His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Malam Yang Sunyi


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


“ Mau mencitrakan diri baik dan hebat tapi tanpa melakukan claim secara langsung itu sungguh keahlian dan fakta dalam hidupmu ya sayang? Hmmmm... Sekarang aku jadi semakin penasaran akal dirimu... Semakin dalam semakin menarik untuk digali... Kotak pandora milikku... ” ujar Aom tersenyum menatap Kim yang hanya sedikit mengerutkan dahinya sebagai respon apa yang baru saja ia katakan itu,


“ Lalu...” Ujar Aom namun dengan cepat jari telunjuk Kim menempel di bibir merahnya yang ranum, lalu diikuti dengan sebuah bisikan lembut sebelum mengawali hal manis selanjutnya pun dimulai oleh Kim,


“ Tidak ada lalu lalu lagi, cukup sampai disini dulu sayang... Aku bukan seorang pendongeng yang handal hehe ” bisik Kim dengan lembut sambil mendekatkan wajahnya secara perlahan dengan Aom, sementara jari jemarinya bertukar posisi yang awalnya telunjuknya yang menyentuh bibir ranum itu kini berganti dengan usapan lembut dari ibu jarinya di seluruh permukaan bibir Aom yang seakan selalu berhasil menghipnotis Kim untuk mencicipi rasa manisnya...


Dan benar saja, pandangan Kim sudah benar-benar terkunci pada bibir lembut istrinya yang menggoda itu... Mengusapnya dengan lembut sembari kepalanya mendekat perlahan-lahan seakan sebuah video normal yang sengaja dibuat slow motion saat proses editingnya...


“ Entah sudah berapa ribu kali ia bertingkah seperti ini, tapi kenapa jantungku masih saja berdebar kencang seakan ini baru pertama kalinya? Kim... Wajah polosnya yang terpaku pada bibirku tetap menjadi pemandangan yang menarik untuk dilihat berapa kali pun, aku rasa tidak akan cukup... ” ujar Aom dalam hatinya bermonolog pada dirinya sendiri,


Tampilan wajah Kim Hans Suppanad yang polos, tatapan mata yang terfokus pada satu objek, namun disaat bersamaan terlihat seperti sedikit kosong layaknya seperti orang yang sedang benar-benar terkena hipnotis...


Saat Kim melakukan ini, Aom tidak pernah memejamkan matanya sebelum kedua bibir mereka bertemu hanya demi melihat ekspresi langka Kim yang seperti ini...


Jauh di dalam dirinya Aom benar-benar merasakan bahwa dirinya sangat berharga dan sangat dibutuhkan, setidak oleh satu orang ini...


Bibir mereka perlahan bertemu, dengan pelan dan lembut beberapa detik sebelum ciuman itu semakin dalam dan intim...


Keduanya sama-sama terhanyut dalam irama permainan mereka ini, menikmati setiap detiknya seakan tidak ada kata cukup dalam kamus hidup mereka berdua... Namun, ciuman Kim mulai terasa berbeda... Sedikit menekan dan menuntut seakan ia sedang terburu-buru mengejar sesuatu atau sedang dikejar sesuatu?


Aom membuka matanya ketika merasakan ada suatu cairan yang menetes di pipinya... Namun dengan cepat Kim menarik Aom dalam pelukannya, mendekapnya dalam kehangatan nyata di dadanya yang bidang...


“ Tidur lah sekarang, kamu dan dirinya sangat perlu istirahat yang banyak... ” ujar Kim dengan suara yang terdengar sedikit berat,


Apa itu karena gairahnya meningkat? Atau apa?


Samar-samar Aom merasakan perasaan aneh yang mengganggu hatinya, namun dengan segera ia menetralisir perasaannya sendiri lalu balas memeluk Kim dengan senang hati, entah ini bawaan bayi atau memang dirinya sendiri yang semakin hari semakin manja kepada suaminya ini tanpa sadar?

__ADS_1


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal itu... Namun mengingat usia mereka yang tidak lagi di puncak masa muda ini membuatnya merasa sedikit tidak pantas jika tetap bersikap seperti itu... Apalagi di depan anak-anaknya yang sudah menginjak usia remaja-dewasa,


Keheningan malam semakin terasa, suasana pedesaan yang sepi dan masih asri membuat alunan melodi alam yang memenangkan di malam hari...


Daun-daun yang tertiup angin berpadu dengan suara jangkrik dan serangga lainnya terasa begitu nyaman di dengar sebagai musik pengantar tidur...


Aom perlahan terlelap dalam tidurnya tanpa secercah kecil mimpi yang menghiasi malam ini karena tidurnya terlalu nyaman dan sangat dalam...


***


Tik! , Tok! , Tik! , Tok! , Tik! , Tok!


Hanya bunyi jam yang senantiasa setia berbunyi di malam ini... Angin, Jangkrik dan hewan-hewan lain pun perlu waktu untuk beristirahat juga...


Hanya jam dinding manual itu yang kini berbunyi menemani keheningan malam yang dilalui pria ini...


Pria yang duduk dan di mejanya ada selembar kertas putih bersih...


Entah apa yang ingin ia lakukan, apa ia ingin menulis sesuatu?


Mengapa masih butuh sebuah surat ketika semuanya serba digital?


Setelah sekian lama menatap kertas putih yang kosong itu, tangannya mulai bergerak mengambil pena dan menuliskan sesuatu di atas kertas putih itu...


Tangannya menari dengan indah perlahan mengukir huruf demi huruf hingga beberapa untaian kata mulai terlihat di sana...


Pria ini tidak menulis hingga kertas putih itu terisi penuh oleh kata-kata, hanya setengah bagian kertas itu yang berisi kata-kata yang nampak dengan susah payah ia tuliskan...


Dreeet! Dreeet! Dreeet!


Ponselnya tiba-tiba berbunyi ketika seseorang meneleponnya, sebenarnya tidak ada bunyi ringtone yang nyaring, hanya suara dari getaran yang samar-samar terdengar memenuhi ruangan itu...

__ADS_1


Pria itu nerima panggilan telepon itu,


Lalu si penelepon hanya mengatakan 2 patah kata...


“ Sudah waktunya ”


“ Oke ” sahut pria itu lalu memutuskan sambungan telepon, menaruhnya langsung ke dalam sakunya, sekilas menatap jam lalu ia kembali melihat surat yang sudah ia tulis barusan,


Di dua ruang yang berbeda, di waktu yang sama...


“ Sudah waktunya ” dua kata itu terucap oleh dua orang yang berbeda disaat yang bersamaan,


***


Matahari terbit,


Seperti biasa ia membawa sinar yang hangat yang dapat membuat semua makhluk di bumi seperti dihidupkan kembali setiap paginya dan siap untuk melewati hari yang baru 12 jam kedepannya ditemani hangatnya...


Tentu saja diantara tumbuhan, hewan dan manusia... Hanya manusia lah yang lebih malas menerima hangatnya mentari di pagi hari karena mendambakan malam yang lebih panjang untuk beristirahat lebih lama...


Sama seperti Aom yang sudah beberapa kali merubah posisi tidurnya karena terganggu cahaya yang menerobos masuk lewat jendela kamarnya...


Tubuhnya masih terasa lelah dan ingin tidur sedikit lebih lama... Bagaimana pun juga ia memang perlu banyak istirahat sekarang kan? Jadi apa salahnya untuk tidur lebih lama setiap harinya dibandingkan orang lain di luar sana...


Berguling ke kiri, berguling ke kanan tapi masih saja cahaya itu terasa menyilaukan matanya seakan menyuruhnya untuk cepat bangun hari ini... Akhirnya ia memilih untuk membungkus dirinya dengan selimut,


Terasa nyaman sesaat, namun di saat berikutnya ia sudah merasa gerah dan sedikit sulit bernapas...


“ Baiklah, baiklah harus bangun... lagi pula aku lapar... ” gumam Aom sambil menyandarkan dirinya di headboard tempat tidur itu,


“ Kim... ” panggil Aom ketika tidak melihat suaminya di sudut manapun di kamar ini... ia pikir mungkin saja di kamar mandi...

__ADS_1


______________________


Kasi komentar atau kesan kalian sama isi novelnya, Gak usah komen up, next, atau apalah itu, kalau penulis senang baca komentar pasti update cepet tapi kalo komentarnya nagih lanjutan cerita aja maka bersabarlah kalian menunggu 😉😁🥂


__ADS_2