
HAPPY READING GUYS
________________________
Motifnya yang indah khas sentuhan jepang, gagang yang terlihat dan terkesan sangat kokoh serta ornamen yang begitu gagah itu selalu membuat Tan ingin memilikinya...
Terlepas dari ia hanya akan menjadi penerus bayangan putih ayahnya yang tentunya khusus di bidang bisnis, sementara tanggung jawab dari bayangan gelap seorang Kim Hans akan dibebankan kepada kakaknya dan kakak Arthitnya lah yang akan meneruskan segala macam hal yang berkaitan dengan SDG dan segala macam kepentingan di dalam organisasi mafia itu sendiri, yang tentunya akan membuatnya memiliki katana ini pada saat waktunya telah tiba nantinya untuk menggantikan kepemimpinan ayah mereka dalam organisasi besar yang terstruktur dengan sangat rapi tersebut...
Tan menarik tangannya dengan cepat ketika ia mendapatkan kesadarannya kembali setelah ia melamun beberapa saat... Ia menggelengkan kepalanya pelan, mengusir segala macam keinginan yang sempat muncul di dalam benaknya itu...
"Itu adalah hak kakak, jadi aku tidak bisa menginginkan apapun yang menjadi miliknya karena aku akan selalu menjadi pendukungnya di setiap langkah yang akan kami lalui nantinya... karena selamanya aku akan menjadi pilar penopang seluruh kekuatan dan juga kelemahan yang kakak miliki, aku juga akan selalu menjadi bayangan darinya" gumam Tan dalam hatinya,
"Sudah selesai? " tanya Art pada Tan yang menghampirinya membawa bingkisan kedua katana itu,
"sudah kak, lalu perlukah kita menyiapkan amunisi senjatanya kak? " tanya Tan pada Art
"tidak, karena kita hanya perlu senjata kita saja... masalah amunisi pelurunya di markas Hongkong tempat paman Mario dan yang lainnya mengurus segala macam hal disana sudah tersedia dalam jumlah yang melimpah" sahut Art sambil tersenyum tipis karena ia tahu seberapa bebas dan leluasanya mereka di sana perihal senjata dikarenakan oleh aturan hukum yang tidak mengatur kepemilikan senjata api dengan ketat di negara tujuan mereka ini...
Hanya perlu memainkan sedikit trik dan lobby maka senjata apapun yang ingin mereka gunakan, miliki dan simpan untuk dipergunakan sendiri serta organisasi pasti bisa dengan mudah didapatkan dan dilakukan...
***
Di dalam kamar,
Kim tersenyum senang menyuapi Aom makan walaupun terkadang Aom mengeluh karena Kim memaksanya untuk makan banyak lebih banyak dari biasanya...
__ADS_1
Aom hanya bisa mengeluh tapi tetap tidak berhenti makan walaupun mulutnya sudah sangat bosan mengunyah makanan-makanan enak dan sehat serta bergizi tinggi yang telah disiapkan untuknya hari ini... Entah mengapa, tapi makanan yang disuapi oleh Kim terlihat begitu menggoda dan rasanya juga terasa lebih enak...
"Sayang... sudah cukup, kalau aku makan lagi bisa-bisa aku jadi kudanil nanti... " protes Aom tapi ia tetap melahap makanan yang Kim suapi...
"Perkataan dan tindakanmu berbeda jauh ya hahaha..." ujar Kim sambil tertawa karena sedari tadi Aom protes karena makan banyak, tapi tubuhnya masih ingin makan terus tanpa ia sadari...
"Ibu hamil ku sayang memang sangat menggemaskan!" ujar Kim terkekeh sambil mencubit hidung Aom pelan karena gemas dengan tingkah istrinya, sementara Aom hanya bisa cemberut menanggapi ejekan dari suaminya ini...
"Baiklah, untuk sekarang cukup makannya... sekarang istirahat ya sayang... " ujar Kim sambil meletakkan piring yang sedari tadi ia pegang itu,
"tidak mau... " sahut Aom cemberut
"lalu kamu mau apa? mau sesuatu? " tanya Kim dengan penuh perhatian,
"jadi bantalku!" pinta Aom sedikit memerintah lalu merentangkan tangannya pada Kim seolah ia ingin dipeluk saat ini juga,
"......." Aom terdiam dengan ekspresi sedihnya, perlahan ia menarik tangannya karena merasa telah ditolak oleh suaminya sendiri,
"Dengan senang hati sayang..." ujar Kim lagi yang langsung menarik tangan Aom pelan sebelum Aom sempat menariknya terlebih dahulu,
Kim membaringkan tubuhnya di tempat tidur kemudian Aom merebahkan sebagian dirinya di dada Kim yang bergerak naik turun seirama dengan hembusan napasnya, hembusan napas yang teratur dan begitu tenang yang menandakan seberapa besar kapasitas paru-parunya untuk menyimpan oksigen di dalam sana...
Tangan Kim tidak diam begitu saja, tangan kanannya mengelus rambut Aom perlahan dengan sangat lembut... Untuk sementara waktu keheningan diantara mereka berdua masih terus mereka nikmati bersama, sampai Aom membuka suaranya pada Kim...
"Apa kamu mau mengatakan sesuatu padaku? kenapa masih belum bicara?" tanya Aom tanpa bergerak sedikitpun, ia masih saja menikmati kegiatannya memeluk tubuh yang Kimnya ini...
__ADS_1
"Sensitifitasnya meningkat sangat tinggi... " gumam Kim dalam hatinya,
"katakan padaku Kim... bukankah kamu berjanji untuk tidak akan pernah menyembunyikan apapun dariku sayang?" ujar Aom lagi,
"Apa moodnya sudah baik? ah, sudahlah aku bicarakan sekarang saja... " gumam Kim dalam hatinya sebelum ia memulai pembicaraan yang akan cukup berat bersama Aom mengenai kedua putranya yang akan pergi ke Hongkong...
"Baiklah, sekarang dengarkan aku Aom..." ujar Kim dengan sangat serius,
Mendengar Kim memanggilnya "Aom" tidak lagi dengan panggilan sayang seperti biasanya membuat Aom sadar bahwa ini pasti sesuatu hal yang sangat penting...
Kim menggeser tubuh Aom agar mereka tidur dengan posisi saling dapat menatap mata masing-masing...
"Aku akan mengirim anak-anak ke Hongkong untuk membantu Mario dan Nan karena konflik di sana semakin membesar..." ujar Kim dan saat itu juga Kim dapat menangkap reaksi Aom yang hendak menentang apa yang baru saja ia katakan itu...
"Stttt... dengarkan aku dulu sebelum kamu memberikan penolakan dan menolak hal ini... " ujar Kim sambil memeluk pinggang Aom lebih erat dengan tangan kirinya menandakan bahwa ia sangat serius, sementara jari telunjuk tangan kanannya menyentuh bibir Aom untuk menyuruhnya diam sebentar dan mendengarkan penjelasan darinya terlebih dahulu... Kim menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan napasnya dengan pelan lagi...
"Selain aku ingin menyelesaikan konflik yang terjadi di sana dan mempertahankan kekuasaan yang telah aku miliki selama bertahun-tahun lamanya... Aku juga mau mengirim mereka kesana agar kedua putra kita dapat menghadapi bahaya yang sesungguhnya... " ujar Kim yang langsung ditentang oleh Aom tentunya,
"Dapat menghadapi bahaya? kau ingin mendorong anak-anak kedalam bahaya? apa otakmu masih sehat Kim Hans!" sahut Aom setengah berteriak pada Kim dan mendorong dada Kim agar menjauh darinya,
"Dengarkan aku, aku bukan mau membahayakan putra kita... tapi mereka harus menghadapinya... apa aku kejam? ya... aku ayah yang kejam, tapi itu bukan tanpa alasan... aku malah akan menjadi ayah yang lebih kejam pada mereka seandainya aku membiarkan mereka langsung merasakan kejamnya dunia ini ketika semua tanggung jawab dan kepemimpinan itu mereka terima sepenuhnya tanpa memiliki pengalaman yang jelas..." ujar Kim masih mencoba untuk sabar dan membuat Aom mengerti akan masalah ini,
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
__ADS_1
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...