His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Tes


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Hahaha... Jadi tidak masalah kan?" Tanya Kim lagi sambil tertawa, ia pastinya sudah tahu akan reaksi anak mereka ini... Ia tidak pernah berpikir bahwa anaknya akan risih ataupun marah jika seandainya mereka akan punya anak lagi...


"Tentu saja ayah!" Seru mereka berdua senang namun tetap menjaga volume suara mereka agar tidak terlalu terdengar sampai ke luar tenda...


"Bagus... Besok kita kembali dan bawa ibu kalian ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan yang terperinci..." Sahut Kim sambil tersenyum lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur tipis yang ada di dalam tenda itu,


"Sudah berapa lama kita tidak tidur bersama dengan ayah ya Tan?" Tanya Art sambil tersenyum dan ikut merebahkan tubuhnya di samping kanan ayahnya...


"10 tahunan mungkin ya kak... Hahaha" sahut Tan yang kini juga ikut membaringkan tubuhnya di samping kiri ayahnya,


"Apa kalian merindukan masa kecil? Memangnya siapa yang melarang kalian tidur bersama dengan ayah? Ada yang melarang?" Tanya Kim sambil terkekeh pelan, lalu kedua putranya menggelengkan kepalanya secara bersamaan,


"Tidak... Kami hanya tidak mau mengganggu waktu ayah dan ibu, kalian berhak memiliki waktu pribadi kalian sendiri... Kami juga bukan lagi anak kecil yang perlu ditemani untuk tidur ayah..." Ujar Art sambil terkekeh pelan,


***


Malam pun telah berlalu, meninggalkan aura dingin malam yang untungnya dapat terminimalisir oleh api unggun yang mereka nyalakan malam tadi...


Kini sang mentari perlahan telah menunjukkan dirinya, mulai melayang terbang semakin tinggi di pelupuk timur setiap inchi di setiap menitnya...


Petjah dan Daw sudah berdiri di samping Kim yang sudah terbangun pagi ini,


Ia berdiri sedikit menjauh dari lokasi tenda-tenda itu didirikan...


"Bagaimana? apa semuanya sudah disiapkan? Apa semua yang aku perintahkan sudah diselesaikan?" Tanya Kim pada mereka berdua,

__ADS_1


"Ya bos, semuanya sudah selesai... Lalu untuk urusan bisnis juga tidak ada kendala dari bos Zee dan juga bos Nan... Lalu dari bos Mario di dermaga juga semua dalam kendali, sedangkan dari bos Jeab ada informasi terbaru dari obat yang baru di kembangkan itu sekarang sudah mencapai tahap 25% dalam pengembangannya..." Ujar Petjah memberikan laporan singkat keadaan di luar sana selama mereka berlibur 1 hari di tempat ini...


"Dan semua persiapan untuk tuan muda Art juga sudah diselesaikan tuan, segala macam urusan legalisasi sudah selesai... Tuan muda juga sudah secara resmi mendapatkan izinnya hari ini, pagi ini suratnya sudah akan dikirim ke dermaga..." Ujar Daw menambahkan,


"Bagus... Setelah ini siapkan semuanya untuk segera kembali Ke Bangkok..." Perintah Kim kepada mereka berdua,


"Siap bos!" Sahut mereka lalu mereka undur diri untuk melanjutkan pekerjaan yang lainnya,


~


Saat semuanya sudah bangun dan semuanya sudah selesai membersihkan diri mereka di kamar mandi, mereka juga sudah menyelesaikan sarapan pagi setelahnya...


Hanya perlu waktu selama 4 jam untuk melintasi lautan dan menyusuri jalan tol panjang hingga mereka sampai lagi di kota metropolitan, ibu kota Bangkok...


Dengan berbicara berdua dengan ibu Wana, akhirnya Kim kembali bisa membujuk nenek dari anak-anaknya ini untuk tinggal bersama dengan mereka di kota Bangkok ini...


"Terima kasih bu, dan semoga setelah melakukan tes di rumah sakit semuanya bisa sesuai dengan apa yang diharapkan..." Sahut Kim sambil tersenyum,


***


Di luar ruang pemeriksaan, Art dan Tan tidak henti-hentinya berjalan mondar-mandir seperti setrikaan menunggu ibu dan ayah mereka keluar dari ruangan itu...


Sementara Pim dan neneknya terlihat begitu gembira membicarakan tentang kemungkinan ia akan mempunyai adik lagi...


Di dalam ruangan,


Kim duduk menunggu semua tes yang dilakukan oleh Jeab pada Aom, semuanya diperiksa dengan sangat teliti atas perintah Kim, dan tentunya di setiap prosesnya tidak luput dari pengamatan tajam dari seorang Kim Hans Suppanad yang dengan alasan apapun pasti akan posesif kepada istrinya ini,


Setelah tes terakhir dilakukan oleh para perawat wanita, karena tidak mungkin Jeab yang melakukan tes itu jika ia masih menyayangi nyawanya... Hanya dengan menyentuh tubuh Aom sedikit lebih lama saja Kim sudah mulai memarahinya, apalagi yang akan terjadi jika sampai ia nekat melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam pada organ intim istri sahabatnya ini? Bisa-bisa ia langsung dieksekusi mati di tempat ini oleh pria yang terkenal paling kejam ini...

__ADS_1


Tirai bilik pemeriksaan itu langsung ditutup dengan sempurna, lalu Jeab duduk di hadapan Kim yang terlihat sedang mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja, Kim akan melakukan hal semacam ini ketika ia tidak sabar untuk menunggu ataupun sedang menahan amarahnya, dalam situasi saat ini pastinya ia sudah tidak sabar untuk menunggu hasilnya bukan?


"Kim, dengarkan ini baik-baik sebelum hasil tesnya keluar..." Ujar Jeab yang akhirnya bisa membuat Kim menoleh dan fokus menatapnya,


"Apa?" Tanya Kim sambil mengerutkan keningnya, apa ada resiko dalam hal ini? Pikirnya,


"Usia Aom tidak lagi semuda dulu, resikonya tentu akan semakin besar..." Ujar Jeab dengan sangat hati-hati karena tatapan Kim sudah berubah menjadi sangat tajam padanya...


"Tapi itu tidak akan membahayakan Aom dan bayinya jika semua yang aku sarankan bisa kau ikuti dengan sempurna" ujar Jeab secepatnya sebelum Kim menjawabnya,


"Apa yang harus dilakukan? Meskipun aku harus menghabiskan segala yang aku punya pasti akan aku lakukan!" Sahut Kim dengan tegas dan penuh keseriusan,


"Tidak... Tidak seekstrim itu bos, hanya saja kau harus memberikan perhatian khusus padanya, karena jika Aom benar-benar hamil saat ini... Ia akan sangat mudah kelelahan, mood yang berubah-ubah dalam waktu singkat dan aku tekankan bahwa ini mungkin akan lebih ekstrim dari yang sebelumnya, jadi kau harus menyiapkan kesabaran 10x lebih ekstra dari yang sebelumnya... Gizi dan vitaminnya harus benar-benar tercukupi dan aku akan memastikan semua itu... Dirimu hanya perlu memastikan bahwa jika seandainya nanti Aom tidak mau minum vitamin atau yang lainnya maka dengan cara apapun kamu harus bisa memastikan ia mau mengkonsumsi segala macam suplemen yang ia perlukan..." Ujar Jeab panjang lebar,


"Hanya itu?" Tanya Kim sambil mengernyitkan alisnya seakan menunggu jika ada tambahan,


"Mungkin ada sedikit tambahan, jangan pernah biarkan dia memiliki tekanan psikologis apapun, dia harus selalu senang dan bahagia jika bisa" ujar Jeab lagi,


"Hahaha... Kau pikir aku akan membiarkan dia sedih? Meremehkanku?" Tanya Kim sambil tersenyum sinis,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2