
“Tidak akan selama aku ada bersamanya bu… ibu tenang saja… aku tidak akan melakukan hal buruk pada anakku sendiri bu percayalah...” sahut Kim dengan lugas
“Art yang mau nek… tidak dipaksa oleh papa kok... malah Art yang paksa papa tadi...” sahut Art yang langsung angkat bicara sambil memanyunkan bibir mungilnya itu karena ulahnya papanya dimarahi oleh neneknya
“Aku tau ini sebenarnya sangat tidak wajar untuk ukuran orang biasa bu… tapi dia tidak hidup di lingkungan orang biasa… menjadi keturunan dari keluarga Hans memang tidak akan mudah Bu…” ucap Kim dengan wajah datarnya sekarang ini yang menandakan ia sedang sangat serius...
“Baiklah… ibu tau Kim, maaf jika ibu menyinggungmu… ibu hanya menghawatirkan cucuku ini…” ucap Wana menyesal
“Tidak bu… ibu tidak salah dan aku tidak tersinggung sama sekali bu… tapi tetap ini faktanya… fakta yang harus dihadapi bukan diratapi… hahaha” sahut Kim lalu mencium pipi ibu Wananya ini
“Ooh iya istriku dimana bu?” tanya Kim sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari sosok wanita yang sangat ia cintai itu
“Dia tidur di dalam kamar Kim… dia sangat mudah lelah sekarang… ibu pikir kau perlu memanggil Jeab untuk memeriksa kondisi istrimu ini… kalau tebakan ibu benar dia sedang mengandung calon adiknya Art sekarang…” ujar ibunya dan tersenyum kearah Kim yang mendengarkannya dengan seksama sekarang ini...
“Itu sudah dilakukan oleh Kim sejak berjam-jam yang lalu bi…” sahut Jeab dari balik pintu rumah besar itu
“Baguslah kalau begitu, tapi Aom sedang tidur lebih baik tunggu dulu sebentar…” saran mama Aom dengan senyuman manisnya kepada Jeab
“Apa Art akan punya adik nek?” tanya Art antusias kepada neneknya
“Mungkin sayang… nanti paman Jeab yang akan memastikan kamu akan segera punya adik apa belum saat ini…” sahut neneknya sambil menoel-noel hidung cucu tampannya ini dengan gemas...
“Aku ke kamar dulu ya bu… Jeab tunggu lah dulu” ucap Kim dan langsung melangkah ke kamarnya,
ia membuka pintunya perlahan dan melihat Aom yang sedang tertidur dengan nyaman dibawah selimut tebal mereka itu…
Kim mendekat dan tersenyum melihat wajah cantik istrinya yang tengah terlelap begitu tenang dan nyaman itu...
Kim membungkukkan badannya dan mencium kening istrinya lembut…
cukup lama, lalu beralih ke bibir mungilnya, mengecupnya singkat lalu duduk disamping ranjang mereka itu sambil mengelus lembut rambut Aom…
Aom sedikit menggeliat dan menangkap tangan Kim yang dengan telaten mengelus lembut rambutnya itu… Aom masih setengah sadar… ia mengira ini hanya mimpinya dan tersenyum…
“Kim…. Kapan kamu akan pulang? Aku merindukanmu walaupun hanya sehari belum bertemu… maafkan aku…” gumam Aom dengan matanya yang masih tertutup sekarang...
__ADS_1
“Aku juga merindukanmu… makanya jangan membentakku dan menyuruhku jauh-jauh dari dirimu sayang…” sahut Kim
Mendengar sebuah jawaban Aom langsung bangun dan mengerjapkan matanya dengan cepat, berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya lagi…
“Kim….” Ucapnya dan langsung memeluk tubuh kekar suaminya ini dengan begitu posesif
“Jeab sudah menunggu sayang… dia akan memeriksa keadaanmu…”ujar Kim saat membalas pelukan hangatnya ini
“Aku tidak sakit sayang… kenapa dia harus memeriksaku… aku tidak mau...” rengek Aom
“Memang kamu tidak sakit sayang, tapi aku dan ibu pikir kemungkinan Art akan segera punya adik kan…” sahut Kim sambil mengelus perut Aom dengan lembut dan penuh kasih sayang...
Wajah Aom tiba-tiba merona merah…. Benarkah? Serius? Apa mungkin Aom hamil lagi sekarang?
“Apa aku benar-benar hamil?” batin Aom
ia tak bisa menyembunyikan senyumannya sedikitpun…
dia bahagia walaupun ini baru kemungkinan saja…
Tak perlu waktu lama Kim sudah membuka pintunya kembali dan masuk ke kamar bersama dengan Jeab yang menenteng alat-alat medisnya untuk melakukan pemeriksaan…
“sudah siap nona cantik?” goda Jeab dan langsung ditanggapi sinis oleh Kim
“Lakukan saja tugasmu, jangan menggoda istriku” ujar Kim sinis
“Kemungkinan Aom yang sedang hamil kenapa kau yang sensi Kim Hans?” sahut Jeab sambil terkekeh karena tingkah Kim yang menurutnya semakin lucu jika berkaitan dengan Aomnya ini…
Jeab mulai memeriksa kondisi Aom, memastikan semua aspeknya… mencari tau setiap detail yang bisa membuktikan dugaan Aom yang sedang hamil setelah beberapa menit memeriksa kondisi Aom Jeab tersenyum senang ..
“Selamat tuan Kim Hansku yang tampan… istrimu memang sedang mengandung buah hati kalian yang kedua sekarang… usia kandungannya masih sangat muda, baru kisaran hampir 2 minggu, aku sarankan mengajaknya untuk pemeriksaan di rumah sakit kita agar bisa dicek secara lebih rincinya Kim…” ujar Jeab tersenyum bangga
“Sepertinya kau perlu memberikanku tips juga agar Frankku juga cepat hamil kawan…” goda Jeab sambil mengedipkan matanya kepada Kim
“Itu bakat alamiku Jeab hahaha” sahut Kim dengan bangga
__ADS_1
"Sial sombong sekali hahaha… ooh iya jangan lupa, jaga dan jangan biarkan istrimu ini mengalami banyak stress atau kelelahan karena itu bisa mengganggu serta berbahaya terhadap kehamilannya, dan tentunya kau harus memberikan semua nutrisi terbaik untuknya…” tutur Jeab mengingatkan
“Tentu saja… selama ada Kim Hans, istriku ini tidak akan kekurangan apapun…” ucap Kim dengan bangganya
Setelah Jeab pergi, Art dan neneknya pun ikut mendampingi Aom di kamarnya itu…
“Ma…mama… apa aku benar-benar akan punya adik ma?” tanya Art antusias kepada mamanya, ia juga menoleh dengan penuh harap kepada papanya… berharap mendengar jawaban yang menyenangkan dari kedua orangtuanya ini…
“Tentu saja jagoan papa akan segera punya adik… Sekarang tugas art akan bertambah oke? Selain belajar dan berlatih Art akan punya tugas untuk menjaga mama dan calon adik Art ini sampai kapanpun oke?…” sahut Kim dengan penuh kebahagiaan tentunya…
“Siap papa… itu kewajiban Art mulai sekarang…” sahutnya sambil menempelkan tangannya di dahinya memberikan gaya hormatnya kepada papanya… itu membuat Kim menjadi sangat gemas kepadanya dan ia tak bisa menahan diri untuk tidak mencubit pipi tembem anaknya ini…
“Mama mau buatkan sup dulu ya sayang… sup yang sangat bagus untuk wanita hamil karena bergizi tinggi…” ucap mama Aom dan berjalan menuju ke arah dapur mereka itu
“Nek! Art mau ikut buat!” seru Art sambil berlari kearah neneknya
“Tentu saja ayo sayang… cucuku ini pintar dan membanggakan sekali ya.,.” ucapnya dan mengajak Art menuju dapur dan mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat sup itu…
kombinasi koki baru ini terasa begitu menarik dan menyenangkan… nenek dan cucu yang sedang berkolaborasi untuk membuat sup terenak untuk mama dan calon bayinya itu…
“Terimakasih…” ucap Kim lalu ia mengecup kening Aom lembut, Aom hanya mengangguk namun senyuman merekahnya tak dapat ia pendam lagi…
.
“kamu harus berjanji padaku kamu akan menjaga si calon jagoanku ini dengan sangat baik… jangan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan kalian berdua oke?” sambung Kim lagi, lalu dengan cepat ia mencuri ciuman lagi dari bibir manis istrinya ini…
Kim sangat bahagia karena kehamilan Aom ini,
Berarti aku akan segera punya anak yang manis lagi…
Tidak hanya Art saja… tapi akan ada anak imut lagi yang menghiasi hidupku…
Kali ini aku akan selalu menemani dan memberikan segalanya untuk istri dan calon anakku ini… karena saat Aom mengandung Art aku tidak berada disisinya kala itu…
jangan lupa vote, like dan komentarnya guys...
__ADS_1