
HAPPY READING GUYS
____________
Tanpa terpengaruh sedikitpun akan kepercayaan diri Daren itu, Kim menangkap pisau itu dengan tangan kirinya, lalu beberapa kali ia lemparkan ke tangan kanannya, balik ke tangan kiri lalu ia pegang kuat dengan tangan kanannya lagi...
"Kenapa tidak menyerang? takut?" tanya Kim dengan tatapan datarnya dan suaranya yang begitu dingin...
"Kau terlalu percaya diri Mr. Kim Hans... sebaiknya kau pergi dan ganti profesi menjadi super model saja!" seru Daren pada Kim
semua anak buah Kim termasuk Mario dan Jay hanya menyaksikan mereka berdua bertarung satu sama lainnya...
Terkadang beberapa kali terdengar bunyi nyaring dari benturan kedua pisau yang mereka gunakan...
Seeehhhhsss!!!
Satu sayatan terukir jelas di lengan Daren dengan sangat cepat hingga ia tak mampu menghindari serangan Kim yang begitu cepat itu...
"Sial!" gumamnya sambil terus berusaha menyerang Kim dengan seruluh kemampuannya...
Mereka berdua bertarung diantara begitu banyaknya tubuh anak buah Daren yang sudah meregang nyawa karena tertembus peluru panas dari adu tembakan brutal tadi itu...
salah satunya ada yang masih bisa bertahan, pria ini jugalah yang sebelumnya sangat menganggap remeh seorang Kim Hans dan menganggapnya tidak pantas menjadi seorang ketua mafia, ia pikir Kim hanya pantas menjadi seorang model majalah karena wajah tampannya yang sama sekali tidak terlihat sedikit pun ciri-ciri seorang mafia yang dapat terlihat...
Namun saat ini ia melihat betapa tenangnya wajah Kim saat ia bertarung dengan Daren, seakan sehebat apapun seorang Daren tidak akan mampu untuk menariknya dalam pertarungan hidup dan mati... akhirnya ia sadar akan sebuah kesalahan yang mereka semua telah lakukan...
Kim bukannya tidak punya kemampuan sehingga ia jarang mengambil tindakan langsung di setiap pekerjaannya...
melainkan itu hanya sebuah belas kasihan pada musuh-musuhnya... karena jika sampai Kim yang turun tangan maka kematian tak akan semudah itu menghampiri mereka tanpa merasakan penderitaan di setiap detiknya...
"Maafkan aku tuan... seharusnya aku menyadari ini lebih awal sehingga kau tidak akan mengambil keputusan yang salah... dia bukan tidak memiliki kemampuan, tapi dia adalah iblis yang sengaja dikekang... kita telah salah karena membangunkannya..." batin pria itu sampai saat ia melihat seorang melangkah kearahnya...
"ternyata kau masih hidup ya... mungkin tembakan anak buahku sedikit meleset tadi... tidak apa, kau tidak akan menderita lagi... selamat tinggal..." ujar Mario lalu menembakkan pistolnya yang sudah dilapisi peredam itu...
Touuusshhh!!!!
peluru itu menembus kepalanya dengan sangat cepat...
"bereskan mereka semua... kremasikan dan jangan sampai ada jejak sedikitpun!" perintah Mario pada anak buahnya itu...
__ADS_1
semuanya bergerak dengan cepat membereskan kekacauan itu, ada yang langsung memindahkan tubuh-tubuh yang bertebaran di jalan itu, ada juga yang menghubungi anak buah lainnya untuk persiapan pembersihan lokasi agar tak ada sedikitpun bukti yang tersisa...
karena SDG selalu melakukan semuanya dengan sangat bersih...
***
Saat ini Daren telah berlumuran darah di sekujur tubuhnya... luka sayatan pisau itu dapat terlihat dimana-mana... di setiap jengkal tubuhnya...
bahkan saat ini untuk berdiri saja ia sudah bersusah payah karena tenaganya yang sudah mulai terkuras habis... setiap detiknya ia merasakan sakitnya dari luka-luka itu seakan menjalar kesetiap sel-sel tubuhnya...
"Haaaaah!!!!! mati kau!" teriaknya dengan sekuat tenaga berusaha untuk menyerang Kim lagi, namun dengan cepat ia menghindarinya lalu dengan gerakan yang sangat cepat Kim mematahkan lengan Daren hingga ia merintih kesakitan...
"Aaaahhhhhh!!!! Lenganku!!!" teriak Daren terjerembab jatuh ke jalanan itu...
"kau bilang aku lebih cocok jadi super model bukan? hmmmm jadi aku mungkin akan mempertimbangkannya... bisakah kau memberikanku pekerjaan tuan Daren?" tanya Kim dengan tatapan datarnya
"kau seorang gangster hebat di LA... tapi kenapa kau bisa kalah dari seorang yang hanya pantas menjadi super model sepertiku? bukankah ini memalukan? hahaha" ujar Kim tertawa sambil mengusap sedikit keringat yang mengalir di dahinya itu...
"bahkan kau hanya mampu menguras sedikit sekali tenagaku... menyedihkan sekali..." ujar Kim lagi...
"sialan kau Kim Hans!!! Ah!!!!!!! Lenganku!!! kau akan mati saat kakakku tau!" ancam Daren
"tapi apa kau pikir aku akan takut pada kematian? jika aku takut mati aku tidak akan pernah berdiri di posisiku yang sekarang ini" ujar Kim sangat dingin dan penuh dengan aura kekejaman yang seakan berpendar di lingkungan sekitarnya...
"kenapa kau tidak langsung membunuhku?!!!!" teriak Daren frustasi
"itu tidak menyenangkan kau tau? hahaha... sudah lama tidak ada orang yang berani bertingkah di hadapanku... aku juga merasa sedikit bosan akhir-akhir ini... aku juga akan berterima kasih padamu karena aku bisa merenggangkan otot-ototku yang seksi ini..." ujar Kim lagi lalu ia berdiri dan merentangkan kedua tangannya....
"bunuh aku cepat! sebelum kau menyesal tidak membunuhku!" teriak Daren masih dengan keangkuhannya
"baiklah-baiklah... akan aku kabulkan... Daw kemarilah..." perintah Kim, lalu anak buahnya yang bernama Daw itu dengan cepat menghampirinya...
"siap bos, apa yang harus aku lakukan?" tanya Daw tanpa keraguan...
"aku tidak mau dia mati sia-sia... bawalah ia kembali ke dermaga... lebih baik jika tubuhnya itu bisa memuaskan ikan-ikan kesayanganku itu... sudah lama sekali mereka hanya makan daging ayam bukan..." ujar Kim lalu ia mengelap tangannya yang sedikit terkena darah Daren itu dengan sapu tangan yang dibawakan oleh anak buahnya itu...
"Hiu-hiu tuan akan sangat senang hari ini tentunya..." sahut Daw dengan senyuman penuh arti itu...
"kau ******** gila!" umpat Daren ketika tubuhnya mulai diseret oleh anak buah Kim itu
__ADS_1
"aku tidak akan jadi ******** kalau tidak ada yang mengusikku terlebih dahulu... aku juga punya prinsip, bukan psikopat yang gila membunuh..." sahut Kim enteng lalu masuk ke dalam mobilnya yang sudah dibukakan pintu oleh Mario
"sudah lama aku tidak melihat aksimu bos hahaha" ujarnya pada Kim
"tidak baik kalau terus menerus beraksi... nanti tidak akan menyenangkan, malah membosankan..." sahut Kim santai
"wow... luar biasa..." ujar Jay terpukau menatap Kim yang seperti hanya membunuh seekor lalat saja, padahal ia membunuh seorang wakil gangster terkenal dari LA, salah satu bagian dari sebuah negara adidaya itu...
"Cepat kita pulang... aku mau mandi" perintah Kim pada mereka berdua
45 menit kemudian mereka telah sampai di rumah...
Kim dengan langkah cukup cepat masuk kedalam rumah, tujuannya langsung menuju kamarnya agar bisa segera mandi...
tapi langkahnya terhenti ketika di dekat ruang tamu bawah terlihat Aom dengan wajah yang berseri-seri berjalan menghampirinya... lalu memeluk tubuh Kim hingga tak ada jarak 1 cm pun diantara mereka berdua...
"aku mencium bau darah... apa kamu terluka sayang?" tanya Aom dengan wajah yang sudah terlihat begitu cemas...
"wah... penciumanmu semakin tajam ya sayang hahaha... tidak aku tidak terluka, tenanglah..." sahut Kim sambil mencubit hidung Aom gemas
"lalu kamu habis berkelahi? habis membunuh orang?" tanya Aom bertubi-tubi pada Kim
"cuma berkelahi biasa sayang... cuma hal kecil... jangan dipermasalahkan, " sahut Kim lalu ia menggenggam tangan Aom dan mengajaknya menuju minibar di rumah mereka itu lalu mengangkat tubuh ramping istri agar duduk di kursi tinggi yang terpasang permanen di depan minibar itu...
"kenapa setiap sedang hamil kamu jadi begitu seksi sayang?" tanya Kim sambil mengedipkan matanya para Aom
"Heiiih dasar gombal!" sahut Aom sambil memukul pelan dada Kimnya itu...
Mario dan Jay yang hendak menemui Kim melihat pemandangan itu membuat mereka mengurungkan niatnya...
"lebih baik kita menemui bos nanti saja Jay..." ujar Mario sambil tersenyum smirk pada Jay dan Jay hanya tertawa pelan menanggapinya...
_________________
Jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1