His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Di Depan Gemerlap Kota Bangkok


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS


 


__________________


Aom hanya diam, ia tak menyangka bahwa Kim akan dengan gampangnya menjelaskan tentang hubungannya sebelumnya bersama dengan Kao...


Sejujurnya ia memang merasakan suatu perasaan cemburu mulai muncul ketika membayangkan Kim bersikap sama manisnya kepada wanita lain, walaupun itu Kao sekali pun... Kao sahabat terbaiknya yang sudah seperti saudara kandungnya itu...


Merasa begitu dicintai seperti ini membuatnya begitu takut jika seandainya suatu saat nanti Kim akan berubah... jika seandainya Kim berpaling kepada wanita lain yang lebih cantik... atau berbagai macam kemungkinan buruk yang semakin liar terngiang dipikirannya...


Aom mengalungkan tangannya di leher Kim... memperdalam ciuman mereka...


"jangan pernah berhenti mencintaiku ya sayang..." pinta Aom lembut setelah ciuman penuh cinta mereka itu


"jika semudah itu aku berpaling ke lain hati, maka mungkin bukan hanya kamu wanita yang menemani hari-hariku sayang..." ujar Kim terkekeh


"jadi selama ini banyak wanita yang menggodamu begitu?" tanya Aom sambil menarik dari Kim cukup keras


"tentu saja... terkadang setiap akan ada proyek besar pasti ada beberapa pengusaha cerdik yang mencoba memenangkan tendernya dengan mengirimkan berbagai hadiah untuk membujukku... misalnya jam tangan, kalung, perhiasan, dan wanita seksi..." ujar Kim enteng


"bahkan ada yang cukup ekstrim saat wanita itu baru diantar masuk oleh Zee, dia menaruh berkasnya di mejaku lalu melepaskan pakaiannya langsung di depanku dan Zee... kamu tau bodynya itu woooaaah seperti ini..." ujar Kim lagi sambil meliak-liukan tangannya berusaha mewujudkan imajinasi wanita seksi itu kepada Aom...


Mendengar suaminya berkata dengan begitu lugas tanpa rasa bersalah sedikitpun padanya, Aom langsung menarik telinga Kim dengan sangat keras...


"Awwww... kenapa sayang... lepas dong..." ujar Kim tidak peka dengan kemarahan istrinya


"jadi kamu menikmati keindahan tubuh wanita-wanita seksi itu begitu? hah?!" seru Aom semakin menguatkan jewerannya


"body mereka hanya seksi tapi aku tidak tertarik sama sekali... tapi berbeda jika itu kamu yang buka baju di depanku... aku pasti akan langsung memakanmu detik itu juga..." ujar Kim sambil menarik pinggang Aom mendekat padanya


"bohong! mana ada pria yang tidak tertarik melihat body seksi yang disuguhkan dengan percuma dihadapan mereka!" sergah Aom tak percaya pada kata-kata Kim


"terserah kamu sayang... mau percaya atau tidak padaku... tapi apa kamu pikir jika aku ada main perempuan aku akan mengatakannya padamu dengan gamblang?" ucap Kim serius menatap mata Aom dalam

__ADS_1


"setelah sekian lama akhirnya aku bisa mendapatkan cintamu, menjadikan dirimu istriku, ibu dari anak-anakku... kamu pikir aku akan sebodoh itu menghianatimu hanya untuk kesenangan sesaat? ayolah Aom... jangan bercanda..." ujar Kim lagi


"aku takut... aku hanya takut kamu berubah... semakin hari aku pasti akan semakin tua... tidak akan bisa tetap cantik selamanya... aku takut jika suatu saat nanti kamu akan berubah..." sahut Aom dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya...


"Hey... kamu berpikir terlalu jauh sayang... tidak akan... aku berjanji padamu itu tidak akan pernah terjadi... sekalipun aku tidak akan menyentuh wanita selain kamu istriku..." ujar Kim membelai lembut pipi mulus Aom


"aku mencintaimu..." ujar Aom sambil memeluk tubuh Kim erat...


Bibirnya tanpa sengaja menempel di leher Kim, membuat darah Kim berdesir...


"sayang... kamu menggodaku?" ujar Kim menelan ludahnya pelan


"maksudnya?" tanya Aom dengan polosnya


"aku menginginkanmu sekarang... apa kamu keberatan sayang?" tanya Kim dengan suara beratnya


"sayang...." ucap Aom malu-malu


"aku pernah membayangkan sebuah fantasi liarku... sesuatu yang ingin coba aku lakukan..." ujar Kim sambil menggendong Aom menuju dinding kaca besar yang memperlihatkan bagaimana ramai dan gemerlapnya kota Bangkok setiap harinya...


"sayang... aku malu... bagaimana jika ada yang melihat kita?" tanya Aom saat tubuhnya sudah menempel di kaca tebal itu...


"tidak akan... gedung setinggi ini siapa yang bisa melihat kita?..." ucap Kim


"ssssttttt... aku merasa malu... ini terasa seperti kita sedang ditonton oleh seluruh kota..." sahut Aom lagi


"bukankah ini sangat hebat? kita seperti sedang berada di tengah kota... adrenalinnya lebih terasa... hahaha" sahut Kim tertawa


"aaahhh... kamu seperti heroin sayang... membuatku benar-benar kecanduan..." ucap Kim sambil terus mencium pipi Aom dengan gemas...


"aku benar-benar mau Art dan Tan punya seorang adik perempuan..." ujar Kim dengan deru nafas yang memburu


"aaahhhh... aku rasa kamu hanya modus...." sahut Aom dengan senyum smirknya


"tidak... aku serius...." ujar Kim


"jika memang tuhan mengizinkannya itu tidak akan sulit sayang..." sahut Aom tersenyum manis kepada Kim

__ADS_1


setelah mereka selesai dengan kegiatan mereka itu, mereka langsung merapikan pakaian mereka berdua...


Kim berjongkok di depan perut ramping Aom, menyibakkan baju Aom, lalu mencium perut Aom lembut...


"Semoga kalian berkembang benih-benih hebatku..." ucap Kim lalu menciumnya lagi


"iiihhh sayang... kamu ini ya... Tan saja baru mau berumur 1 tahun..." ujar Aom gemas dengan tingkah laku suaminya ini


"tidak apa kan... nanti mereka bisa menjadi semakin akrab... biar Art yang jadi panutan mereka nanti..." ujar Kim terkekeh geli


"kamu ini ya..." ujar Aom sambil mencubit kedua pipi Kim gemas


"ayo kita pulang sudah malam sayang..." ajak Kim sambil menggandeng tangan Aom, ia juga mengelap keringat di dahi Aom dengan sangat lembut...


Saat mereka akan pulang, kantor sudah nampak sepi sekali... berhubung hari sudah malam, hanya beberapa cleaning servis dan penjaga yang masih berada di kantor saat ini...


"selamat malam tuan Kim dan nona Aom... baru mau pulang ya tuan?" tanya seorang penjaga dan cleaning servis itu dengan sangat ramah


"iya kami baru mau pulang..." sahut Aom ramah


Sementara Kim hanya tersenyum menanggapinya...


tak berselang lama seorang anak buah Kim sudah datang membawakan mobilnya dari basemen parkiran bawah...


"Silahkan tuan..." ujarnya memberikan kunci mobil sportnya itu


"oke lanjutkan perkerjaan kalian..." ujar Kim lalu berjalan keluar menuju mobilnya diikuti oleh Aom...


Kim membukakan pintu untuk Aom dan mempersilahkannya masuk dengan sangat manis...


semua anak buahnya yang melihat itu tersenyum...


"tuan Kim benar-benar menyayangi nona Aom... betapa bahagianya nona bisa dicintai sebesar itu..." batin mereka kagum pada perlakuan lembut bos mereka itu kepada istrinya yang begitu cantik itu...


_________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


__ADS_2