His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Pelajaran Yang Berharga


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Hanya dengan sekali melihat ekspresi wajah putranya itu Kim sudah bisa sangat paham, jiwa muda yang selalu ingin menang dan menang, telah sengaja sedikit ia koyak dengan perkataannya itu... Jiwa muda yang ada disetiap diri seorang manusia pasti selalu ego yang selalu ingin menang dan juga tidak mau disalahkan,


Tapi semua ini dilakukan demi kebaikan putra pertama yang benar-benar mirip dengan dirinya ketika masih muda, cerdas, kuat, dan keberanian yang tak dapat terbendung itu harus diarahkan agar tidak pernah salah jalan kedepannya... dan juga mencegah anaknya menjadi orang yang ambisius kearah sesuatu yang negatif nantinya... Memang tidak ada yang salah menjadi seorang yang ambisius, akan tetapi ada banyak hal yang lebih penting dari pada itu...


Walaupun sebagai seorang manusia sah-sah saja memiliki ambisi dan menjadi orang yang ambisius, tapi seorang pemimpin tidaklah baik jika menjadi orang yang terlalu ambisius karena seorang pemimpin yang ambisius bisa membuat orang-orang yang ada dibawahnya hancur karena ambisi pribadinya kelak cepat atau lambat...


"Tidak ada yang salah anakku sayang, jangan tekuk wajahmu seperti itu hahaha... Tapi masih ada banyak yang harus dipelajari dan juga harus dirimu dapatkan untuk bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya... Tahu apa saja itu?" Tanya Kim sambil tertawa kecil melihat ekspresi wajah putranya itu...


"Melatih kesabaran'ku?" Tebak Art dan Kim mengangguk setuju...


"Benar, tapi itu hanya satu dari sekian banyak hal yang masih belum pernah dirimu ini pelajari dan dapatkan pelajarannya dari kehidupan secara langsung... seperti kesabaran, pentingnya arti sebuah ketulusan, pentingnya kepercayaan, prinsip hidup, cinta, dan yang paling penting adalah pelajaran bagaimana cara melindungi semua hal yang menurutmu berharga... Karena sejak lahir kalian berdua telah memiliki bakat menjadi seorang pemimpin maka setiap prinsip dasar harus diasah sedemikian rupa agar benar-benar menghasilkan sebuah permata... Permata yang akan selalu berkilau dimanapun mereka berada... Karena seorang pemimpin tidak hanya harus bisa membawa semua orang yang berada di bawah naungannya ke arah kesuksesan dan juga kejayaan, tapi seorang pemimpin sejati adalah seorang yang mampu menggiring semua orang yang berada di bawahnya kearah kesuksesan tapi juga dapat melindungi mereka semua di waktu yang bersamaan..." Ujar Kim sambil mengelus lembut rambut kedua putranya yang sudah tumbuh semakin besar... Bukan lagi pangeran kecil yang dulu ia ajak bermain dan belajar di halaman rumahnya ini...


"............." Art terdiam cukup lama, ia mulai memahami apa yang berusaha untuk ayahnya ajarkan dan tanamkan dalam hati dan pikirannya hari ini...


"Sekarang coba ayah tanyakan padamu nak, beberapa hari yang lalu segala macam hal yang telah berhasil kamu lakukan itu memang luar biasa... Tapi apa kamu memikirkan berbagai macam faktor yang lainnya selain membebaskan ayah dari penjara itu secepatnya?" Tanya Kim dengan suara yang terdengar lembut, tidak seperti menggurui namun lebih kepada refleksi diri...


"Tidak ayah... Karena tujuanku dan semuanya hanyalah satu yaitu kebebasan dirimu... Tidak ada yang lain..." Sahut Art dengan keyakinan penuh

__ADS_1


"Berarti di dalam pikiranmu ini hanya fokus untuk meraih tujuan itu? Lalu bagaimana jika seandainya ada satu atau bahkan beberapa anak buah yang terluka ataupun skema yang paling buruk yaitu mati dalam proses untuk mencapai tujuan ini, apa itu tetap tidak berarti bagimu?" Tanya Kim yang mulai semakin mengarahkan pola pikir putranya ini...


Pembelajaran yang sangat mahal dan berharga ini mereka berdua dapatkan dari ayahnya kali ini di saat sore hari sudah mulai menunjukkan kehadirannya...


Pelajaran yang hanya bisa didapatkan dari guru abadi yang bernama pengalaman ini tidaklah mudah untuk didapatkan...


Bahkan banyak orang gagal untuk mendapatkan pelajaran ini dalam hidupnya sampai hidupnya berakhir begitu saja...


"...................." Art masih diam, begitu juga Tan yang mulai merasakan adanya sedikit pola pikirnya yang berubah saat ini... Pikiran mereka seakan mulai terbuka untuk memandang sesuatu hal secara lebih luas...


"Ya ayah... Ayah benar... Masih banyak hal yang perlu aku pelajari lagi dan lagi... Aku tidak pernah terpikirkan akan hal ini, tapi sekarang aku mulai bisa memahami beberapa keputusan yang ayah ambil sebelumnya, yang menurut sudut pandang ku yang dulu sangat tidak masuk akal dan sangat merugikan... Tapi dengan prinsip-prinsip yang telah ayah ajarkan sedari tadi hanya dengan obrolan ringan ini telah benar-benar membuat aku dan tentunya aku percaya adikku ini juga mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga hari ini... Ayah, aku mohon padamu selalu bimbing anakmu ini jangan pernah tinggalkan kami, karena aku terkadang bisa menjadi seorang yang naif tentang kehidupan ini... jadi aku belum bisa menjadi kakak yang baik untuk kedua adikku ini... Tapi ayah, saat ini dan untuk seterusnya aku pasti akan selalu belajar dan belajar lagi... Tentunya agar aku bisa menjadi sehebat dirimu kelak..." Ujar Art lalu ia memeluk tubuh Kim dengan erat, sangat erat...


"Aku tidak suka berada di situasi yang menyentuh seperti ini karena aku akan terlihat seperti lelaki cengeng... Tapi aku tidak bisa tidak ikut memeluk super hero-ku, guruku, dan satu-satunya idola dalam hidupku ini... Ayah..." Ujar Tan ikut memeluk ayahnya juga...


"Diam kamu tidak akan paham..." Sahut Tan setelah mereka berdua melepaskan pelukannya kepada ayahnya itu...


"Hey... Aku pasti paham Tan, apalagi aku tidak perlu malu-malu memeluk ayah dimanapun dan kapanpun... Tidak seperti kalian berdua... Kakak-kakakku yang gengsian... Wleeee...." Sahut Pim lagi setelah meletakkan nampan berisi jus segar itu di meja lalu memeluk ayahnya dari samping dan menjulurkan lidahnya kepada kedua kakak laki-laki tampannya itu...


"Hahaha..." Art tertawa dengan sedikit semburat merah di pipinya karena apa yang adiknya itu katakan benar...


Karena diakui atau tidak, sebagian besar anak-anak merasa sedikit malu untuk menunjukkan kasih sayang dan cinta mereka untuk orang tuanya, entah itu malu karena nantinya akan terkesan seperti seorang anak yang manja atau yang lainnya... Tapi itulah kenyataannya, tidak semua anak bisa menunjukkan rasa sayang dan cintanya dengan baik kepada orang tua mereka sendiri...

__ADS_1


Apa itu benar?


Aku rasa "IYA" :)


Aom pun datang setelah selesai mengurusi bagian dapur dan sekarang koki sedang mengeksekusi semua perintahnya...


"Ooo... Yang mulia ratu telah tiba... Pim cepat bergeser... Jangan jadi penghalang... Hahaha" ujar Tan ketika melihat ibunya berjalan mendekat...


"Ayo Pim kemari duduk di sebelah kakak saja..." Ujar Art menimpali dan ikut menggoda orang tua mereka ini...


"Kalian ini ya... Kenapa suka sekali mengganggu ibu kalian yang cantik ini... Sudah diam lah..." Ujar Kim pada anak-anak itu yang membuat Aom terlihat sedikit merona malu...


______________________


Pada


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2