His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Pagi Yang Cerah


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Kim tersenyum puas, lalu merebahkan tubuhnya begitu saja di atas tubuh Aom seperti biasanya...


Hal ini ia lakukan karena Aom sangat suka dan menikmati saat-saat seperti ini...


Entah sensasi apa yang ia rasakan dan sukai dari tindihan berat badan Kim yang hampir 2 kali lipat lebih berat dari pada berat badannya sendiri...


Karena sudah merasa cukup lelah malam ini, akhirnya mereka pun tidur bersama-sama...


Aom menikmati dada bidang Kim sebagai bantalan empuk untuk kepalanya, sementara tangannya memeluk pinggang suaminya seakan ia tidak akan pernah bosan untuk memeluk tubuh pria yang sangat ia cintai ini...


***


Keesokan paginya, sinar matahari mulai menyeruak masuk dan mengganggu tidur nyaman sepasang suami istri yang masih terlelap di balik selimut tebalnya itu...


Karena merasa terganggu oleh sinar itu, akhirnya Aom mulai terbangun dari tidurnya... Hal pertama kali yang ia lihat pagi ini adalah wajah tampan suaminya, sekaligus ayah dari anak-anaknya itu...


"Dia masih saja tampan walaupun sudah memiliki 3 orang anak yang sebentar lagi akan berubah menjadi laki-laki dewasa dan juga seorang gadis remaj..." Gumam Aom pelan, lalu ia mengecup pipi Kim pelan...


"Hmmm.... Selamat pagi sayang..." Ujar Kim dengan suara serak khas orang baru bangun tidur itu yang langsung memeluk tubuh Aom dengan erat dan menyembunyikan kepalanya di antara leher jenjang mulus istrinya itu...


Ia sama sekali masih belum berniat untuk segera bangun dari tempat tidur mereka itu... Memeluk tubuh Aom di atas tempat tidur di pagi hari sebelum memulai pekerjaan setiap harinya seakan sudah menjadi kebiasaan yang akan Kim lakukan 10-15 menit sebelum ia pergi mandi...


"Sayang... Ayolah... Hilangkan kebiasaan buruk untuk menunda-nunda waktu di pagi hari seperti ini... Kamu tahu ini tidaklah bagus kan..." Ujar Aom sambil mengacak-acak rambut suaminya itu...

__ADS_1


"Aku tidak peduli... Lagi pula aku bosnya, memangnya siapa yang akan protes ataupun akan memiliki kemampuan untuk memecatku? Aku bosnya, jadi seberapa lama pun aku mau menikmati waktuku di pagi hari bersama dengan istriku ini tidak akan ada yang bisa ikut campur..." Ujar Kim dengan penuh percaya diri dan menyombongkan dirinya...


Hahaha, semua itu benar... Lagi pula siapa juga yang mau mencari masalah dengan si bos besar ini... Pria yang menakutkan di mata orang-orang yang tidak begitu mengenalnya, namun begitu penuh kasih kepada keluarganya serta selalu mengayomi para anal buahnya ini...


"Ya, ya, ya... Bos besar memang boleh melakukan apapun sesuka hatinya..." Ledek Aom sambil menggelitik perut Kim hingga suaminya itu harus sedikit menggeser tubuhnya karena geli...


"Benarkah? Apapun? Senang sekali aku bisa mendengarnya sayang..." Ujar Kim yang dengan sangat cepat sudah bangun dan membalikkan posisi tubuh mereka berdua, ia kembali menindih tubuh mulus istrinya yang masih begitu polos pagi ini tanpa ditutupi oleh sehelai benang pun...


"Astaga Kim Hans! Ini masih pagi jangan macam-macam..." Protes Aom yang benar-benar paham akan senyuman yang kini melekat dengan begitu sempurna di wajah seorang Kim Hans Suppanad...


"Bukankah aku bosnya? Aku bisa melakukan apapun yang aku mau sebebas-bebasnya kan sayang?" Sahut Kim sambil memainkan alis matanya...


"Jangan lupa tentang nasehat dari Jeab sayang... Berhubungan intim memang baik dilakukan, namun tidak boleh terlalu sering karena itu bisa mengganggu kesehatan kita berdua... Lakukanlah secukupnya..." Ujar Aom sambil mencubit hidung mancung suaminya dengan gemasnya...


"Tapi aku tidak pernah merasa cukup bersama denganmu sayang... Dirimu itu godaan terberat dalam hidupku kau tahu itu... Hahaha..." Ujar Kim yang kemudian bangun dari tempat tidurnya dan menarik Aom ikut serta untuk bangun juga...


"Tidak, tidak... Tidak ada acara mandi bersama pagi ini karena jika aku mandi bersamamu acara mandi ini pasti akan berlangsung beberapa jam lamanya... Ingat sayang, hari ini Art bilang akan ada acara yang besar... Membuat makanan dan membagikannya kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka yang selama ini terganggu karena apa yang telah putra kita itu lakukan hanya untuk membuatmu bebas dari penjara sempit itu..." Ujar Aom sambil menahan tangannya yang ditarik oleh Kim...


"Aaaa.... Sekarang dirimu yang mulai berpikiran mesum ya... Aku hanya mau meminta istriku ini untuk membersihkan rambutku yang beberapa hari ini sudah tidak pernah tersentuh air di dalam penjara kecil itu..." Ujar Kim sambil tersenyum,


"Tapi jika kamu berpikir untuk melakukan olahraga pagi di dalam kamar mandi kita, aku akan dengan senang hati meladeni dirimu di dalam sana hingga berjam-jam lamanya..." Ledek Kim yang membuat Aom langsung menghadiahkan sebuah cubitan lagi di pinggangnya...


"Jangan berpikiran macam-macam... Cepat masuk, aku mau mengenakan sesuatu dulu sebelumnya agar aku tidak kedinginan sayang..." Sahut Aom sambil mendorong tubuh Kim mengarah ke kamar mandi mereka yang luas itu...


"Yakin tidak mau sayang?" Ledek Kim lagi sambil menoleh kearah Aom yang mendorong tubuhnya dari belakang...


"Sudah cukup bercandaannya! Cepat masuk dan mandi..." Perintah Aom dan Kim hanya tertawa di dalam kamar mandi mereka itu setelah dirinya puas menggoda istrinya...

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, Aom segera menyusul masuk ke dalam kamar mandi agar bisa membantu suaminya itu keramas, saat ini ia hanya menggunakan sebuah kaos oblong polos yang benar-benar besar hingga menutupi pangkal pahanya...


Saat itu Kim terlihat masih santai berendam di dalam bathtub sambil memejamkan matanya,


"Ia pasti butuh relaksasi sejenak sebelum kembali bekerja dan mengajari anak-anak bagaimana cara bertanggung jawab atas segala sesuatu yang suatu hari pasti akan mereka warisi..." Gumam Aom dalam hatinya...


Kemudian ia berjalan mendekati Kim dan duduk di pinggiran bathtub itu,


Membelai lembut rambut hitam suaminya itu hingga Kim membuka matanya dan tersenyum lalu membiarkan Aom membasuh rambutnya dengan air hangat yang mengalir dari shower yang ada di genggaman Aom saat ini...


Setelah cukup basah, Aom segera mengambil sampo dan mengoleskannya merata ke seluruh bagian rambut Kimnya sebelum mulai memberikan pijatan-pijatan di kepala Kim...


"Tanganmu memang ajaib sayang... Selalu bisa memberikanku sebuah kenyamanan yang tiada tara..." Ujar Kim dengan mata yang terpejam menikmati pijatan lembut itu di atas pangkuan istrinya...


"Uuuh, gombalnya... Bisa-bisa aku benar-benar akan menderita diabetes jika setiap hari aku harus mendengarkan ucapan manis'mu ini sayang..." Ujar Aom sambil terkekeh saat sudah selesai memberikan pijatan di kepala Kim, lalu setelahnya langsung membasuh rambut Kim hingga bersih...


"Sempurna... bersih sekali dan terasa ringan sekali... Nyaman... Terima kasih sayangku..." Ujar Kim lalu dengan cepat mencium bibir Aom...


"Dasar tukang modus!" Ujar Aom sambil menarik telinga Kim dan membuatnya terkekeh senang...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2