
"Baiklah... Ayo kita pergi.. walaupun tidak masuk akal saat tidak enak badan malah ke mall hahaha..." Tawa Kim
"apa dengan shopping bisa membuat para wanita kembali sehat?" Goda Kim kepadanya
"Mungkin memang begitu..hehe" sahut Aom dengan nada yang menggemaskan
"Baiklah.. baiklah ayo kita pergi sayang.." ujar Kim sambil mencium bibir Aom kilat
Di mall mereka berputar-putar mencari apa yang diinginkan oleh Aom.. ia membeli beberapa baju dan tas... Setelah lelah berbelanja Aom dan Kim yang ditemani oleh dua anak buah Kim beristirahat di sebuah bangku kecil yang ada di taman minimalis itu...
"Apa sudah puas dengan itu semua Aom?" Tanya Kim sambil merentangkan tangannya dibelakang punggung Aom
"Iya Kim aku sudah puas berkeliling dan berbelanja disini" sahut Aom tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Kim
"Kalau begitu ayo kita pulang sayang..." Ujar Kim, lalu saat ia berdiri dan diikuti oleh Aom, tiba-tiba saja Aom merasa mual dan berlari menuju westafel yang ada di dekat sana...
Kim tampak sangat khawatir padanya, ia mengusap-usap punggung Aom pelan berusaha untuk membuatnya merasa lebih baik.. setelah beberapa saat Aom sedikit bernafas lega karena perutnya sudah terasa sedikit lebih baik...
Namun tidak dengan Kim... Kim tetap saja merasa sangat khawatir kepadanya, ia langsung mengajak Aom menuju rumah sakit yang ada di dekat sana, mereka menunggu di parkiran atas sementara kedua anak buah Kim itu mengambil mobil mereka di parkiran bawah...
Aom memperhatikan ekspresi Kim yang terlihat begitu cemas padanya...
"Aku tidak apa-apa kim... Tenanglah sayang.." ujar Aom sambil menggenggam tangan Kim
"Tidak.. kamu tetap harus diperiksa dokter Aom.. tidak ada penolakan.." tegas Kim dan menarik Aom masuk kedalam mobil saat anak buahnya sudah sampai dengan mobilnya.
Di rumah sakit Aom langsung diperiksa oleh dokter karena Kim mendesak pihak rumah sakit untuk langsung memeriksa keadaan Aom, tentu saja dari pihak rumah sakit langsung setuju karena takut kepada Kim Hans...
"Kim kamu terlalu berlebihan jika begini sayang..." Ujar Aom merasa tidak enak dengan orang-orang yang ada di rumah sakit tersebut
"Aku tidak peduli walaupun ini rumah sakit negara, tapi kamu saat ini yang harus mereka utamakan, tidak ada pilihan lain untuk mereka" tegas Kim saat akan masuk ke dalam ruang periksa
"Apa aku akan bisa terus bertahan jika Kim begitu peduli dan sangat menyayangiku seperti ini?" Batin Aom
Saat mereka masuk keruangan pemeriksaan, dokter yang duduk dibalik meja kerjanya itu menyapa mereka dengan hangat
"Selamat sore tuan dan nyonya silahkan duduk dulu.." ujar sang dokter ramah, dan mereka berdua duduk dihadapannya
__ADS_1
"Apa ada yang bisa saya bantu tuan dan nyonya?" Tanya dokter itu memastikan
"Periksa keadaan istri saya dok, sepertinya dia sakit karena tadi tiba-tiba kepalanya pusing dan mual serta muntah-muntah" sahut Kim cepat
"Oo begitu... Baik tuan saya akan periksa keadaan istri anda, mari nyonya.. berbaringlah di sana" ujar sang dokter yang langsung memeriksa kondisi Aom
Beberapa menit dokter itu memeriksa keadaan Aom, kemudian Aom kembali duduk di samping Kim terlebih dahulu, sementara dokter itu masih merapikan alat medisnya yang tadi ia gunakan untuk memeriksa kesehatan Aom...
"Bagaimana sayang? Semuanya baik-baik saja kan?" Tanya Kim
"Iya sayang.. sudah aku bilang aku baik-baik saja... Jangan terlalu cemas begitu hehe" sahut Aom sambil mencubit pipi Kim karena gemas melihat Kim yang terlihat imut saat sedari tadi mencemaskan keadaannya.
Dokter itu kembali duduk di kursinya setelah selesai merapikan alatnya...
"Bagaimana dok? Apa ada yang salah dengan istri saya?" Tanya Kim langsung tanpa basa-basi
"Tenang tuan.. tidak ada yang salah dengan kondisi istri anda.. hanya saja anda yang memiliki kesalahan disini tuan.." tutur sang dokter sambil tersenyum jahil, namun diluar perkiraannya reaksi Kim jauh berbeda...
"Apa?! Kenapa bisa saya yang salah?! Saya tidak pernah membiarkan sedikitpun celah untuk terjadinya kesalahan kecil yang bisa berdampak padanya! Anda jangan macam-macam dengan saya!" Bentak Kim sambil menggebrak meja dokter itu dan menarik kerah bajunya, membuat dokter itu ketakutan...
"......." Hening sejenak...
Kim menelan ludahnya lalu bertanya pada dokter itu lagi
"Mmaksud anda.. istri saya sedang hamil begitu?" Tanya Kim memastikan
"Tentu saja tuan... Ini hal yang wajar kan setelah kalian berbagi cinta dan hidup bersama?" Goda sang dokter
Sementara itu Aom masih terdiam dengan pandangan kosong kedepan... Entah apa yang sedang ia pikirkan namun yang jelas hati dan pikirannya sedang tidak sejalan kali ini...
"Sayang..." Panggil Kim sambil menggenggam kedua tangan Aom lalu menciumnya dengan lembut
"Terima kasih.." ucapnya dengan begitu lembut dan penuh rasa haru
"Kimmmm..." Ujar Aom dengan mata berkaca-kaca...
"Apa kamu sangat bahagia karena kehamilanku ini Kim?" Tanya Aom lalu menyandarkan kepalanya di bahu kim
__ADS_1
"Tentu saja sayang... Sangat.. sangat bahagia! Kamu memberikan kebahagiaan terbesar dalam hidupku lagi Aom.." sahut Kim sambil memeluknya erat
"Lagi? Maksudnya Kim?" Tanya Aom sambil mendongakkan wajahnya keatas menatap wajah Kim lekat... Kim hanya tersenyum manis padanya lalu berbincang dengan dokter itu lagi
"Seharusnya tadi saya tidak begitu... Terima kasih atas bantuannya dok.." ujar Kim
"Tidak apa-apa tuan... Saya hanya berniat membuat anda tidak cemas lagi... tapi malah memancing emosi anda, maafkan saya..." sahutnya, setelah itu mereka berdua pamit dan pulang ke rumah...
Saat sudah sampai di rumahnya Kim langsung menekan interkomnya untuk memanggil bawahannya...
"Nan, Jeab, Zee, Mario, Jay, Baifren, Tae cepat kemari ada hal yang ingin aku lakukan" ujarnya di depan interkom itu
"Siap bos" sahut mereka, dan beberapa menit kemudian mereka semua sudah sampai di rumah Kim
"Apa bos perlu sesuatu bos?" Tanya Jay dan Zee hampir bersamaan
"Hahaha...lagi" ujar Zee karena mereka sering menyampaikan sesuatu bersama seperti ini... jirayu memang sudah diterima oleh mereka semua karena melihat kesetiaannya kepada Kim memang pantas dan tidak ada yang perlu diragukan lagi, sehingga mereka ber7 sudah seperti sahabat sekarang...
Hanya saja Jay belum bisa menerima keberadaan Aom di sisi Kim, ia khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh Aom kepada Kim... Karena ia sangat mengenal sikap Aom yang bisa mengambil tindakan gila untuk mensukseskan misi yang sedang ia jalankan.. namun karena Kim sendiri mengatakan padanya ini tidak akan berdampak begitu buruk, maka Jay berusaha untuk tidak memperlihatkan tanda-tanda kewaspadaannya kepada Aom, namun ia selalu mengawasi gerak-gerik Aom yang mencurigakan...
"Aku ingin kalian menyiapkan sebuah pesta barbeque di lapangan golf kita untuk semua anggota SDG... Semuanya akan ikut bersenang-senang hari ini" perintah Kim kepada mereka semua
"Siap bos, tapi apa kami boleh tau untuk apa perayaan ini?" Tanya Mario dan Nan
Kim tersenyum bahagia... Membuat mereka semua terkejut melihatnya memberikan senyuman manis itu lagi pada sahabat-sahabatnya setelah sekian lama bersikap begitu dingin...
"Istriku sedang hamil... jadi aku ingin berbagi kebahagiaan dengan kalian semua" seru Kim dengan nada yang sangat hangat... tidak dingin seperti perintah-perintahnya yang sebelumnya, hal ini membuat sahabatnya menitikan air mata bahagia, karena merasa Kim sudah kembali menjadi seorang Kim Hans yang selalu ceria dan membawa dampak positif bagi sekitarnya...
Bukan lagi Kim Hans yang dingin dan kejam yang memancarkan aura gelap yang menakutkan...
Semuanya dapat melihat luapan kegembiraan serta perasaan yang sangat bahagia dari ekspresi dan tatapan mata Kim yang berbinar-binar itu...
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
__ADS_1