His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Tapi kan...


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Hmmm... Gadis kecil cantik itu lah yang mengajarkanku untuk mengerti bagaimana dan seperti apa rasanya kesal, marah, senang dan bahagia..." Ujar Kim yang tanpa Aom sadari sudah berada di belakangnya dan ikut mengamati foto keluarga yang saat ini sedang ia pegang itu,


"Kamu masih mengingat wajahku saat masih kecil?" Tanya Aom dan Kim mengangguk pelan,


"Bagaimana mungkin aku bisa lupa kepada gadis nakal itu? Tapi sayang sekali aku hanya bisa bermain dengannya dalam jangka waktu yang sangat singkat... Hahaha..." Sahut Kim sambil tertawa, lalu ia memberikan secangkir teh yang ia bawa untuk istrinya ini...


"Benarkah? Lalu kenapa kamu tidak pernah mengunjungiku? Apa karena kamu sudah punya banyak teman baru dan secantik Kao?" Tanya Aom sambil meminum teh itu,


"Tidak juga... Hanya saja aku tidak diperbolehkan untuk pergi jauh dari rumahku yang dulu, jauh dari rumah saja dilarang bagaimana mungkin aku pergi keluar kota?" Sahut Kim


"Tapi kan..." Ujar Aom dihentikan oleh jari telunjuk Kim yang sudah menempel di bibirnya,


"Sudahlah... Kenapa kamu sangat senang membicarakan sesuatu yang sudah berlalu ya sayang? Bukankah yang terpenting adalah tentang Aom dan Kim di masa sekarang?" Ujar Kim sambil memegang tangan Aom dan duduk di atas tempat tidur...


"Kemari lah... Aku ingin memelukmu sambil tidur... Aku perlu istirahat setelah perjalanan cukup panjang dari Bangkok kemari..." Pinta Kim dan Aom dengan senang hati menuruti keinginan suaminya ini,


"Tapi Kim... Kenapa kamu tidak pernah mau aku ikut campur dalam segala urusan SDG? Apa kamu tidak percaya padaku karena aku mantan agen rahasia negara?" Tanya Aom dalam pelukan Kim sambil memainkan jarinya di atas dada Kim,


"Tidak... Aku tidak membiarkanmu untuk ikut campur bukan karena aku tidak percaya, tapi aku hanya ingin kamu tetap di nilai sebagai gadis lemah oleh mereka yang tidak tahu latar belakang istriku ini... Dan jika aku benar-benar tidak percaya, untuk apa aku tetap menyuruhmu latihan fisik rutin setiap minggu? Jawabannya adalah karena aku ingin kamu tetap menjadi wanitaku yang hebat, wanitaku yang kuat dan jika aku terdesak aku bisa mengandalkanmu kapanpun juga... Bukankah wanita kuat selalu ada dibalik seorang lelaki yang hebat?" Sahut Kim yang masih tetap memejamkan matanya sambil menikmati pelukan istrinya,

__ADS_1


"Tapi bukankah suami istri harus berbagi suka dan duka?" Tanya Aom lagi, ia masih saja mencoba mencari celah... Entah apa yang sebenarnya ia inginkan saat ini...


"Duka yang aku rasakan sudah lama berakhir... Sekarang mungkin hanya tersisa suka ya kan? Jadi aku hanya bisa berbagi suka, senang dan kebahagiaan untukmu, itu semua kewajibanku kepada kalian semua..." Sahut Kim


"Huufffttt... Tapi kan..." Ujar Aom lagi,


"Aom..." Ujar Kim menyebut namanya cukup lantang hingga Aom hanya bisa diam saat ini,


Ia sangat-sangat paham jika Kim sudah menyebut namanya dengan cara seperti itu, maka sama dengan memberinya perintah untuk diam dan menurutinya...


Aom hanya akan tetap menentangnya jika dirinya juga sedang kesal atau marah pada suaminya ini, tapi jika tidak ada hal penting maka pilihan terbaik adalah untuk tetap diam menuruti apapun yang pria tampan ini perintahkan tentunya...


Kini Aom memang telah menutup mulutnya, ia tidak bertanya apapun lagi... Akan tetapi jari jemarinya tidak bisa tetap diam, akhir-akhir ini Aom memang menjadi lebih hiperaktif... Ia jarang bisa benar-benar diam, gejala ini hampir sedikit mirip dengan saat dirinya mengandung Tan dulu...


Anak laki-laki yang dulu masih berkembang di dalam perutnya itu kini sudah beranjak semakin dewasa, ia sepenuhnya telah merepresentasikan semuanya... Dia menjadi sangat hiperaktif dalam berbagai macam hal, mulai dari hiperaktif berganti gadis yang ia kencani, hiperaktif dalam sebuah band rock yang ia bentuk dengan temannya, sangat aktif menjadi model majalah fashion, sangat aktif diperbincangkan oleh banyak orang di dunia hiburan yang tentunya hanya tahu sosoknya tapi tidak tahu akan latar belakangnya...


"Sayang... Jangan mainkan jarimu di dada dan juga leherku... Kamu bisa membuatku menginginkan sesuatu yang lebih sayang..." Ujar Kim saat ia menangkap jemari nakal Aom itu,


"Memangnya kenapa kalau mau sesuatu yang lebih? Aku bisa memenuhi keingananmu itu sayang..." Sahut Aom sambil tersenyum menggoda Kim,


"Hahaha... Tidak... Tidak... Aku tentu tidak mengambil resiko untuk anak kita hanya karena jebakan nakalmu ini sayang... Aku..." Ujar Kim terpotong karena Aom sudah menciumnya lebih dulu,


"Untuk sementara aku memang harus bisa puas hanya ini, karena bagaimana pun juga aku tidak mau mengambil resiko untuk Aom dan calon anakku hanya karena nafsu sesaat hahaha... Tapi agak sedikit konyol sih..." Gumam Kim dalam hatinya ketika ia menikmati ciumannya dengan istri hamilnya ini,

__ADS_1


***


Setelah tidur siang sebentar akhirnya mereka bangun di sore harinya... Mereka berdua sepakat untuk berjalan-jalan di taman bunga sebentar karena ibu juga masih tidak ada di rumah...


"Astaga... Jika dilihat dari dekat taman ini begitu luas... Belum lagi kebun di belakang, apa ibu tidak kelelahan mengurus ini semua? " Ujar Aom ketika mereka berdua menyusuri taman menikmati aroma harum bunga yang bermekaran, serta pemandangan berwarna-warni yang begitu indah dari susunan bunga-bunga yang tumbuh menghiasi taman itu...


"Tentu saja ibu tidak mengurus semua nya sendiri, aku menyuruh beberapa orang untuk mengambil pekerjaan itu... Ibu hanya perlu mengurus halal kecil saja, karena aku melarangnya melakukan pekerjaan berat..." Ujar Kim,


"Hah... Meskipun ibu beberapa kali tetap keras kepala, tapi setelah aku mengancam akan menghanguskan semua bunga kesayangannya akhirnya ia mau menjadi sedikit penurut dan mengerti akan usianya yang tidak lagi muda itu..." Ujar Kim lagi sambil menghela napasnya, sementara Aom hanya bisa terkekeh pelan karena ia tahu betul bagaimana keras kepala ibunya itu... Mungkin saja sifat itulah yang diturunkan pada Aom iya kan? Hahaha...


"Tapi dimana ibu sekarang? Kenapa ia tidak terlihat dimana-mana sayang?" Tanya Aom sambil mendongakkan kepalanya menatap Kim,


"Mungkin ia masih bersama ayah, aku tadi melihatnya sedang membuat sesuatu di bawah pohon rindang tempat ayah beristirahat..." Sahut Kim lalu ia merangkul pinggang Aom dan membawanya ke tempat itu,


"Memangnya apa yang sedang ia buat? Apa ibu sedang merindukan ayah?" Tanya Aom lagi sambil menyusuri taman bunga mawar merah yang sedang bermekaran saat ini,


"Entahlah... Sepertinya ia sedang merajut sesuatu di sana..." Sahut Kim ringan,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2