telah tersayat samurai...
Bukan! Bukan tersayat... Tapi lebih tepatnya tertebas...
Darah segar mengalir dengan deras dari setiap luka tebasan itu, Mario yang hanya bisa mengawasi dan menyaksikan kekejaman Kim itu tau bahwa Kim belum menggunakan tenaganya dengan maksimal karena hanya menghasilkan luka menganga di tubuh Mike...
Jika tenaganya digunakan secara full maka percayalah, nasib tubuh Mike tidak akan seutuh ini, melainkan sudah terpotong menjadi banyak bagian...
Beberapa menit kemudian Mike sudah benar-benar kehilangan nyawanya karena kehabisan banyak darah...
Inilah yang disebut dengan kematian menarik... kematian menarik yang dimaksud oleh Kim Hans...
dimana seseorang mati secara perlahan-lahan, menerima rasa sakit yang luar biasa di setiap mili tubuhnya... dan di setiap detik hembusan nafasnya hanya ingin berdoa kepada tuhan agar kematian cepat mendatanginya...
"Berikan daging segar ini untuk ikan hiu kesayanganku" perintah Kim yang langsung dipatuhi oleh anak buahnya, mayat sang komandan paskus 24 kapten Mike itu langsung dilemparkan ke laut tempat berkumpulnya hiu kesayangan Kim itu...
inilah mengapa seorang Kim Hans bisa benar-benar ditakuti oleh banyak orang.... tak ada yang berani mengganggunya sedikitpun...
____________
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...