
HAPPY READING GUYS
________________________
Setelah menyelesaikan sarapannya, Pim segera beranjak dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolahnya... tak lupa ia juga mencium tangan kedua orang tuanya sebelum pergi ke sekolah...
Sama seperti kebiasaannya setiap pagi...
"Kak Lee antar aku ke sekolah ya kak?!" seru Pim sambil berlari ke arah Lee yang baru saja naik dari lantai bawah...
Kim tersenyum tipis melihat tingkah laku putrinya itu...
"memangnya Lee supir pribadimu? cepatlah berangkat, supir dan pengawalmu ada di luar... mereka sudah menunggu di mobil" ujar Kim pada Pim
"tidak mau ayah! aku hanya mau diantar oleh kak Lee! bukan yang lain!" sahut Pim keras kepala
"Lee masih punya banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan dari ayah, jangan terus mengganggunya" ujar Kim tanpa menoleh kearah Pim lagi, karena ia tahu bahwa ia tak akan mampu bertahan jika melihat tatapan memelas dari putri cantik kesayangannya itu...
"Paman..." ucap Lee namun ia menunduk sebentar saat Kim menatapnya, lalu kembali menegakkan kepalanya setelah satu detik menunduk, ia menatap paman Kim nya lagi...
"ini tidak apa-apa paman, aku akan mengantar Pim ke sekolah dulu... setelah itu aku akan kembali secepat mungkin untuk menyelesaikan tugas dari paman... aku sama sekali tidak keberatan untuk hal ini paman... karena selain akan membuang banyak waktu paman di pagi hari yang cerah ini... gadis manja ini juga akan terlambat sekolah karena keras kepalanya sendiri paman... untuk menghindari paman mengalami kerugian sekecil apapun, aku bisa melakukan apapun untuk paman..." sahut Lee meyakinkan paman Kimnya agar tidak lagi menghabiskan waktunya untuk berdebat dengan putrinya...
"sayang, sudahlah... biarkan saja Lee mengantar Pim ke sekolahnya... lagi pula pekerjaannya tidak terlalu mendesak kan? deadline?" tanya Aom yang akhirnya angkat bicara juga...
__ADS_1
"ya sudah sana berangkatlah... tapi ingat... belajar yang rajin dan jangan aneh-aneh di sekolah..." ujar Kim mengingatkan Pim agar menjaga sikapnya di sekolah...
Karena Kim tidak mau keberadaan putrinya terlalu mencolok di sekolahnya itu, sehingga para musuhnya akan segera tahu/menyadari bahwa Pim adalah seorang putri dari Kim Hans, dan tentunya itu akan sangat membahayakan keselamatan putrinya...
Kim tidak akan pernah membiarkan ada sedikitpun ruang untuk terjadi kesalahan lagi...
seperti dulu saat Art di culik oleh salah satu musuhnya...
Setelah Lee berpamitan kepada paman Kim dan tante Aomnya, mereka langsung keluar dan melesat menuju sekolahnya Pim... untungnya jaraknya tidak begitu jauh sehingga dengan waktu yang sedikit ini masih bisa terkejar untuk sampai di sekolah tepat waktu dengan keahlian menyetir mobil dari Lee yang sama hebatnya dengan ayahnya Mario tentunya...
Di dalam mobil Pim bukannya merasa takut tapi Pim malah terlihat sangat antusias untuk bisa mengebut di jalanan bersama dengan Lee saat ini...
Sementara itu di meja makan, Kim dan Aom masih menikmati sarapan mereka setelah anak-anak pergi ke sekolah tadi... Aom yang sudah sangat penasaran melihat ekspresi wajah Kim yang terlihat senang walaupun tetap memasang wajah datarnya itu tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya...
"bagaimana aku bisa tidak senang sayang? dua hal manis sudah terjadi sepagi ini..." sahut Kim yang terdengar masih seperti teka-teki untuk Aom
"dua hal manis? apa? roti dan selai ini?" tanya Aom lagi dengan polosnya
"hahaha... ini terlalu kecil jika hanya roti dan selai sudah bisa membuatku bahagia sayang..." sahut Kim sambil tertawa pelan
"lalu apa? cepat katakan... aku penasaran tahu..." ucap Aom dengan wajah cemberutnya karena Kim tidak langsung menjelaskan padanya... malah membuatnya semakin penasaran...
"baiklah, baiklah... jangan cemberut begini, ini masih pagi sayang... tersenyum manis lah... hehehe" ujar Kim sambil mencubit kedua pipi Aom dan menariknya dengan lembut keatas agar menunjukkan ekspresi senyum lebar yang Kim buat di wajah istrinya ini...
__ADS_1
"hal manis pertama yang telah terjadi pagi ini adalah wanita cantikku ini... istri kesayanganku ini... sudah mau memaafkan kesalahanku dan mau tersenyum lagi padaku... pria yang lahir dengan kadar kepekaan yang rendah ini bersyukur karena Aom nya ini mau memaafkan dirinya..." ucap Kim sambil mencubit hidung Aom dengan gemasnya...
Aom tersenyum senang, sebuah rona merah terlihat menghiasi kedua pipinya saat ini...
"lalu yang kedua?" tanya Aom
"Dan yang kedua, dengan tes kecil yang aku lakukan tadi itu... aku bisa melihat dan memastikan sesuatu yang mengganggu pikiranku selama ini... Hmmmm..." Sahut Kim lagi
"Tes kecil? Sesuatu yang mengganggu pikiranmu sayang? Ayolah katakan padaku, jangan bermain teka-teki denganku..." Ujar Aom lagi karena Kim tidak mengatakannya secara langsung, melainkan dengan berbagai kata yang seolah-olah terdengar seperti sebuah perumpamaan di telinga Aom...
Meskipun Kim memang selalu seperti itu sejak dulu, tetapi tetap saja Aom belum terbiasa memahami apa sebenarnya yang dipikirkan oleh lelakinya ini...
Lelaki dingin dan misterius masih tetap melekat pada karakteristik suaminya yang tampan dan tercinta ini...
"Jika nanti sudah waktunya aku akan mengatakannya padamu... Atau mungkin sebelum itu kamu akan menyadarinya secara perlahan sayang? Siapa yang tahu kan? Karena istri cantikku ini sangat pintar..." Sahut Kim yang berhasil membuat Aom cemberut...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1